Anda Malas Olahraga? Bisa Jadi Bawaan Lahir

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020
Bagikan sekarang

Apakah Anda salah satu orang yang langsung malas melanjutkan baca begitu melihat kata “olahraga”? Atau mungkin Anda sudah mati-matian memotivasi diri untuk mulai beraktivitas fisik dan berolahraga, tapi rasa malas selalu menang? Ini artinya Anda memang malas berolahraga. Tapi tahukah bahwa mungkin Anda memang terlahir seperti ini? Ternyata, faktor genetik bisa jadi kambing hitam untuk kemalasan ini.

Pentingnya olahraga

Olahraga adalah salah satu kunci untuk menjalankan gaya hidup yang sehat. Jika Anda ingin tubuh sehat, terbebas dari berbagai penyakit degeneratif, serta awet muda, tidak bisa hanya mengandalkan makanan saja tetapi melakukan olahraga merupakan hal yang juga sangat penting. Bahkan, World Health Organization menyatakan bahwa tidak melakukan olahraga yang rutin dan gaya hidup sedentari adalah penyebab keempat yang menyebabkan tingginya tingkat kematian di dunia.

Secara global, diketahui bahwa 6% kematian di dunia diakibatkan oleh kebiasaan tidak melakukan olahraga dan kurang melakukan aktivitas fisik. Tidak hanya itu, jarang melakukan aktivitas fisik juga diperkirakan menjadi penyebab 21-25% kasus kanker payudara dan kanker usus, 27% kasus diabetes tipe 2, dan 30% kasus gagal jantung. Sedangkan di Indonesia sendiri, dari data Kementerian Kesehatan diketahui bahwa proporsi aktvitas fisik dari total penduduk Indonesia hanya mencapai 26,1%. Hal ini tentu saja masih tergolong sangat rendah.

Apakah Anda termasuk orang yang malas berolahraga? Mungkin Anda sering beralasan tidak berolahraga karena tidak punya waktu atau jadwal yang sudah sangat sibuk. Namun apakah itu benar? Ataukah hanya alasan Anda semata? Walaupun sudah tahu bahwa olahraga itu penting untuk dilakukan tapi tetap saja ada orang yang malas dan tidak suka berolahraga. Sementara beberapa orang lainnya mungkin sangat suka olahraga hingga ia selalu menyempatkan diri setiap hari untuk berolahraga. Ternyata, sebuah penelitian baru menyatakan bahwa rasa suka atau tidaknya Anda pada olahraga ternyata bisa dipengaruhi oleh genetik. Bagaimana bisa?

BACA JUGA: Waspada Ciri-Ciri dan Bahaya Kecanduan Olahraga

Penelitian tentang pengaruh genetik terhadap rasa malas olahraga

Penelitian ini dilakukan oleh American Physiological Society dan melibatkan sekelompok orang untuk dilihat gaya hidup serta seberapa sering mereka berolahraga. Kemudian para peneliti meminta para responden untuk melakukan olahraga dengan rutin. Namun dari anjuran yang diberikan, ternyata hanya sebanyak 25%-nya saja yang melakukan rekomendasi tersebut dengan teratur dan benar. Sisanya, menghabiskan waktu luang mereka dengan hal lain yang mereka sukai.

Hal ini juga dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 dan para peneliti melakukan percobaan pada tikus. Dalam percobaan ini diketahui bahwa terdapat dua kelompok tikus. Kelompok pertama memiliki tingkat serotonin serta dopamin yang tinggi dan bersifat aktif, sementara kelompok tikus yang lainnya memiliki jumlah serotonin serta dopamin yang rendah dan cenderung pemalas serta tidak seaktif kelompok tikus yang satunya. Kemudian para peneliti menyatakan bahwa hal ini bisa diakibatkan oleh perbedaan gen dari masing-masing kelompok.

BACA JUGA: Bagaimana Olahraga Mempengaruhi Jantung?

Saat melakukan olahraga, tubuh menghasilkan serotonin dan dopamin

Sebenarnya, ketika Anda melakukan olahraga, tubuh secara otomatis mengeluarkan serotonin dan dopamin. Serotonin adalah hormon untuk mengatur kadar stress, meningkatkan rasa nyaman dalam tubuh, serta meningkatkan rasa senang. Hampir semua olahraga dapat membuat tubuh menghasilkan hormon serotonin, terutama olahraga jantung. Sedangkan dopamin adalah zat neurotransmitter dalam sistem saraf yang berfungsi sebagai perantara antar sel saraf.

Selain itu dopamin juga dianggap sebagai zat yang dapat memperbaiki suasana hati, membuat rasa senang meningkat, dan menimbulkan runner’s high. Runner’s high adalah kondisi di mana Anda akan merasa sangat senang dan memiliki kepuasaan tersendiri ketika melakukan olahraga.

Semua orang akan menghasilkan kedua zat tersebut jika melakukan olahraga dan hal tersebut merupakan hal yang normal. Namun, yang membedakan setiap individu adalah seberapa banyak tubuh menghasilkan kedua zat tersebut ketika berolahraga. Setiap orang memiliki gen dan fisiologi tubuh yang berbeda-beda, sehingga hormon serta zat neurotransmitter yang dihasilkan setiap orang juga berbeda walaupun melakukan jenis olahraga dan durasi yang sama.

Bagaimana jika saya memang terlahir dengan gen malas olahraga?

Walaupun beberapa penelitian telah menyatakan bahwa genetik berhubungan dengan rasa suka dan tidak suka melakukan olahraga, tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan yang kuat bagi Anda untuk tidak melakukannya sama sekali. Tetap saja, gaya hidup dan kebiasaan seseorang dipengaruhi oleh genetik dan juga lingkungan, sehingga Anda bisa saja berusaha untuk menyukai olahraga meskipun genetik Anda menyatakan tidak suka. Olahraga adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai hal buruk bagi kesehatan tubuh.

BACA JUGA: 7 Tips Mengatasi Rasa Tidak Suka Berolahraga

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

    Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Apakah Anda sedang dalam program menurunkan berat badan? Adakah cara menurunkan berat badan tanpa olahraga? Cara ini menarik untuk disimak!

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi

    Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

    Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

    Direkomendasikan untuk Anda

    warna rambut

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020