Punya badan tinggi bak supermodel adalah impian banyak orang. Tapi sayang, di balik semua “kemewahan” menjadi orang berbadan tinggi, ada risiko kesehatan yang mengintai. Pria bertubuh tinggi besar, misalnya, dilaporkan terancam risiko kematian yang lebih besar akibat kanker prostat ganas. Ada satu lagi risiko kesehatan yang secara khusus dapat menghampiri orang-orang yang punya badan tinggi menjulang — yaitu penggumpalan darah di kaki, alias trombosis vena dalam (DVT).

Risiko penggumpalan darah tersebut paling rendah pada wanita dan pria yang bertubuh pendek, dan bisa meningkat seiring dengan meningkatnya tinggi badan. Penggumpalan darah sebenarnya merupakan hal yang normal, namun bisa diam-diam berakibat fatal jika terlambat didiagnosis dan tidak ditangani dengan baik.

Apa itu trombosis vena dalam (DVT)?

Ketika ada zat atau partikel asing yang mencegah darah mengalir dengan normal atau membeku dengan baik, ini dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah. Ketidakseimbangan kimia dalam proses pembekuan darah juga dapat menyebabkan darah jadi menggumpal. Selain itu, adanya masalah pada katup vena juga menyulitkan alirah darah untuk kembali ke jantung sehingga mungkin menggumpal di tengah perjalanan balik.

Penggumpalan darah yang terjadi di salah satu pembuluh darah besar dalam tubuh disebut sebagai trombosis vena dalam (DVT). DVT biasanya terjadi di pembuluh darah kaki, terutama paha atau betis. Trombosis vena dalam kadang terjadi tanpa alasan yang jelas. Namun, risiko mengembangkan DVT meningkat pada situasi tertentu. Misalnya, ketika Anda terlalu lama duduk. Ini menyebabkan darah berkumpul di sekitar pergelangan kaki dan menimbulkan bengkak hingga varises, yang kemudian berujung pada penggumpalan darah.

Darah yang menggumpal adalah hal yang normal dan pada dasarnya tidak berbahaya. Biasanya, tubuh Anda akan secara alami melarutkan bekuan darahnya. Namun ketika gumpalan darah tak kunjung hilang dan akhirnya lepas hanyut menuju bagian tubuh lain, ini bisa berbahaya.

Gumpalan darah di kaki yang berpindah menyumbat paru dapat menyebabkan emboli paru. Emboli paru adalah komplikasi DVT yang paling serius dan bisa berakibat fatal jika tidak mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin. Penggumpalan darah di paru dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Gumpalan yang besar dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, dan mengakibatkan gagal jantung. Sekitar satu dari 10 orang dengan DVT yang tidak diobati dapat menyebabkan emboli paru parah.

Ketika gumpalan darah di kaki lepas menuju arteri jantung atau otak dan menyumbatnya, ini dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke ketika gumpalan darah tiba-tiba pecah.

Pengaruh tinggi badan terhadap risiko trombosis vena dalam

Sebuah studi di Swedia yang melibatkan lebih dari 2,5 juta penduduk yang lahir di antara tahun 1951-1992, menemukan bahwa risiko penggumpalan darah berkurang sebanyak 69 persen pada perempuan yang bertubuh lebih pendek dari 155 cm dibandingkan dengan perempuan yang lebih tinggi dari 185 cm. Risiko penggumpalan darah pada laki-laki berkurang sebanyak 65 persen yang tinggi badannya tak melebihi dari 160 cm dibandingkan dengan laki-laki yang tinggi badannya lebih dari 190 cm.

Pada laki-laki, hubungan tinggi badan dengan penggumpalan darah berpengaruh terhadap risiko trombosis vena dalam di kaki dan juga emboli paru. Sedangkan pada perempuan, hanya berpengaruh pada risiko trombosis vena dalam di kaki.

Peneliti juga menemukan hubungan yang signifikan antara risiko penggumpalan darah dengan tinggi badan di antara saudara kandung. Mereka menemukan bahwa di antara saudara kandung dengan jenis kelamin yang sama, risiko trombosis vena dalam (DVT) jauh lebih lebih rendah pada saudara kandung yang lebih pendek 5 cm di bandingkan saudaranya.

Kenapa orang yang badannya tinggi lebih berisiko alami penggumpalan darah di kaki?

Perbedaan risiko tersebut bisa terjadi karena individu yang lebih tinggi memiliki pembuluh darah di kaki yang lebih panjang, sehingga terdapat area permukaan pembuluh darah yang lebih banyak dimana masalah dapat terjadi.

Gravitasi juga dapat berperan dalam pembekuan darah ini. Pembuluh darah kaki orang yang tinggi menerima lebih banyak tekanan gravitasi sehingga dapat meningkatkan risiko aliran darah melambat atau berhenti sementara. Aliran darah yang lambat akan meningkatkan risiko pembentukan gumpalan darah.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah DVT kalau badan saya tinggi?

Tinggi badan merupakan salah satu faktor risiko yang tidak dapat kita ubah. Untuk mengurangi risiko atau menghindari penyakit tersebut, terdapat faktor-faktor lain yang masih dapat kita lakukan, seperti pola makan yang sehat dan seimbang, beraktivitas fisik atau berolahraga secara rutin, tidak merokok, dan tidak minum alkohol.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca