Sering Headbang Saat Konser Metal? Awas Otak Rusak

Oleh

Kalau Anda sering datang ke gigs atau suka menonton konser dan festival musik rock, punk, atau metal, pasti tahu kan, istilah head banging atau headbang?

Ketika masih remaja atau mungkin sampai sekarang, Anda mungkin suka menikmati musik-musik cadas nan kencang itu sambil mengangguk-anggukkan kepala Anda. Tapi tahukah Anda kalau sebenarnya headbang itu ternyata berbahaya?

WebMD.com pada tahun 2008 lalu melaporkan bahwa headbang bisa berbahaya untuk otak, tepatnya bisa mencederai otak dan bahkan bisa menyebabkan stroke! Waduh…

Temuan bahwa headbang berbahaya ini diungkapkan oleh dua peneliti dari University of New South Wales di Australia. Kedua peneliti ini yaitu professor Andrew McIntosh dan asistennya, Declan Patton, menemukan bahwa menggerakkan kepala ke atas dan ke bawah dengan cepat, memutar kepala dengan kencang, atau menggerakkan kepala dan leher ke sana ke mari saat mendengarkan musik, bisa meningkatkan risiko cedera. Risiko tersebut makin tinggi ketika tempo musiknya juga tinggi.

Ada bisa mengurangi risiko cedera dengan menggunakan pelindung leher atau menggerakkan kepala Anda secara perlahan, kata dua peneliti tersebut.

Andrew dan Declan melakukan penelitiannya dengan mengunjungi berbagai konser musik metal, seperti Motorhead, Ozzy Osbourne, dan Skid Row. Mereka melihat bahwa headbang sering sekali dilakukan para penonton yang datang. Sampai akhirnya mereka membuat teori risiko hubungan antara cedera otak dan tempo musik, serta jarak pergerakan leher dan kepala. Mereka menemukan peningkatan risiko cedera leher saat musik mencapai tempo 130 beat per menit.

Mereka kemudian menemukan bahwa setiap 146 beat per menit, para penonton akan melakukan headbang. Ini disimpulkan setelah membuat daftar dari 11 lagu yang bisa membuat seseorang melakukan headbang. Headbang yang bisa menyebabkan sakit kepala dan pusing, terjadi ketika pergerakan leher dan kepala lebih besar dari 75 derajat.

Kedua peneliti ini pun memberikan saran kepada para musisi agar setiap kali merilis album untuk menyertakan juga peringatan untuk para pendengar dan penontonnya supaya melakukan headbang dengan hati-hati.

Bisa terjadi perdarahan di otak

Pada tahun 2014 lalu, The Daily Beast juga melaporkan sebuah studi kasus baru yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet, yang mengungkapkan bahwa head banging menyebabkan kerusakan otak, karena otak akan beradu dengan tengkorak kepala.

Penelitian tersebut dilakukan karena adanya kasus yang menimpa penggemar musik heavy metal di Jerman, yang otaknya mengalami perdarahan setelah melakukan headbang saat menonton konser Motorhead.

Pria berusia 50 tahun ini mengeluh sakit kepala selama dua minggu dan akhirnya dirawat di Hannover Medical School. CT scan memperlihatkan adanya perdarahan otak (subdural hematoma kronis) di bagian otak kanannya. Kepada dokter, pria tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah sering melakukan headbang selama bertahun-tahun.

Salah satu dokter yang merawatnya, Dr. Ariya Pirayesh Islamian, mengatakan bahwa para dokter tidak menentang seseorang melakukan headbanging. Menurut Dr. Ariya, risiko headbang sendiri sangat, sangat rendah.

“Tapi saya pikir jika pasien kami pergi ke konser klasik, hal ini tidak akan terjadi,” kata Dr. Ariya.

Seorang ahli bedah saraf dan wali dari Headway (kelompok advokasi cedera otak di Inggris), Dr. Colin Shieff, mengatakan bahwa mungkin ada risiko lain yang lebih tinggi di konser musik rock selain head banging.

“Kebanyakan orang yang pergi ke festival musik dan melompat-lompat sambil menggelengkan kepala tidak berakhir di tangan seorang ahli bedah saraf,” papar Dr. Colin.

Namun, apabila Anda ingin tetap menikmati musik kencang seperti punk, rock, dan metal, sekaligus ingin menikmatinya dengan headbanging, ada baiknya mengikuti apa yang disarankan professor Andrew McIntosh dan asistennya, Declan Patton tadi, yaitu melakukannya dengan tidak berlebihan.

Bila Anda merasa ada yang salah dengan kepala Anda atau Anda merasa sakit kepala berkepanjangan setelah ber-headbang ria di konser musik, ada baiknya Anda segera pergi ke dokter untuk memeriksanya.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca