Sindrom Sheehan dan Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/03/2020
Bagikan sekarang

Sindrom Sheehan adalah sebuah kondisi yang membahayakan nyawa ketika seorang wanita kehilangan darah dalam jumlah yang banyak saat melahirkan. Selain itu, kondisi ini juga dapat terjadi ketika Anda mempunyai tekanan darah yang rendah selama atau setelah melahirkan. 

Akibatnya, oksigen tubuh menurun drastis dan dapat merusak kelenjar hipofisis. Kerusakan tersebut akhirnya disebut sebagai Sheehan syndrome

Gejala sindrom sheehan

Gejala yang ditimbulkan oleh sindrom sheehan sebenarnya cukup beragam dan muncul secara perlahan. Akan tetapi, pada beberapa kasus, gejala dari penyakit ini juga dapat langsung terlihat, seperti tidak dapat disusui.

Seperti yang dilansir dari laman Mayo Clinic, gejala dari Sheehan syndrome terjadi karena hormon yang diproduksi kelenjar hipofisis terlalu sedikit. Ini dia beberapa gejala dari sindrom sheehan:

  • kesulitan memberikan ASI atau tidak bisa sama sekali
  • jarang menstruasi, hingga tidak sama sekali
  • tidak dapat menumbuhkan kembali bulu kemaluan yang sudah dicukur
  • demam 
  • rendahnya tekanan darah dan gula darah 
  • kemampuan otak menurun
  • mengalami kenaikan berat badan dan sulit merasa tetap hangat akibat hipotiroid
  • detak jantung tidak beraturan
  • ukuran payudara menyusut

Kebanyakan wanita berpikir bahwa gejala yang timbul akibat penyakit ini disebabkan oleh hal lain. Misalnya, demam biasa terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan. 

Bahkan, ada beberapa orang yang menderita sindrom sheehan yang tidak mengalami gejala apapun karena semuanya tergantung pada kerusakan kelenjar di bawah otak. Hal ini dikarenakan ada beberapa wanita yang hidup bertahun-tahun dan merasa baik-baik saja. Padahal, kelenjar hipofisisnya tidak berfungsi dengan baik. 

Penyebab sindrom sheehan 

perdarahan berat saat melahirkan

Setelah mengenali gejala apa yang timbul dari penyakit yang terjadi pada ibu yang melahirkan ini, sudah saatnya untuk mengetahui apa penyebabnya. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sindrom yang satu ini disebabkan oleh kehilangan banyak darah atau memiliki tekanan darah yang sangat rendah saat atau setelah melahirkan. 

Jumlah darah yang berkurang sangat banyak dapat merusak kelenjar hipofisis dan menghancurkan jaringan yang menghasilkan hormon. Akibatnya, kelenjar tersebut tidak dapat bekerja dengan baik. 

Hormon hipofisis beperan sebagai pengatur sistem endokrin, memberikan sinyal pada kelenjar lain untuk menaikkan atau menurunkan produksi hormon. Produksi hormon tersebut berguna untuk mengontrol metabolisme, kesuburan, tekanan darah, hingga produksi ASI. 

Jika hormon ini berkurang, tentu akan berdampak pada sistem tubuh secara keseluruhan. 

Biasanya, wanita yang hamil anak kembar dan memiliki masalah pada plasenta, risiko perdarahan saat melahirkan jauh lebih besar. Hal tersebut bisa berujung pada sindrom Sheehan. 

Faktor-faktor risiko

ketakutan menjelang persalinan

Sebenarnya, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Sheehan berkaitan erat dengan darah. Maksudnya, setiap kondisi yang dapat membuat Anda perdarahan yang parah atau menurunkan tekanan darah selama persalinan dapat meningkatkan risiko tersebut. 

Akan tetapi, perdarahan merupakan komplikasi saat persalinan yang jarang terjadi, sehingga sindrom Sheehan termasuk penyakit yang cukup langka. Bahkan, risiko ini dapat berkurang jika Anda mendapatkan perawatan yang intensif selama proses dan setelah melahirkan. 

Pilihan pengobatan untuk sindrom sheehan

methylphenidate adalah

Lantaran sindrom ini mengganggu produksi hormon yang dapat merusak sistem tubuh, pilihan pengobatannya pun seputar pada terapi penggantian hormon. Terapi penggantian hormon ini berlangsung seumur hidup untuk memenuhi hormon yang Anda lewatkan. 

Ini dia beberapa pengobatan yang biasa direkomedasikan untuk mengatasi Sheehan syndrome

  • Kortikosteroid untuk menggantikan hormon adrenokortikotropik
  • Estrogen 
  • Levothyroxine untuk meningkatkan produksi hormon tiroid
  • Pertumbuhan hormon untuk menjaga massa tulang dan menjaga kadar kolesterol

Sindrom sheehan mungkin termasuk penyakit yang langka, namun tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter jika Anda merasa ada gejala-gejala pada tubuh yang sesuai dengan sindrom tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jadi Susah Menahan BAK Setelah Melahirkan? Ini 6 Cara Mengatasinya

Anda merasakan keinginan untuk pipis yang tak tertahankan seusai persalinan? Cobalah tips berikut untuk mengatasi inkontinensia setelah melahirkan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 05/04/2019

5 Kiat Alami Mengencangkan Kulit Kendur Setelah Melahirkan

Masalah kulit kendur paling banyak dikeluhkan oleh wanita yang baru saja melahirkan. Tenang, ini 5 rahasia mengencangkan kulit kendur setelah melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Melahirkan, Kehamilan 06/03/2019

7 Manfaat Menakjubkan dari Senam Nifas untuk Ibu Baru (Kapan Boleh Mulai?)

Setelah cukup lama menikmati masa nifas untuk beristirahat dan menimang si buah hati, yuk bangkit berolahraga lewat 3 gerakan senam nifas yang mudah ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 05/03/2019

4 Tips Mudah Nan Ampuh Meredakan Jerawat Setelah Melahirkan

Jerawat tidak hanya muncul saat menstruasi atau kehamilan saja. Namun, juga setelah melahirkan. Simak tips mengatasi jerawat setelah melahirkan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting 14/02/2019

Direkomendasikan untuk Anda

afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/01/2020
masalah kulit setelah melahirkan

4 Masalah Kulit yang Mungkin Muncul Usai Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/09/2019
kaki bengkak setelah melahirkan

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2019
nyeri otot punggung

Usai Melahirkan Malah Sakit Punggung? Ini 5 Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2019