Penampakan Jari Tangan Anda Bisa Tentukan Risiko Depresi dan Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah mendengar kalau panjang jari tangan seorang pria dapat mengungkapkan panjang penis miliknya. Tapi tahukah Anda jari tangan ternyata juga dapat memprediksi berbagai hal — termasuk kekayaan, kesehatan, dan kepribadian? Psstt.. Ini bukan cuma mitos klenik, lho! Ada bukti sains yang bisa mendukungnya.

Cek kesehatan dan kepribadian lewat panjang ukuran jari tangan

Panjang jari tangan ditentukan selama perkembangan janin dalam kandungan. Sederhananya, seseorang yang kadar hormon testosteronnya tinggi cenderung menampilkan fitur wajah maskulin, seperti bentuk rahang yang kokoh dan persegi. Dengan demikian, lebih banyak testosteron dalam tubuh artinya akan lebih besar kesempatan Anda untuk memiliki tangan “maskulin”, yang biasanya ditandai dengan ukuran jari telunjuk pendek.

Lalu, apa hubungannya panjang jari tangan dengan kepribadian kita?

1. Kestabilan finansial

Sebuah studi terbitan jurnal Economics and Human Biology mengamati data selisih panjang jari telunjuk dengan jari manis dari 700 pria dan 900 wanita berusia  25-60 tahun. Setelah mengumpulkan informasi data pemasukan dan status keuangan masing-masing, peneliti menemukan bahwa semakin kecil selisih panjang jari telunjuk dan jari manis, semakin tinggi pendapatan seseorang.

Orang dengan jari telunjuk pendek lebih mungkin untuk berprofesi sebagai prajurit, insinyur, spekulator, dan pemain catur, serta juga lebih baik dalam memecahkan masalah seperti permainan teka-teki silang.

2. Kepribadian dan orientasi seksual

Studi telah menemukan bahwa janin yang terpapar testosteron dalam tingkat tinggi selama dalam kandungan — memiliki jari telunjuk pendek — cenderung memiliki kepribadian ekstrovert.

Di sisi lain, laki-laki yang memiliki jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manis kebanyakan adalah gay, sementara perempuan yang memiliki pola jari maskulin (jari telunjuk pendek) besar kemungkinannya adalah seorang lesbian dan menampilkan agresivitas yang lebih tinggi. Setidaknya, begitu yang diungkapkan oleh sejumlah studi ilmiah.

3. Romantisme dan kegombalan seseorang

Menurut sebuah studi dari Journal of Consumer Psychology, laki-laki yang punya jari telunjuk pendek termasuk orang yang romantis dan loyal dalam memanjakan pasangan atau calon pasangannya. Mereka lebih mungkin untuk mengerahkan segala macam upaya demi memberikan kesan mendalam kepada pasangannya, dengan memberikan hadiah romantis seperti sekotak cokelat, buket bunga, atau makan malam romantis.

Selain itu, orang-orang ini cenderung untuk sangat memerhatikan penampilan mereka dengan mengenakan pakaian stylish atau potongan rambut masa kini. Mereka juga lebih cenderung untuk mati-matian berolahraga demi membentuk fisik yang menarik.

Hal yang sama juga ditunjukkan oleh perempuan yang ukuran jari telunjuknya lebih panjang dari jari manisnya.

4. Kecenderungan autisme dan depresi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Perilaku Brain Research menemukan bahwa paparan tinggi testosteron dalam kandungan dapat membuat kita rentan terhadap sejumlah masalah kesehatan — termasuk depresi.

Jari telunjuk yang pendek dan jari manis panjang sebagai akibat dari tingginya testosteron menunjukkan tingginya kemungkinan untuk mengembangkan penyakit seperti ADHD dan autisme untuk pria, dan gangguan kecemasan dan depresi bagi wanita.

5. Kecenderungan skizofrenia pada laki-laki

Skizofrenia adalah gangguan mental yang paling umum ditemukan — memengaruhi sekitar 24 juta orang di seluruh dunia. Sebuah studi asal Turki mengukur panjang jari dari 103 pasien laki-laki skizofrenia dan membandingkannya dengan 100 pria sehat.

Hasilnya, penderita skizofrenia lebih mungkin untuk memiliki jari telunjuk tangan kanan yang lebih panjang dan jari manis yang lebih pendek. Di tangan kirinya justru kebalikan: pasien skizofrenik memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dan jari manis yang lebih panjang.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan tingkat tinggi testosteron atau hormon lainnya di dalam rahim dapat benar-benar berdampak pada perkembangan otak, meningkatkan risiko bayi terhadap skizofrenia dan gangguan kesehatan mental lainnya.

6. Faktor risiko kanker prostat

Pria dengan jari manis pendek mungkin kesempatan bertahan hidup yang lebih baik dari kanker prostat, menurut sebuah studi oleh tim peneliti medis Korea. Temuan ini menunjukkan bahwa pasien kanker juga memberikan respon yang lebih baik terhadap obat anti-tumor disebut dutasteride jika ukuran jari manis lebih pendek dari jari telunjuk mereka. Dutasteride memerangi kanker dengan menghalangi efek testosteron pada prostat.

Penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan panjang jari tangan dengan berbagai risiko kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung, osteoarthritis, dan penyakit saraf motorik (Motor Neuron Disease).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Antidepresan Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Obat antidepresan adalah obat yang dapat meringankan gejala depresi pada ibu hamil. Tetapi, apakah minum antidepresan saat hamil itu aman?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit