Tak Hanya Usir Kantuk, Ternyata Tidur Juga Bisa Redakan Nyeri Lho!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27/04/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Tidur bukan hanya kebutuhan, melainkan kerap menjadi kegiatan favorit banyak orang. Bahkan tak hanya mengusir kantuk, tidur juga menjadi pilihan untuk menghilangkan rasa sakit. Faktanya, para ahli menemukan bukti bahwa meredakan nyeri menjadi salah satu manfaat tidur yang mungkin belum banyak diketahui.

Tidur terbukti mampu menghilangkan rasa sakit

bahaya kurang tidur

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menemukan fakta bahwa kurang tidur bisa meningkatkan kepekaan tubuh terhadap rasa sakit dengan cara menekan kerja respons pusat pereda nyeri di otak.

Dengan kata lain, saat tubuh kurang tidur, bagian otak yang bertugas mengurangi atau menghilangkan rasa sakit menjadi tidak seresponsif biasanya.

Penelitian ini dilakukan oleh Matthew Walker, seorang dosen ilmu saraf dan psikologi di University of California di Berkeley, dan Adam Krause, seorang kandidat doktoral di fakultas yang sama untuk melihat manfaat dari tidur.

Keduanya melakukan penelitian pada 24 orang dengan memberikan rangsangan panas pada kaki mereka. Para peserta yang dipilih tidak memiliki masalah tidur atau rasa sakit di bagian tubuhnya pada awal penelitian.

Dalam proses ini, para peneliti kemudian memindai otak mereka untuk melihat respons otak yang memproses rasa sakitnya dengan menggunakan MRI. Para ilmuwan mulai merekam ambang rasa sakit masing-masing peserta setelah mereka tidur nyenyak dengan rangsangan panas di kakinya.

Setelah menetapkan batas rasa sakit para peserta, peneliti kemudian mengulangi prosedur yang sama. Bedanya, peserta diminta untuk tidak tidur semalaman.

Kurang tidur meningkatkan kepekaan rasa sakit tubuh

kurang tidur penyebab gangguan kecemasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepekaan para peserta terhadap rasa sakit meningkat ketika mereka kurang tidur. Para peneliti menemukan bahwa korteks somatosensori otak, bagian otak yang berkaitan dengan kepekaan rasa sakit, menjadi terlalu aktif ketika peserta tidak cukup tidur.

Selain itu, aktivitas nucleus accumbens di otak juga diketahui lebih rendah dari biasanya saat para peserta kurang tidur. Nucleus accumbens adalah bagian otak yang melepaskan neurotransmitter dopamin atau hormon bahagia dan pereda nyeri.

Tak hanya itu, insula otak, bagian yang menilai sinyal rasa sakit dan mempersiapkan reaksi tubuh terhadap rasa sakit juga menjadi kurang aktif. Padahal, bagian ini berperan besar dalam memicu senyawa penghilang rasa sakit alami di tubuh, termasuk salah satunya dopamin.

Oleh karena itu, Walker menyatakan bahwa kurang tidur bukan hanya membuat orang lebih peka terhadap nyeri tapi juga menghalangi otak untuk menghilangkan rasa sakit itu.

Tidur memiliki manfaat sebagai pereda nyeri alami

Untuk memperkuat hasil temuannya, para peneliti kemudian melakukan survei terhadap lebih dari 230 orang dewasa lainnya. Para peserta kemudian memberikan laporan mengenai pola tidur mereka selama beberapa hari dan kepekaannya terhadap rasa sakit.

Hasilnya, para ilmuwan menemukan fakta bahwa setiap perubahan pada jam tidur akan berdampak pada rasa sakit yang akan dirasakan keesokan harinya.

Oleh karena itu, di sini Walker menyimpulkan bahwa tidur memiliki manfaat sebagai salah satu cara menghilangkan rasa sakit secara alami.

Tak hanya meredakan sakit, tidur juga bisa membantu mengendalikan rasa nyeri pada seseorang.

Tips agar tidur lebih nyenyak

minum kopi sebelum tidur siang

Tidur memang bisa menghilangkan rasa sakit secara alami. Namun, harus dilakukan dengan cara yang tepat. Berikut berbagai tips yang bisa Anda coba agar tidur lebih nyenyak sehingga rasa sakit pun bisa teredam.

Cari posisi yang tepat

Orang dengan nyeri kronis, seperti pada punggung bawah, tidak bisa tidur dengan sembarang posisi. Oleh karena itu, hal terpenting untuk membuat tidur tetap nyenyak, yaitu dengan menemukan posisi yang tepat.

Telentang dan miring ke samping menjadi posisi yang banyak dianjurkan. Intinya, pilih posisi tidur paling nyaman yang tidak membuat rasa sakit semakin menjadi-jadi.

Tidur di waktu yang sama

Tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari membantu tubuh mengatur jam biologisnya. Ketika jam biologis atau internal tubuh diatur dengan baik, kualitas tidur Anda pun biasanya akan lebih optimal.

Dengan begitu, Anda bisa memetik manfaat maksimal dari tidur, terutama untuk meredakan atau menghilangkan rasa sakit yang menganggu.

Tidak minum kafein malam-malam

Minuman berkafein seperti teh dan kopi bisa membuat Anda terjaga sepanjang malam. Ini karena kafein merupakan zat stimulan yang bisa membuat Anda lebih berenergi.

Oleh karena itu, hindari berbagai minuman berkafein di malam hari agar Anda bisa tidur tepat waktu dengan kualitas yang maksimal.

Atur suhu kamar

Agar manfaat tidur yang Anda dapatkan bisa maksimal, atur suhu kamar Anda jangan terlalu panas atau terlalu dingin. Menurut H. Craig Heller, PhD, dosen biologi di Stanford University, suhu kamar yang pas berkisar pada 18 sampai 22 derajat celcius.

Tidak memainkan gawai (gadget)

Ponsel, laptop, dan komputer memiliki paparan sinar biru yang bisa mengganggu jam biologis tubuh. Oleh karena itu, usahakan untuk menghindari barang-barang tersebut agar Anda bisa tidur lebih nyenyak.

Cobalah untuk mempraktikkan berbagai tips ini setiap hari agar manfaat tidur yang Anda dapatkan bisa maksimal. Dengan begitu, rasa nyeri di tubuh yang menganggu di hari ini bisa berkurang keesokan harinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Posisi Tidur Menggambarkan Kondisi Hubungan Anda dengan Pasangan

Pergerakan saat tidur memang tidak dilakukan dengan tak sadar, tapi ternyata posisi tidur bisa menggambarkan hubungan Anda dengan pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/03/2020 . 5 menit baca

4 Cara Menyiasati Jadwal Tidur Anda yang Berbeda Dengan Pasangan

Pasangan yang beda kebiasaan tidur bisa mengurangi keintiman Anda dalam berhubungan. Jangan khawatir, ikuti beberapa tips menghadapinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/02/2020 . 4 menit baca

Manfaat Minyak Bunga Kamboja, Minyak Esensial dengan Wangi yang Menenangkan

Minyak bunga kamboja mungkin tidak sepopuler minyak esensial lainnya. Padahal, minyak bunga kamboja memiliki beragam manfaat. Berikut contohnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/01/2020 . 3 menit baca

Waspada Tidur Larut Malam saat Liburan, Ini Risikonya

Risiko tidur larut malam saat liburan perlu Anda perhatikan, mengingat jadwal padat yang sudah Anda rancang dari jauh-jauh hari.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Fakta Unik 01/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca
Tidur nyenyak perjalanan jauh

Tips Tidur Nyenyak Selama Perjalanan Jarak Jauh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 menit baca

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020 . 5 menit baca