Mengapa Wanita Lebih Sulit Menahan Buang Air Kecil Daripada Pria?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masalah sulit menahan kencing, atau yang juga dikenal dengan inkontinensia urin, umum dialami oleh banyak orang dewasa. Namun ternyata, kondisi ini lebih sering ditemui pada wanita daripada pria. Apa alasannya?

Kenapa wanita lebih sulit menahan kencing daripada pria?

Peneliti mengemukakan bahwa alasan kenapa wanita lebih sulit menahan kencing mungkin didasari oleh beberapa faktor, mulai dari usia, kehamilan dan melahirkan, riwayat operasi, hingga penyakit dan gangguan saraf tertentu.

Pada perempuan yang baru melahirkan, entah itu lewat persalinan normal atau caesar, perubahan otot-otot panggul dapat melemahkan otot-otot lainnya di sekitar kandung kemih. Ketika kandung kemih memutuskan untuk membuang urin, otot-otot di sekitarnya seharusnya mengencang. Pada saat yang bersamaan, otot di sekitar urethra menjadi rileks dan urin pun dikeluarkan dari tubuh. Nah setelah melahirkan, otot-otot panggul malah jadi melemas sehingga pengeluaran urin pun tidak bisa ditahan. Hal yang sama pada dasarnya juga terjadi pada ibu hamil. Kandungan yang semakin hari semakin berat dan menekan kandung kemih di bawahnya membuat Anda sulit menahan kencing.

Menurut New England Journal of Medicine, inkontinensia urin ditemukan pada 10,1%  wanita yang belum pernah melahirkan, 15,9% pada wanita yang pernah menjalani operasi caesar, dan 21% terjadi pada wanita yang pernah melahirkan normal.

Secara umum, inkontinensia urin dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi saluran kencinginfeksi vagina, iritasi, sembelit, dan obat yang memiliki efek samping pada kemampuan otot kandung kemih. Adanya kerusakan saraf yang berfungsi untuk mengontrol kemih juga dapat memengaruhi frekuensi Anda untuk bolak-balik ke kamar kecil, misalnya saja penyakit Parkinson.

Mengenal lebih dalam tipe inkontinensia urin

Inkontinensia urin dibagi menjadi 3 tipe yaitu stress urinary incontinence, urge urinary incontinence,dan mixed urinary incontinence.

1. Stress urinary incontinence

Stress urinary incontinence adalah kondisi yang membuat seseorang sulit menahan kencing karena tekanan, seperti batuk, tertawa, bersin, atau berolahraga.

Stress urinary incontinence terjadi karena otot cincin di sekeliling bukaan saluran kencing (uretra) tidak berfungsi dengan baik. Hal ini paling sering terjadi oleh karena proses melahirkan. Penyebab lain adalah operasi panggul atau histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Kemudian wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas juga dapat mengalami stress urinary incontinence.

2. Urge urinary incontinence

Urge urinary incontinence adalah kondisi yang menyebabkan seseorang tidak dapat menahan kencing karena rasa kebelet atau keinginan untuk buang air kecil. Urge urinary incontinence sering terjadi pada usia lanjut. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kerja otot yang berlebihan, penyakit saraf, atau cedera tulang belakang.

Frekuensi yang lebih sering atau keinginan buang air kecil di malam hari (nocturia) dengan volume urin yang sedikit merupakan tanda overactive bladder dengan atau tanpa rasa kebelet atau keinginan untuk buang air kecil. Overactive bladder juga dapat terjadi pada pria dan kejadian ini lebih sering terjadi pada usia lebih lanjut, yaitu sebanyak 16,7%.

3. Mixed urinary incontinence

Tipe ini merupakan tipe campuran antara stress urinary incontinence dan urge urinary incontinence.

Bagaimana mengatasi inkontinensia urin?

Tentunya sekarang Anda bertanya-tanya bagaimana mengatasi kesulitan menahan buang air kecil tersebut. American College of Physicians (ACP) mengemukakan beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah ini berdasarkan tipe inkontinensia Anda. Untuk ketiga tipe ini, penurunan berat badan juga baik dilakukan apabila Anda memiliki berat badan berlebihan atau obesitas.

1. Stress urinary incontinence

Untuk tipe ini, yang harus Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk menjalani operasi memperbaiki otot dinding panggul.

2. Urgency urinary incontinence

Untuk tipe ini, Anda dianjurkan untuk melakukan bladder training dimana Anda akan latihan untuk buang air kecil. Apabila bladder training tidak berhasil, maka dianjurkan untuk mengonsumsi obat dari dokter.

3. Mixed urinary incontinence

Untuk tipe ini, baiknya dilakukan perbaikan pada otot dinding panggul Anda dan bladder training.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Mengusir Bau Vagina yang Mengganggu

Bau vagina alami yang normal mirip cuka tapi tidak terlalu asam. Lantas, bagaimana cara menghilangkan bau vagina yang amis atau malah tengik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 19/07/2019 . Waktu baca 5 menit

4 Keinginan Pria Saat Pacaran yang Perlu Dimengerti Wanita

Bukan hanya wanita, pria juga juga punya keinginan untuk lebih dimengerti saat pacaran. Apa saja keinginan tersebut? Intip pada ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 08/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Jarang Pipis? Mungkin 3 Kondisi Ini Penyebabnya

Bayi umumnya sering buang air kecil. Jika bayi malah jarang pipis, Anda perlu curiga. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh kondisi tertentu. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 22/06/2019 . Waktu baca 3 menit

Vagina Bau

Vagina bau adalah kondisi bau menyengat yang tidak sedap pada kemaluan. Kondisi ini bisa dianggap sebagai pertanda infeksi. Apa obatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 21/06/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

marah saat lapar

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit
perokok pasif wanita mandul

Benarkah Wanita yang Jadi Perokok Pasif Berisiko Susah Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019 . Waktu baca 6 menit
gejala diabetes insipidus

3 Gejala Paling Khas Diabetes Insipidus yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26/08/2019 . Waktu baca 4 menit
komplikasi diabetes insipidus adalah

Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26/07/2019 . Waktu baca 3 menit