Kenapa Orang yang Suka Olahraga Ekstrem Tidak Takut Mati?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apa yang Anda pikirkan saat ada seseorang yang menyeberang tebing hanya menggunakan seutas tali tanpa pengaman? Anda pasti berpikir bahwa orang itu gila. Untuk mereka pencinta olahraga ekstrem melakukan hal yang memicu adrenalin adalah hal yang menegangkan sekaligus menyenangkan. Kira-kira kenapa pencinta olahraga ekstrem ini tidak takut mati? Temukan jawabannya di artikel ini.

Olahraga ekstrem menjadi salah satu cara para atlet untuk ‘memburu sensasi’

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Erik Monasterio dari Universitas Otago, para atlet memiliki angka paling tinggi dibandingkan dengan kebanyakan orang lainnya dalam hal ‘pencarian sensasi’. Sensasi yang dimaksud adalah sensasi fisik. Olahraga ekstrem menjadi salah satu cara para atlet ini untuk memburu sensasi.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal Kinesiology menemukan bahwa atlet yang berisiko tinggi seperti olahraga ekstrem memiliki skor paling tinggi dalam hal kestabilan emosi, waspada, dan energi dibandingkan dengan atlet yang tidak beresiko tinggi maupun orang-orang yang bukan atlet.

Motivasi seorang atlet untuk melakukan olahraga ekstrem menurut seorang psikolog, Bruce Ogilvie sangat sederhana, mereka hanya butuh pelarian diri untuk ‘mengukir’ jalan mereka sendiri. Para pengambil risiko ini, mendorong batas fisik, emosi, dan kecerdasan mereka untuk melepaskan diri dari keadaaan tanpa ketegangan di kehidupan mereka sehari-hari.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Journal of Personality and Psychology, perasaan merasa terjebak dan stres adalah beberapa alasan seseorang untuk melakukan olahraga ekstrem, selain mencari sensasi fisik. Namun, beberapa diantara mereka mengaku melakukan olahraga ekstrem hanya karena bisa mengelola rasa takut secara berbeda dengan orang kebanyakan, bukan karena mereka tidak takut mati.

Penyuka olahraga ekstrem memiliki kadar hormon dopamin dan serotonin yang rendah

Seseorang yang sering disebut dengan ‘pengambil risiko’ ini menurut penelitian Monasterio memiliki kadar hormon dopamin dan serotonin yang rendah. Hormon dopamin pada otak berfungsi sebagai zat kimia pembawa pesan antara sel saraf. Hormon ini dapat meningkat ketika terjadi aktivitas tertentu yang berkaitan dengan hal bahagia dan berpengaruh pada rasa menyenangkan dari jatuh cinta, gembira, motivasi, dan rasa percaya diri.

Sedangkan serotonin adalah pembawa sinyal antarjaringan saraf yang mengatur berbagai fungsi fisik dan psikologis tubuh, termasuk suasana hati, gairah seksual, tidur, dan perilaku sosial. Ketika seseorang kekurangan hormon ini, maka akan berpengaruh pada perasaan depresi,  kelelahan, dan kecemasan. Tidak seperti kebanyakan orang yang hanya duduk di sofa dan merenung, beberapa atlet ‘memperbaiki’ hal ini dengan tantangan fisik.

Latihan dan perencanaan matang membuat rasa takut berkurang

Olahraga ekstrem sebenarnya membutuhkan perencanaan yang matang, para atlet sepeda gunung dan para pendaki gunung ekstrem biasanya menganalisis setiap hal kecil dari rute yang akan mereka lewati. Para atlet yang melakukan BASE jumping atau skydiving akan terus memantau kondisi angin atau cuaca dengan cermat.

Mereka juga memiliki pemandu, atau pilot heli yang benar-benar mengenal tempat ekstrem yang mereka datangi untuk menghadapi beberapa kemungkinan terburuk. Lebih dari itu, para atlet olahraga ekstrem ini sudah melewati masa latihan untuk membangun kepercayaan diri mereka. Latihan yang mereka lakukan adalah bagian dari pencegahan risiko, jadi apa pun yang dilakukan oleh para atlet ini tetap bukan hal sembrono tanpa perhitungan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Delusi dan halusinasi sama-sama membuat orang melihat dan merasakan hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Tapi, yang mana yang merupakan gangguan mental?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit