4 Cara Supaya Anda Tidak Lagi Mengigau saat Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Teman sekamar sering protes karena Anda sering mengigau saat tidur dan meminta untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Pernah mengalaminya? Padahal tak seorang pun bisa mengontrol diri sendiri saat mengigau. 

Ada banyak faktor pencetus yang membuat seseorang mengigau. Meski tak bisa dikontrol, tentu Anda bisa mengelola diri supaya tidak lagi mengigau saat tidur.

Cara menghilangkan kebiasaan mengigau saat tidur

Mengigau merupakan bagian dari kondisi parasomnia. Salah satu kondisi ini merujuk pada seseorang yang berbicara saat tidur. Meskipun sering terjadi, tetapi mengigau tidak selalu menimbulkan dampak kesehatan yang serius.

Biasanya mengigau tidak berlangsung selama 30 detik per episode. Pada orang yang sering mengigau, episode ini dapat terulang beberapa kali dalam satu siklus tidur. Tentu Anda bertanya-tanya, apa yang membuat Anda sering mengigau.

Melansir Psychology Today, faktor penyebab seseorang mengigau di antaranya kurang tidur, alkohol dan narkoba, demam, stres, cemas, hingga depresi.

Jika Anda memiliki salah satu faktor di atas dan kerap mengigau, atasilah segera. Ikuti cara berikut untuk menghilangkan kebiasaan mengigau saat tidur.

1. Hindari stres

Menghilangkan kebiasaan mengigau saat tidur bisa dilakukan dengan menghindari stres. Meskipun ada beragam masalah yang Anda hadapi setiap hari, cobalah untuk mengelola stres. 

Terpapar stres terus menerus dapat menyebabkan masalah tidur. Anda tidak bisa sepenuhnya beristirahat saat berhasil tertidur. Oleh karena itu, siklus tidur sangat mungkin terganggu, sehingga bisa meningkatkan kemungkinan Anda mengigau.

Menghindari dan mengelola stres dapat dilakukan secara mudah dengan cara di bawah ini.

  • tetap berpikir positif
  • menerima hal yang terjadi di luar kontrol
  • meditasi atau yoga
  • berolahraga
  • makan dengan gizi seimbang
  • melakukan hobi
  • hindari alkohol dan narkoba
  • curhat

Jangan terus terkungkung saat stres melanda, lakukan hal yang membawa diri Anda lebih rileks dan positif.

2. Perbaiki jam tidur Anda

Kurang tidur bisa meningkatkan kemungkinan Anda untuk mengigau. Oleh karenanya, menghilangkan mengigau dapat dilakukan dengan memperbaiki jam tidur.

Selain memastikan tidur cukup selama 8 jam, Anda perlu memperbaiki kebiasaan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama. Cara ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur, sehingga Anda bisa sepenuhnya berisitirahat. 

Jauhkan alat elektronik seperti laptop, tablet, dan telepon genggam. Suasana tidur perlu dibuat sekondusif mungkin tanpa interupsi.

Sebelum tidur, buat diri Anda lebih rileks. Caranya dengan membaca buku atau minum secangkir teh herbal, seperti teh magnolia bark, chamomile, lavender, atau passion fruit. Dengan demikian, Anda menghilangkan kebiasaan mengigau dan saat tidur jadi lebih tenang.

3. Memasang White Noise

white noise adalah

Anda juga bisa mencoba gunakan white noise saat tidur untuk menghilangkan kebiasaan mengigau. White noise merupakan suara dalam frekuensi tertentu yang membuat pendengarnya merasa rileks.

Suara ini mungkin saja berasal dari AC, kipas angin, atau purifier dari ruangan. Namun, sensasi suara semacam ini dapat dicari dengan mudah melalui aplikasi video atau musik.

Menurut Sleep Foundation, white noise ini dapat membantu Anda mendapatkan kualitas tidur yang baik. Sebab efeknya yang menenangkan dan membuat Anda lebih mudah tertidur.

Saat Anda berhasil tidur dengan nyenyak, otomatis kualitas tidur jadi lebih baik. Sehingga Anda bisa menghilangkan kebiasaan mengigau saat tidur.

4. Berkonsultasi ke dokter

Cara menghilangkan mengigau saat tidur adalah dengan berkonsultasi segera ke dokter. Terutama jika Anda sering mengigau secara intens, misalnya menjerit saat tidur, melakukan tindakan yang membahayakan, dan memiliki riwayat mengigau dari kecil.

Sebenarnya belum ada tes spesifik untuk mendiagnosis kebiasaan mengigau. Namun, bila Anda mengalami hal ini secara berkala dan intens, mungkin saja ada penyebab gangguan tidur lainnya. Maka itu, Anda perlu melaporkan keluhan yang dirasakan kepada dokter.

Sebelum berkonsultasi ke dokter, akan sangat membantu bila Anda membuat sebuah jurnal tidur. Jurnal ini berisi tentang masalah tidur Anda. Mulai dari rekam jejak tidur, jam Anda tidur dan terbangun, obat-obatan yang dikonsumsi, konsumsi kafein, dan aktivitas fisik.

Jurnal tidur ini akan memudahkan dokter untuk menganalisis gangguan tidur Anda. Mungkin saja dokter memberikan rekomendasi yang tepat atas keluhan Anda sering mengigau.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit