Benarkah Kebiasaan Mendengkur Bikin Cepat Tua?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 31/07/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mendengkur alias ngorok adalah gangguan tidur yang membuat seseorang mengeluarkan suara kasar saat tidur. Biasanya, dengkuran muncul saat Anda menghirup udara melalui hidung, mulut, atau kombinasi keduanya. Mendengkur disebabkan karena menyempitnya saluran pernapasan, sehingga udara yang mengalir membuat jaringan di belakang tenggorokan bergetar. Menurut penelitian medis, kebiasaan ngorok dapat menyebabkan kita jadi cepat tua. Kok bisa?

Bagaimana ngorok menyebabkan kita cepat tua

Dikutip dari Medical Daily, penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep menyebutkan bahwa mendengkur akibat obstruktif sleep apnea dapat mempercepat proses penuaan.

Studi ini menunjukkan bahwa kebiasaan mendengkur tiap malam membuat usia biologis seseorang jadi 215 hari lebih tua dari usia yang tertera di KTP. Gangguan tidur juga dikaitkan dengan kemunculan gejala penuaan dini hingga 321 hari lebih cepat.

Penelitian dilakukan terhadap 622 pria dan wanita dengan usia rata-rata 69 tahun dari berbagai latar belakang ras dan sosial ekonomi yang memiliki kebiasaan ngorok saat tidur. Tim peneliti memeriksa metilasi DNA darah dan pola tidur mereka.

Metilasi DNA adalah modifikasi genetik yang mengatur bagaimana gen pada sel-sel tubuh dihidupkan atau dimatikan. Prosesnya dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Pola tidur diukur dengan teknik polysomnography untuk memeriksa pola pernapasan, kadar oksigen dalam darah, detak jantung, gelombang otak, dan gerakan anggota tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin parah suara ngorok Anda menyebabkan usia biologis makin cepat bertambah tua akibat kerusakan pada sel-sel tubuh.

Efeknya lebih jelas terlihat pada wanita

Wanita yang mendengkur cenderung mengalami penuaan biologis yang lebih cepat dibandingkan pria. Ada dua alasan terkait temuan ini, yaitu wanita cenderung memiliki fase REM dominan dan episode sleep apnea obstruktif yang memburuk selama fase REM.

Kabar baiknya, efek perubahan epigenetik tersebut dapat dibatalkan dengan lebih dulu mengatasi gangguan atau kondisi yang menyebabkan Anda ngorok saat tidur. Misalnya karena sleep apnea obstruktif, penyakit demensia, penyakit kardiovaskular, dan kanker.

Masih diperlukan penelitian lanjutan

Penelitian ini hanya mengungkapkan hubungan antara kebiasaan ngorok saat tidur dan penuaan sel yang dipercepat.

Para peneliti tidak menyelidiki dampak pengobatan sleep apnea terhadap pencegahan penuaan sel dan penurunan risiko penyakit yang ditimbulkannya. Penelitian ini juga hanya mengamati pola tidur peserta selama satu hari. Batasan ini yang dapat menjadi celah bagi penelitian mendatang untuk merancang analisis yang lebih lengkap

Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengamati pola tidur peserta secara berkala dan mengikutsertakan individu yang sehat (tidak pernah ngorok dan tidak punya faktor pemicunya) sebagai pembanding.

Jangan sepelekan kebiasaan ngorok

Dengkuran yang tergolong ringan umumnya tidak akan mengganggu kualitas tidur. Namun, perlu diwaspadai jika dengkuran yang muncul membuat Anda tersedak, sakit kepala saat bangun tidur, mengantuk di siang hari, sulit konsentrasi, gelisah, dan nyeri dada.

Gejala ini bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur yang lebih serius, seperti obstruktif sleep apnea hingga faktor risiko penyakit jantung, hipertensi, stroke, dan diabetes. Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Wanita Lebih Cepat Tua Setelah Punya Anak, Apa Benar?

Pengalaman menjadi seorang ibu memang beragam bagi setiap wanita. Namun, katanya wanita cenderung lebih cepat tua setelah memiliki anak. Apa itu benar?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 29/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Sindrom Werner, Penyakit Langka yang Meniru Penuaan Dini

Penuaan adalah sebuah kepastian. Namun, beberapa faktor bisa membuat penuaan lebih cepat datang, salah satunya Werner syndrome. Apa itu sindrom Werner?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/06/2019 . Waktu baca 3 menit

Sebenarnya, di Usia Berapa Perlu Mulai Pakai Produk Antiaging?

Produk anti-aging membantu memperlambat penuaan sehingga kulit tetap awet muda. Menurut dermatolog, di usia inilah seseorang perlu pakai produk anti-aging.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Kecantikan 23/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Natur-E

Natur-E adalah suplemen vitamin E dengan segudang manfaat untuk kulit dan kesehatan. Cek aturan pakai, efek samping, serta peringatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 14/03/2019 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kesalahan dalam olahraga

Bukannya Bugar, 5 Kesalahan Olahraga Ini Malah Membuat Anda Terlihat Tua

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/11/2019 . Waktu baca 4 menit
bahaya mendengkur

Selain Berisik, Ini 5 Bahaya yang Mengintai Jika Anda Sering Mendengkur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit
orang gemuk mendengkur

Orang Berbadan Gemuk Ternyata Lebih Sering Mendengkur, Ini Sebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/10/2019 . Waktu baca 4 menit
produk perawatan anti aging

Intip 4 Produk Perawatan Wajah yang Ampuh Menangkal Penuaan Dini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/09/2019 . Waktu baca 4 menit