Bolehkah Gonta-ganti Jenis Latihan Saat Berolahraga?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ingin punya otot besar, ingin langsing, ingin memiliki badan bagus mungkin menjadi tujuan banyak orang yang rajin latihan. Entah dengan cara pergi ke gym atau melakukan latihan sendiri di rumah atau bersama teman kantor. Namun, ada beberapa orang yang terlalu banyak mengikuti berbagai latihan karena terlalu terobsesi memiliki otot besar, atau terlalu mudah terbawa arus teman-temannya saat melakukan latihan. Nah, kondisi seperti ini yang akhirnya membuat Anda tidak mencapai target latihan. Lalu, sebenarnya apakah boleh gonta-ganti latihan?

Apa yang terjadi jika Anda sering gonta-ganti latihan?

Mengganti jenis latihan akan menyulitkan tubuh untuk beradaptasi dengan olahraga dan dapat menyebabkan cedera.

Perpindahan latihan dapat memperlambat kemajuan kebugaran jika dibandingkan dengan orang yang fokus pada suatu program latihan saja. Berbeda dengan anggapan kebanyakan bahwa variasi adalah bumbu dalam melakukan kebugaran, ternyata terlibat dalam terlalu banyak program latihan tidak memberi tubuh kesempatan untuk beradaptasi dengan olahraga yang dipilih.

Tidak mengubah-ubah program latihan bukan berarti tidak mengubah porsi latihan seperti jumlah repetisinya atau jarak yang dihabiskan dalam satu latihan itu bisa meningkat seiring terlatihnya tubuh.

Terdapat pro dan kontra terhadap anggapan ini. Namun, seorang personal trainer di New York mengatakan bahwa lebih baik memilih olahraga yang bisa melibatkan semua bagian tubuh. Selain itu, lakukan terus menerus latihan tersebut secara rutin untuk kebugaran atau mengendalikan berat badan.

Yang terpenting dalam melakukan program latihan adalah mengandung lima elemen kunci berikut ini,  yakni:

Unsur-unsur ini memberikan latihan yang menyeluruh yang melibatkan area yang berbeda-beda.  

Terlalu banyak mengikuti berbagai kelas yang berbeda di gym tidak memungkinkan tubuh untuk membangun otot dan keterampilan sesuai dengan program dan pelatihan yang direncanakan.

Contohnya gonta-ganti latihan seperti apa, sih?

Hal pertama sebelum berolahraga adalah menentukan tujuan. Misalnya jika tujuannya untuk kesehatan dan meningkatkan kelentukan, yoga atau pilates bisa menjadi latihan rutin yang tepat. Namun, jika setelah sesi yoga selesai Anda berganti jenis latihan boxing maka itu kurang tepat.

Justru itu akan meningkatkan kekakuan dan meningkatkan kerentanan terhadap cedera. Cedera bisa mengganggu jadwal latihan yoga Anda di hari-hari berikutnya.

Anggap saja begini, jika Anda ingin bisa mengendarai sepeda, Anda berlatih menaiki sepeda, selanjutnya berlatih skateboard, selanjutnya menggunakan sepatu roda. Akhirnya, kemampuan Anda bersepeda malah tidak akan meningkat dengan baik.

Sebaiknya, fokus pada satu atau dua jenis latihan saja saat berolahraga, daripada gonta-ganti latihan. Fokus lakukan latihan dengan tetap memegang lima elemen dasar dalam latihan yang disebutkan di atas.

olahraga kardio bukan lari

Jadi apakah harus berolahraga dengan latihan yang itu-itu saja? 

Mengganti program latihan boleh saja. Namun, yang sering menjadi masalah adalah orang tidak menghabiskan cukup waktu untuk benar-benar menguasai suatu latihan hingga mencapai tergetnya. Gonta-ganti latihan terlalu sering justru tidak efektif mencapai target yang ingin Anda capai.

Anda pasti harus mengubah program latihan Anda, tetapi jika itu benar-benar masuk akal. Membuat perubahan sebelum mencapai tujuan pada program yang pertama itu sia-sia. Nah, ada beberapa alasan kenapa Anda sebaiknya mengganti program latihan Anda.

1. Jika Anda merasa benar-benar bosan

Dari sisi psikologis, kebosanan adalah pertanda bahwa inilah saatnya untuk mengubahnya. Jika seseorang sudah merasa bosan, Anda akan kehilangan motivasi untuk menyelesaikan latihan dan justru akan mengacaukan target-target yang ingin dicapai. Anda bisa mengubah latihan Anda pada fase ini, tapi bukan berarti Anda dengan mudahnya selalu merasa bosan saja dan mengganti-ganti latihan Anda. Ingat, target latihan Anda adalah yang terpenting.

2. Jika tidak ada perubahan dari latihan rutin yang sudah Anda lakukan

Anda harus melihat efek fisik dari latihan minimal 6 minggu atau bisa lebih lama dari 6 minggu setelah melakukannya secara konsisten. Dengan catatan, ini diiringi dengan pola makan yang baik. Coba lihat apakah ada perubahan fisik yang terjadi selama latihan. Kalau tidak ada, berarti olahraga jenis tersebut mungkin kurang cocok buat Anda. 

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca