Susu Protein Kasein, Benarkah Efektif untuk Membesarkan Otot?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sudah tahu bahwa protein sangat diperlukan tubuh kalau ingin membentuk dan memperkuat otot-otot badan. Namun, ternyata jenis-jenis protein itu ada banyak. Salah satunya yaitu kasein. Di bawah ini, Anda bisa simak lebih jelas sebenarnya apa manfaat kasein bagi otot dan dari mana saja sumber protein ini.  

Apa itu kasein?

Kasein adalah salah satu jenis protein yang terdapat dalam produk-produk olahan susu. Kasein bahkan jadi kandungan protein terbanyak dalam susu, jumlahnya kira-kira sebanyak 80 persen.

Seperti halnya whey protein, protein dominan ini juga bisa menghasilkan peptida bioaktif. Peptida bioaktif adalah kumpulan asam amino yang berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem peredaran darah, saraf, pencernaan, dan kekebalan tubuh.

Manfaat kasein untuk membentuk otot

Buat orang yang ingin membentuk tubuh yang atletis dan berotot, protein khusus ini bisa membantu Anda. Pasalnya, ada macam-macam manfaatnya bagi otot yang sayang dilewatkan. Lebih jelasnya, baca terus ulasan berikut.

1. Lebih lambat dicerna tubuh

Bila whey protein sangat cepat dicerna oleh tubuh, beda halnya dengan kasein. Kasein adalah jenis protein yang dicerna pelan-pelan, bahkan hingga tujuh jam lamanya. Proses pencernaan yang lambat ini sangat berguna untuk memperbaiki kerusakan sel dan jaringan otot sekaligus menyediakan nutrisi yang cukup untuk memulihkan kekuatan otot setelah lelah bekerja seharian. Selain itu, Anda juga akan merasa kenyang lebih lama.

Maka jenis protein ini sebaiknya dikonsumsi bukan sebelum atau saat Anda berolahraga, melakinkan setelah olahraga. Beberapa orang juga memilih untuk mengonsumsinya sebelum tidur.

2. Membangun massa otot yang lebih besar

Selain memperbaiki kerusakan otot agar bisa tumbuh makin kuat, manfaat protein ini untuk membangun massa otot juga penting. Penelitian dalam Journal of Strength and Conditioning Research membuktikan kalau mengonsumsi kasein selama sepuluh minggu bisa membentuk massa otot yang lebih besar.

Jadi bila Anda ingin menambah massa otot, jangan lupa mengonsumsi protein ini untuk mendampingi latihan fisik yang dijalani.

3. Menambah kekuatan otot

Sebuah penelitian dalam jurnal Annals of Nutrition and Metabolism mencatat manfaat kasein untuk menambah kekuatan otot. Peserta penelitian yang mengonsumsinya ternyata menunjukkan bahwa kekuatan kaki, dada, serta bahu mereka bertambah nyaris hingga dua kali lipat dibandingkan orang yang hanya mengonsumsi whey protein.

Khasiat ini tentu sayang jika dilewatkan buat orang yang sedang menjalani latihan ketahanan otot atau latihan dengan intensitas berat.

Perlukah mengonsumsi suplemen kasein?

Kasein bisa ditemukan dalam macam-macam sumber pangan alami dari susu. Misalnya susu sapi, yogurt, es krim, keju, dan mentega. Akan tetapi, Anda mungkin tidak bisa mengonsumsi terlalu banyak produk turunan susu dalam sehari karena berisiko meningkatkan asupan kalori dan lemak.

Karena itulah saat ini sudah banyak produk suplemen kasein sehingga Anda tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak susu atau keju. Biasanya suplemen tersebut berbentuk bubuk dan harus dilarutkan seperti susu. Anda bisa mengonsumsinya beberapa jam sebelum berolahraga, setelah berolahraga, sebagai camilan, atau sebelum tidur. Namun, selalu perhatikan dosis yang dianjurkan dan jangan melebihi dosis tersebut.

Tapi sebelum mengonsumsi kasein, pastikan dulu Anda tidak alergi terhadap protein ini ya!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Lezat yang Mengandung Protein Tinggi

Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan tubuh manusia dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut 10 makanan sumber protein tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Nutrisi, Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit