5 Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Penderita Spondilolistesis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Orang dengan spondilolistesis biasanya mengalami nyeri di bagian pinggang bawah. Hal ini tentu membatasi gerakan yang bisa mereka lakukan, begitu juga jenis olahraga. Meski sehat, jenis olahraga yang keliru justru dapat berampak fatal bagi penderita spondilolistesis. Agar tak membawa dampak buruk, berikut beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari oleh penderita spondilolistesis.

Olahraga yang perlu dihindari penderita spondilolistesis

Penderita spondilolistesis tetap boleh berolahraga, tapi jenisnya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi tulang belakang Anda. Olahraga ringan seperti berjalan kaki dan jogging misalnya, tergolong aman karena tulang belakang tidak mendapatkan tekanan.

Sebaliknya, olahraga berikut justru perlu dihindari karena dapat menimbulkan nyeri dan memperparah gangguan pada tulang belakang:

1. Angkat beban

Saat melakukan olahraga angkat beban, Anda menggunakan punggung dan pinggang sebagai tumpuan. Beban yang berasal dari besi pemberat akan terpusat pada tulang belakang. Tekanan pada tulang belakang pun bertambah sehingga timbul rasa nyeri.

Meski perlu dihindari, penderita spondilolistesis sebenarnya bisa melakukan olahraga angkat beban dengan cara yang lebih aman. Misalnya dengan menggunakan beban yang ringan serta tidak mengangkatnya terlalu lama.

2. Beberapa gaya renang

Berenang menjadi salah satu olahraga yang cukup aman dan direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah tulang belakang. Namun, beberapa gaya renang tertentu bisa saja berisiko bagi mereka yang memiliki spondilolistesis.

Beberapa gaya yang perlu dihindari oleh orang spondilolistesis ketika olahraga renang adalah gaya yang memberikan tekanan berlebih pada pinggang. Misalnya, jika melakukan gaya bebas, pastikan Anda tidak terlalu memutar tubuh terlalu jauh agar tak menambah nyeri pada punggung bawah bagian belakang.

gerakan renang untuk spondylolithesis

3. Gerakan yang fokus melatih punggung bawah

Sit-up, mengangkat kaki sambil berbaring, serta hurdler’s stretch adalah beberapa contoh gerakan olahraga yang perlu dihindari oleh penderita spondilolistesis. Pasalnya, seluruh gerakan tersebut memaksa tulang belakang Anda untuk melengkung.

Lengkungan pada tulang belakang dapat membuat rasa nyeri bertambah parah. Apabila Anda ingin melatih punggung bawah, pilihlah gerakan yang aman dan bisa mengatasi nyeri spondilolistesis, misalnya partial crunch atau pelvic tilts.

4. Sepak bola, futsal, dan gerakan yang menarik otot punggung

Sepak bola dan futsal adalah olahraga yang ampuh untuk melatih berbagai bagian tubuh. Namun, olahraga ini juga membuat otot-otot punggung menjadi tegang sehingga berisiko menggeser tulang belakang lebih jauh lagi.

Penderita spondilolistesis juga perlu menghindari senam gimnastik, berbagai olahraga bela diri, serta gerakan yang menarik otot-otot punggung. Seperti sepak bola, olahraga ini dapat memicu nyeri dan memperparah kondisi tulang belakang Anda.

kesalahan umum main futsal

5. High-impact exercise

High-impact exercise adalah olahraga intensitas tinggi yang membuat tubuh membakar banyak kalori dengan cepat. Meski bermanfaat, olahraga ini sebaiknya dihindari oleh penderita spondilolistesis karena memberikan guncangan dan tekanan yang besar pada tulang belakang.

Bagi orang dengan tulang belakang yang normal, high-impact exercise seperti lompat tali, lompat katak, dan squat jump dapat meningkatkan kestabilan tubuh. Pada penderita spondilolistesis, olahraga ini justru bisa menimbulkan cedera pinggang.

Olahraga sebenarnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang belakang penderita spondilolistesis. Akan tetapi, manfaat ini hanya bisa Anda peroleh apabila Anda memilih jenis olahraga yang tepat.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani rutinitas olahraga apa pun. Konsultasi berguna untuk menentukan jenis olahraga yang perlu dihindari sehingga tulang belakang Anda terlindungi dari cedera dan kerusakan.

Share now :

Direview tanggal: Oktober 19, 2019 | Terakhir Diedit: Oktober 16, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca