Tak Cuma Menyebabkan Penyakit Kronis, Sindrom Metabolik Juga Berbahaya Bagi Otak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi meliputi peningkatan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah dalam tubuh serta kelebihan lemak di sekitar pinggang yang terjadi secara bersamaan. Sindrom ini mengakibatkan risiko fatal, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan penurunan fungsi otak.

Berubahnya tekanan darah, kolesterol, dan juga gula darah memang secara langsung memengaruhi pembuluh darah, jantung, dan juga insulin. Namun, mengapa bisa sindrom metabolik bisa menyebabkan penurunan fungsi otak? Simak ulasannya berikut ini.

Sindrom metabolik menyebabkan penurunan fungsi otak menurut penelitian

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Pediatrics menemukan bahwa sindrom metabolik memengaruhi kemampuan kognitif pada remaja. Sebanyak 49 remaja tanpa sindrom metabolik dan 64 remaja dengan sindrom metabolik yang hanya mengalami tiga gejala sindrom metabolik melakukan tes kemampuan diri. Tes tersebut meliputi kemampuan psikomotor, daya ingat, pemahaman, dan konsentrasi.

Hasilnya menunjukkan bahwa remaja dengan sindrom metabolik memiliki skor lebih rendah pada tes kemampuan mental, membaca, dan menghitung. Kemudian, hasil MRI remaja tersebut menunjukkan adanya perubahan pada otak, yaitu berkurangnya volume hippocampus ―bagian otak besar yang berada di lobus frontal (bagian depan) yang berperan untuk penyimpanan memori. Itulah sebabnya orang yang memiliki sindrom metabolik, kemampuan fungsi otaknya lambat laun akan berkurang.

Kemudian penelitian lain juga dilakukan, namun lebih fokus kepada orang dewasa yang lebih tua. Dikutip dari Reuter, sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura mengamati lebih dari 1.500 orang. Hasilnya, 141 peserta mengembangkan gangguan kognitif ringan yaitu 14 persen pada orang dengan sindrom metabolik dan 8% pada orang yang tidak memilikinya.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa dengan sindrom metabolik memiliki risiko lebih besar mengalami penurunan fungsi otak sehingga rentan terhadap gangguan pada otak, seperti demensia, alzheimer, dan lain-lain.

Selain memperkecil volume hippocampus, sindrom metabolik bisa menyebabkan kadar gula darah naik. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu fungsi otak untuk bekerja dengan baik. Sebab otak membutuhkan glukosa untuk bekerja secara normal. Fungsi otak meliputi berpikir, belajar, dan mengingat. Bila kadar glukosa tidak normal maka kemungkinan besar kemampuan otak untuk berpikir, belajar, atau mengingat tidak bekerja dengan baik.

Bagaimana mencegah sindrom metabolik?

orang gendut olahraga

Orang yang sangat berisiko terkena sindrom metabolik adalah orang dengan kondisi obesitas sentral, yaitu penumpukan lemak di perut (perut buncit). Jadi, kunci untuk mencegah sindrom metabolik dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip hidup sehat. Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti sayur, buah, dan biji-bijian yang sesuai dengan kebutuhan.

Pastikan tubuh untuk selalu aktif, misalnya dengan olahraga secara teratur. Kegiatan ini bisa mengendalikan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta stres.

Kemudian, pastikan juga kecukupan waktu untuk istirahat dan tidur. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter. Dengan ini, diagnosis penyakit apa pun termasuk sindrom metabolik bisa dideteksi lebih awal dan pengobatan bisa dilakukan lebih cepat sehingga komplikasi penyakit bisa dihindari.

Baca Juga:

Sumber