Saat Sedang Rutin Minum Obat Tidur Resep, Bolehkah Tiba-tiba Menghentikan Konsumsinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan obat tidur biasanya ditujukan untuk membantu Anda yang mengalami masalah susah tidur. Ada obat tidur yang bisa dibeli bebas di apotek, tapi ada juga yang hanya bisa diperoleh atas resep dokter. Segala jenis obat, termasuk obat tidur, punya aturan minumnya masing-masing yang harus dipatuhi oleh setiap penggunanya. Lantas, ketika sedang minum obat tidur resep, bolehkah berhenti di tengah jalan?

Apa saja jenis obat tidur resep?

obat kemoterapi kanker tenggorokan

Keputusan untuk menggunakan obat tidur mau tidak mau dilakukan oleh Anda yang sulit tidur nyenyak, bahkan bisa terjaga sepanjang malam. Namun, aturan minum obat tidur tidak boleh sembarangan, terutama obat tidur yang diresepkan oleh dokter.

Ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan dokter sebelum menentukan jenis obat tidur beserta dosis minum yang tepat. Mulai dari penyebab yang mendasari hal ini, sampai ada atau tidaknya kondisi medis tertentu yang Anda miliki.

Hal ini dikarenakan obat tidur resep memiliki efek samping di baliknya, khususnya bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya penyakit hati maupun penyakit ginjal, yang berisiko memperburuk kondisi kesehatan Anda bila diminum tidak sesuai aturan.

Berbekal beberapa hal tersebut, barulah dokter dapat menentukan jenis obat tidur yang sesuai untuk Anda. Itu sebabnya, Anda tidak bisa asal minum maupun berhenti secara tiba-tiba saat sedang dalam perawatan dengan minum obat tidur resep.

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa jenis obat tidur yang biasanya diresepkan oleh dokter. Meliputi doxepin (Silenor), estazolam, eszopiclone (Lunesta), ramelteon (Rozerem), temazepam (Restoril), dan triazolam (Halcion).

Ada pula zaleplon (Sonata), zolpidem (Ambien, Edluar, Intermezzo, Zolpimist), serta suvorexant (Belsomra).

Bolehkah berhenti minum obat tidur resep tiba-tiba?

super tetra adalah obat

Ketika sedang rutin menjalani perawatan susah tidur dengan bantuan dari obat tidur, Anda sebaiknya mematuhi beberapa hal penting. Misalnya dilarang minum obat tidur bersamaan dengan alkohol, serta hindari minum obat tidur saat mengemudi dan mengoperasikan mesin.

Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk berhenti minum obat tidur resep mendadak di tengah-tengah masa perawatan tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Terlebih lagi apabila Anda sudah rutin minum obat tidur resep ini dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bukan tanpa alasan. Anda tidak dianjurkan untuk berhenti minum obat tidur resep guna mencegah munculnya berbagai efek samping buruk setelahnya. Contohnya mengalami kecemasan, mual, hingga kram otot.

Sebenarnya, tidak semua orang langsung merasakan efek samping yang buruk setelah berhenti minum obat tidur resep mendadak. Hal ini tergantung dari jenis obat tidur yang digunakan, frekuensi minum dalam sehari, serta telah digunakan dalam jangka waktu berapa lama.

Bagaimana cara aman berhenti minum obat tidur resep?

memilih obat antidepresan terbaik ampuh

Berdasarkan Institute for Quality and Efficiency in Health Care, cara terbaik untuk berhenti minum obat tidur resep yakni dengan mengurangi dosisnya secara bertahap. Jangan lupa, patuhi juga seluruh anjuran dokter selama menjalani proses berhenti dari rutinitas minum obat tidur ini.

Di sisi lain, dukungan psikologis juga dapat membantu Anda untuk berhenti secara perlahan dari rutinitas minum obat resep. Hindari menghentikan sendiri rutinitas minum obat tidur resep.

Dokter biasanya akan memberikan Anda aturan yang tepat sampai benar-benar berhasil berhenti minum obat tidur resep. Ada dua cara, misalnya dengan mengurangi dosis obat atau frekuensi minum obat secara bertahap.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut oleh Michael J. Sateia, MD, seorang dosen psikiatri di Dartmouth Medical School. Jika Anda rutin minum obat tidur setiap malam, Anda bisa mengurangi frekuensi minum obat sekali dalam seminggu.

Jadi, dalam waktu 7 hari, Anda hanya akan minum obat tidur selama 6 hari. Ketika Anda sudah terbiasa, Anda bisa menambah mengurangi frekuensi minum obat tidur menjadi 2 hari.

Begitu seterusnya sampai Anda berhasil hanya minum obat tidur sebanyak 1 kali dalam seminggu, hingga tidak minum sama sekali. Sementara untuk mengurangi dosis obat tidur, juga bisa dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit.

Lagi-lagi, pastikan Anda sudah mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Dokter nantinya akan menentukan cara terbaik agar Anda bisa berhenti minum obat tidur resep sesuai dengan kondisi yang Anda miliki.

Proses berhenti dari rutinitas minum obat tidur resep ini tidaklah singkat. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk bersabar dan terus mematuhi aturan yang disampaikan oleh dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Kapan Harus Mulai Minum Obat Tidur Jika Tidak Pernah Bisa Tidur Nyenyak?

Obat tidur bisa digunakan untuk mengatasi masalah sulit tidur yang sering melanda. Tapi kapan boleh minum obat tidur? Lalu bagaimana cara penggunaannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 23/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Anak Susah Tidur, Amankah Jika Ortu Beri Obat Tidur?

Obat tidur dapat membuat seseorang mengantuk dan tidur lebih lama. Bolehkah jika anak minum obat tidur saat ia susah tidur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 03/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Efek Samping Obat Fenitoin (Phenytoin), Obat Kejang yang Biasa Diresepkan Dokter

Obat phenytoin (fenitoin) biasanya digunakan untuk mengatasi kejang akibat penyakit epilepsi. Namun, mungkinkan obat fenitoin menimbulkan efek samping?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/09/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit
minum obat puasa

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19/04/2020 . Waktu baca 4 menit
jenis obat sirup yang harus dikocok

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 4 menit
minum obat dengan air dingin

Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Apakah Ada Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit