Sering olahraga sudah terbukti dapat mencegah berbagai penyakit kronis. Efek proteksi tersebut diperoleh melalui beberapa proses fisiologis tubuh, seperti meningkatkan metabolisme, memperlancar aliran darah, dan meningkatkan asupan oksigen.

Namun penelitian dalam beberapa tahun terakhir juga menemukan adanya perubahan aktivitas dalam tubuh hingga tingkat sel terkecil yang dipicu oleh sering olahraga.

Mengenal genetik pada tubuh manusia

Sel yang merupakan bagian terkecil dari susunan organisme yang memiliki kumpulan materi genetik atau gen. Fungsi utama gen adalah sebagai blueprint pembentukan sel dan juga mengatur proses pewarisan sifat.

Pada tingkat yang lebih tinggi, gen membentuk kumpulan yang disebut dengan genome yang berfungsi untuk mengatur aktivitas sel dan membentuk sel sebagai hasil dari proses ekspresi genetik. Genome bekerja secara spesifik dan memberikan pengaruh yang besar dalam mekanisme fisiologis organ manusia.

Cara kerja genome pada tubuh manusia merupakan suatu hal yang kompleks dan dinamis dengan tingkat aktivitas yang fluktuatif, tergantung sinyal biokimia yang diterima oleh sel. Saat terjadi proses ekspresi genetik akan memicu respon fisiologis pada bagian tubuh tertentu. Para peneliti meyakini bahwa peningkatan dan penurunan aktivitas genetik pada tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh olahraga.

Kenapa sering olahraga bisa memengaruhi genetik seseorang?

Olahraga dapat memengaruhi genetik manusia tanpa mengubah susunan materi genetik atau DNA pada tubuhnya. Aktivitas fisik tersebut memengaruhi proses ekspresi genetik pada fungsi fisiologis dari gen itu sendiri. Proses ini dikenal dengan metilasi. Meskipun suatu aktivitas organ ataupun sel sudah ditentukan oleh DNA yang terdapat dalam sel, metilasi dapat merubah aktivitas tersebut.

Metilasi merupakan proses dimana kumpulan senyawa metil yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen menempel pada bagian gen dalam sel. Hal tersebut memicu perubahan aktivitas gen yang juga berpengaruh hingga tingkat organ. Sehingga pada proses ini, gen berperan sebagai pemicu aktivitas metabolisme dan penguatan organ dengan gen yang mengalami metilasi.

Hal lain yang bisa memengaruhi genetik tubuh

Proses metilasi bersifat fleksibel dan hal ini tidak dipengaruhi hanya oleh olahraga. Pola metilasi dapat berubah sesuai dengan perubahan gaya hidup, terutama yang berkaitan dengan pola makan dan rutinitas olahraga. Proses ini juga dapat diganggu dengan hal lain, misalnya jika tubuh mengalami paparan racun sehingga terjadi perubahan ekspresi genetik.

Meskipun demikian, efek perubahan gaya hidup terhadap genetik terjadi secara perlahan. Sehingga untuk mendapatkan manfaat sering olahraga terhadap perubahan genetik, gaya hidup sehat perlu dilakukan secara konsisten.

Proses metilasi merupakan suatu proses yang unik karena dengan proses tersebut dipengaruhi oleh perilaku dan kebiasaan seseorang. Dengan kata lain, proses metilasi dalam tubuh membuat kondisi genetik  suatu organ atau tubuh seseorang dapat diubah dengan perubahan gaya hidup.

Efek metilasi terhadap otot

Salah satu penelitian yang dirilis pada jurnal Epigenetic tahun 2014 menunjukan bahwa sering olahraga dapat benar-benar meningkatkan kekuatan organ yang dilatih. Penelitian tersebut dilakukan dengan percobaan melatih hanya salah satu kaki partisipan dan kaki lainnya sebagai pembanding, kemudian kekuatan dan performa otot diukur dengan biopsi otot. Setelah tiga bulan, otot kaki yang dilatih jauh lebih kuat dibandingkan yang tidak dilatih.

Perubahan kekuatan otot tersebut disebabkan adanya perubahan struktur dan pergantian komponen molekul kimia pada sel otot. Proses metilasi pada sel otot dipicu oleh kontraksi otot dan menyebabkan pemrogaman fisiologis ulang terhadap kekuatan otot sehingga secara perlahan mengganti struktur kimia dan cara metabolisme sel otot.

Efek metilasi terhadap metabolisme

Disamping membantu sel bekerja lebih efisien, proses metilasi juga membantu metabolisme gula darah dan lemak dan keduanya terjadi saat seseorang sedang berolahraga. Proses metilasi terhadap metabolisme glukosa adalah dengan cara menyeimbangkan metabolit yang mengatur penyerapan gula darah dan fungsi insulin sehingga kadar gula darah cenderung stabil.

Sedangkan metabolisme lemak oleh mekanisme metilasi adalah dengan cara menghasilkan protein untuk membakar lemak tubuh dan memperlambat proses penyimpanan makanan dalam bentuk lemak.  Mekanisme tersebut terjadi dengan intensitas yang lebih tinggi saat seseorang sedang berolahraga. Hal ini dibuktikan oleh suatu penelitian di Swedia yang menunjukan dengan sering olahraga, tubuh Anda dapat menurunkan proporsi penyimpanan lemak dalam jumlah besar setelah enam bulan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca