Badan Nyeri Setelah Olahraga? Bisa Jadi Karena Otot Kurang Oksigen

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Memotivasi diri untuk berolahraga secara rutin memang tidak mudah. Terlebih kalau Anda sering mengalami nyeri otot setelah olahraga, Anda mungkin jadi ogah-ogahan untuk lanjut olahraga. Sebetulnya, hal ini wajar terjadi pada orang-orang yang jarang olahraga. Namun, badan nyeri juga bisa menjadi pertanda bahwa otot-otot Anda kurang oksigen. Kok bisa, ya? Berikut penjelasannya.

Badan nyeri setelah olahraga, pertanda otot kurang oksigen

penyebab nyeri otot

Olahraga memang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Dilansir dari Mayo Clinic, olahraga dapat membantu meningkatkan energi dan kepadatan tulang, memperbaiki suasana hati, membuat tidur lebih nyenyak, dan memperbaiki kehidupan seks Anda.

Di balik manfaat tersebut, Anda mungkin sering merasakan badan nyeri setelah olahraga. Sebetulnya, masalah ini dapat terjadi pada siapa saja, baik yang jarang olahraga maupun para atlet profesional yang sudah sangat terlatih sekalipun. Hal ini terjadi karena otot-otot tubuh cenderung kekurangan oksigen saat olahraga. Kok bisa?

Ketika beraktivitas, semua sel di tubuh membutuhkan oksigen untuk mengubah gula menjadi ATP, yaitu sumber energi utama dalam tubuh. Begitu pula saat Anda olahraga. Sel-sel otot juga membutuhkan energi ekstra karena harus berkontraksi selama Anda olahraga.

Pernahkah Anda merasakan napas lebih berat dan detak jantung meningkat saat olahraga? Hal ini juga tak lepas dari pengaruh otot-otot tubuh yang sedang meminta pasokan oksigen ekstra dari paru-paru dan jantung agar bisa menghasilkan lebih banyak energi. Maka secara otomatis, Anda akan bernapas lebih cepat untuk menyuplai banyak oksigen ke otot-otot tubuh Anda.

Namun, terkadang oksigen yang beredar tetap saja tidak cukup untuk mengubah gula menjadi ATP yang dibutuhkan oleh otot. Akibatnya, gula tersebut akan diubah menjadi asam laktat melalui aktivitas anaerobik (proses menghasilkan energi tanpa oksigen).

Ketika asam laktat semakin menumpuk, hal ini akan memicu sensasi menyengat dan pegal pada otot, bahkan terkadang terasa seperti terbakar. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka Anda perlu segera menurunkan intensitas latihan atau beristirahat untuk memulihkan badan nyeri setelah olahraga.

Haruskah saya berhenti olahraga ketika merasakan nyeri otot?

kebutuhan protein untuk otot

Pada dasarnya, badan nyeri setelah olahraga bukanlah hal yang membahayakan. Bahkan, rasa sakitnya cenderung mereda saat Anda mulai berolahraga lagi.

Jadi, Anda tidak harus segera berhenti olahraga saat mengalami nyeri otot atau badan sakit setelah olahraga. Turunkan intensitas latihan Anda secara perlahan untuk menyingkirkan sisa-sisa asam laktat yang memicu badan sakit dan pegal.

Jika nyeri otot setelah olahraga tak kunjung mereda, maka sudah saatnya Anda memberikan jeda sesaat untuk beristirahat dan membiarkannya pulih sempurna. Tenang, hal ini tidak akan menurunkan tingkat kebugaran Anda, kok.

Di sela-sela waktu istirahat, makanlah makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, telur, atau kedelai. Pasalnya, protein merupakan nutrisi penting untuk membangun dan mempertahankan kekuatan otot. Hal ini juga dapat membantu meredakan badan nyeri.

Jangan lupa untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan setelah olahraga untuk mencegah dehidrasi, sekalipun Anda tidak merasa haus. Dilansir dari Self, sebuah penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi bisa membua setelah olahraga. Anda bisa minum air putih atau minuman yang mengandung elektrolit untuk membantu mengurangi timbunan asam laktat penyebab nyeri otot.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca