Tips Mulai Hidup Aktif Jika Anda Tak Pernah Berolahraga Sebelumnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Januari 2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anda yang selama ini jarang atau sama sekali tidak pernah berolahraga sebelumnya mungkin bingung harus memulainya dari mana. Namun apa pun yang jadi alasan Anda untuk mulai hidup lebih aktif, sebaiknya jangan langsung berolahraga yang berat atau yang berintensitas tinggi, seperti angkat beban contohnya. Ingat pepatah yang berbunyi, “sediki-sedikit lama-lama jadi bukit”, kan? Nah begini panduan memulai olahraga yang baik.

Bangun motivasi Anda terlebih dahulu

semangat olahraga

Awalnya Anda harus punya komitmen dulu untuk menetapkan tujuan olahraga yang akan Anda mulai. Pasalnya, penelitian mengatakan kalau motivasi olahraga yang digabung dengan rencana aktivitas nyata akan lebih berhasil untuk diwujudkan.

Contohnya seperti menuliskan aktivitas yang Anda rencanakan selama 4 minggu ke depan. Mulai dari kegiatan fisik apa yang akan Anda lakukan, berapa lama Anda akan melakukannya, dan kapan Anda akan selesai melakukannya.

Rencana aktivitas ini akan menjelaskan apa yang seharusnya Anda lakukan dan membiarkan Anda melihat dan menganalisis sejauh mana kemajuan Anda setelah memulai olahraga.

Lalu, bagaimana cara memulai untuk berolahraga?

Ketika Anda mengalami kesulitan atau tidak tahu mulai dari mana, coba bicarakan dengan dokter atau ahli kesehatan mengenai rencana Anda untuk berolahraga. Setelah itu, mulailah dengan memasukkan lebih banyak aktivitas ke dalam kehidupan sehari-hari Anda.

Misalnya seperti contoh sederhana berikut ini:

  • Saat berangkat ke kantor, cobalah untuk memilih naik tangga dibanding naik lift atau eskalator.
  • Jika Anda naik kendaraan umum, berhentilah di halte atau terminal yang agak jauh dari kantor. Tempuh jarak sisanya dengan berjalan kaki santai. 
  • Anda juga bisa meluangkan waktu untuk berjalan-jalan atau sekadar naik turun tangga sebelum dan sesudah makan siang.
  • Saat libur, daripada cuma menonton TV seharian Anda bisa melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan di taman, mencoba berenang, atau sekadar jogging di pagi hari.

Terkadang dengan perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari bisa membantu Anda menjadi lebih aktif berolahraga. Alih-alih langsung pergi ke gym atau sekadar treadmill, cobalah untuk berjalan santai atau jogging di sekitar lingkungan Anda tinggal terlebih dahulu.

Lambat laun tubuh juga akan menyesuaikan diri dengan aktivitas yang Anda lakukan. Setelahnya, barulah Anda bisa beralih ke olahraga yang lebih berat, seperti angkat beban, atau bahkan freeletics sekalipun.

Berapa lama normalnya Anda harus berolahraga? Apa yang bisa dilakukan?

olahraga lari

Sesuai dengan rekomendasi WHO, Anda disarankan untuk melakukan kegiatan olah fisik ini dengan aktivitas sedang selama 150 menit per minggu. Tapi jika ingin melakukan olahraga yang berat, Anda bisa melakukannya selama 75 menit saja.

Selama waktu berolahraga, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk berolahraga terus menerus. Coba bagi beberapa sesi dalam satu hari. Lalu, American Heart Association (AHA) menyarankan sebagai berikut:

  • Lakukan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per minggunya, Atau lakukan selama 30 menit saja setiap hari. Bisa dilakukan dengan bersepeda atau berjalan cepat keliling lingkungan rumah.
  • Sedangkan untuk olahraga yang berat, cukup lakukan selama kurun waktu 25 menit saja per harinya. Di sini Anda bisa berolahraga seperti angkat beban, muaythai, atau bahkan bermain sepak bola atau futsal.

Fokus satu jenis olahraga dulu

Fokus dulu pada satu jenis atau satu macam gerakan yang Anda ingin lakukan dan jangan berkecil hati dengan target yang belum bisa Anda capai.

Seiring kebugaran tubuh meningkat, Anda akan berhasil melakukan beragam gerakan yang sebelumnya belum bisa Anda lakukan.

Setelahnya Anda bisa memvariasikan macam-macam jenis dan gerakan berbeda untuk meraih manfaat yang lebih banyak dan sekaligus terhindar dari rasa jenuh. Misalnya, Anda bisa tambahkan latihan kekuatan dan kelenturan.

Lakukan latihan kekuatan dan kelenturan dua sampai 3 hari per minggu di samping olahraga utama yang Anda lakukan.

Ajak teman atau keluarga untuk ikut olahraga

Kadang, berolahraga sendirian itu bikin suntuk dan bikin Anda lama-lama tidak bersemangat. Maka demi mempertahankan semangat yang selama ini sudah dibangun, ajaklah teman atau anggota keluarga untuk sama-sama berolahraga. Dengan adanya teman berolahraga, Anda bisa lebih semangat dan mungkin memicu sifat kompetitif dalam diri agar jangan sampai kalah dengan mereka.

Jika sulit mengatur diri sendiri, pakai jasa pelatih atau personal trainer yang bisa membantu Anda menjalani olahraga dengan rutin.

Singkirkan pikiran mengenai angka timbangan. Anda harus ingat, ini bukan tentang seberapa turun angka timbangan Anda, ini soal kesehatan Anda.

Hal yang harus dilakukan sebelum dan sesudah memulai olahraga

1. Selalu lakukan pemanasan dan pendinginan

Setiap kali sebelum memulai berolahraga, lakukan dulu pemanasan. Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan otot dan anggota gerak Anda “ditempa” pekerjaan berat agar tidak cedera.

Begitu juga ketika Anda sudah selesai. Pastikan untuk melakukan pendinginan dan peregangan ootot setiap kali selesai berolahraga agar pemulihan tubuh semakin cepat. Pendinginan paling baik dilakukan segera selama otot-otot Anda masih cukup panas.

2. Jangan terlalu lama pakai baju olahraga

Jangan berlama-lama pakai baju Anda yang basah oleh keringat. Segera ganti baju dan pakaian dalam Anda kalau sudah selesai berolahraga.

Pakaian yang lembap karena keringat akan jadi tempat yang ideal bagi jamur, bakteri, dan kuman untuk berkembang biak. Anda pun jadi lebih rentan kena infeksi kulit dan jerawatan.

3. Minum air yang cukup

Untuk menggantikan cairan yang hilang selama Anda berolahraga, jangan lupa minum air yang cukup. Selama berolahraga, jantung Anda juga bekerja jauh lebih keras sehingga membutuhkan oksigen lebih banyak. Jadi, Anda harus segera mengisi asupan oksigen lagi lewat air minum.

4. Makan makanan sehat

Mengisi perut setelah olahraga adalah hal yang sering diabaikan, entah karena sibuk atau karena belum lapar. Padahal, makan setelah berolahraga itu penting untuk memperbaiki dan membangun kembali otot-otot yang tadi sudah bekerja keras.

Jadi, pilih menu makanan yang kaya protein seperti daging ayam, telur, bubur gandum, daging ikan, yogurt, susu, dan keju.

Semua rencana olahraga Anda tergantung pada niat. Ingatlah bahwa menjalani gaya hidup sehat seperti berolahraga adalah kebiasaan, bukan satu hal instan yang akan Anda dapatkan langsung manfaatnya.

Seiring waktu, terus ingatkan diri sendiri untuk mempertahankan gaya hidup aktif dan makan makanan yang sehat guna mencapai tujuan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

Sering merasa tidak ada tempat dan waktu untuk bercinta setelah memiliki buah hati? Baiknya, simak tips mencuri waktu untuk berhubungan seks di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
mata silinder (astigmatisme)

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit