Saffron, Serbuk Bunga dengan Berbagai Khasiat Kesehatan

Oleh

Saffron (Crocus sativus L.) adalah tanaman bunga yang digunakan sebagai bumbu rempah yang dipercaya memiliki beragam khasiat. Bangsa Mesopotamia mengikutsertakan bunga Saffron dalam ritual agamanya, putri Cleopatra  memanfaatkannya untuk bahan kosmetik, dan bangsa Romawi yang memasukannya sebagai bahan pewarna kain dan parfum. Sementara itu, bangsa Yunani menggunakannya untuk kesehatan tubuh, seperti stimulan seks dan meredakan mabuk.

5 Khasiat Saffron untuk Kesehatan

Saffron dianggap sebagai bahan rempah yang sangat mahal dan bernilai tinggi karena proses budidaya yang rumit. Tanaman ini dipetik manual dan dipisahkan kelopak serta putik sarinya dengan tangan manusia. Periode panennya pun cukup singkat, yaitu sekitar 2-3 minggu selama bulan Oktober hingga November. Dari 100.000 bunga yang dipetik, hanya dapat menghasilkan 1 kg saffron kering.

Di balik warna kuning keemasan yang khas, serbuk bunga ini dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan dan telah dipercaya sebagai herba dalam pengobatan tradisional secara turun-temurun, terutama di negara timur tengah. Lantas, apakah manfaat medis itu sudah terbukti?

Selama 20 tahun terakhir, penelitian ilmiah seputar saffron pun mulai banyak dilakukan. Penelitian paling banyak dilakukan seputar sifat antioksidan, antikanker, dan perlindungan terhadap sel saraf.

Saffron mengandung senyawa penting seperti crocin, picrocrocin, dan safranal yang masing-masing berperan dalan warna, rasa, dan wangi khasnya, serta berbagai senyawa antioksidan seperti antosianin, karoten, dan zegxantin. Senyawa-senyawa tersebut memang merupakan senyawa antioksidan aktif yang memiliki berbagai manfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi dengan dosis yang sesuai. Berikut adalah maanfaatnya bagi kesehatan

1. Mencegah Kanker dan Inflamasi

Setiap gram bubuk saffron mengandung 116 mg alpha tocopherol atau antioksidan. Selain itu, saffron juga mengandung antioksidan lain seperti phenolic, antosianin, flavonoid, dan crocin.

Kandungan antioksidan yang cukup tinggi mampu mengurangi nyeri dengan menghambat enzim inflamasi. Selain itu, juga dapat meredakan nyeri neuropati melalui penurunan sitokin proinflamatori. Crocin, senyawa antioksidan yang khas terdapat dalam saffron, memiliki keunggulan menurunkan oksidasi lipid di dalam tubuh sehingga menjadikan sel-sel tubuh lebih sehat dan terlindung dari kerusakan dan penuaan.

Crocin pada saffron memiliki kandungan antioksidan yang jauh lebih banyak dibanding tomat dan wortel. Selain itu, crocin bersama safranal mampu menekan rasa sakit akibat inflamasi dengan menurunkan jumlah sel darah putih neutrofil.

2. Mencegah Alzheimer dan Kerusakan Saraf

Crocin dan picrocrocin dalam saffron mampu menghambat proses apoptosis atau kematian sel saraf, sehingga bersifat protektif terhadap saraf, dan mampu menurunkan efek toksik gula pada penderita diabetes neuropati. Alzheimer terjadi diawali terbentuknya fibril beta amyloid pada otak manusia yang menyebabkan kerusakan fungsi kognitif dan penurunan daya ingat.

Serbuk bunga ini terbukti secara ilmiah mampu mencegah alzheimer dengan cara mengurangi pembentukan senyawa beta amyloid pada otak. Penelitian klinis terakhir menunjukan penggunaan kapsul 30mg/hari pada penderita mild-moderate Alzheimer dapat memberikan hasil positif.

3. Memberi efek relaksasi dan meredakan gejala PMS

Senyawa aktif pada saffron dapat menstimulasi reseptor beta adrenergik yang menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan bronkodilatasi sehingga memiliki kemampuan antidepresan. Ada penelitian yang menunjukan  konsumsi 15 mg kapsul dua kali sehari dapat meredakan gejala cemas dan depresi pada perempuan yang mengalami pra-menstrual syndrome.

4. Membantu memperbaiki infertilitas pada pria

Terdapat penelitian ilmiah pada infertilitas dengan cara pemberian 200 mg saffron kering selama 10 hari setiap pagi dapat memperbaiki disfungsi ereksi pada laki-laki. Peningkatan signifikan terlihat pada fungsi seksual yang ditandai dengan peningkatan frekuensi dan durasi ereksi.

5. Menjaga kesehatan retina mata

Saffron secara signifikan mampu meningkatkan peredaran darah pada retina dan koroid, meningkatkan proses penyembuhan fungsi retina, serta menghambat peningkatan asam glutamat yang berperan dalam degenerasi sel retina.

Hindari Konsumsi Saffron Berlebihan

Walaupun memiliki efek positif bagi kesehatan, konsumsi saffron juga harus diperhatikan dosisnya. Selain itu, serbuk bunga ini  juga banyak dikonsumsi sebagai bumbu dalam masakan, serta dalam infused water. Serbuk bunga ini tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh bayi karena dapat menyebabkan efek patologis pada ginjalnya.

European Commission (1987) menyatakan bahwa konsumsi bubuk saffron 1,5 g per hari tidak menyebabkan risiko pada kesehatan. Namun, konsumsi berlebih hingga 2 g per hari dapat memunculkan rasa mual, muntah, dan diare. Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat  menyebabkan keguguran pada ibu hamil, karena mampu menstimulasi otot uterus (5-10 g/hari), serta dapat menyebabkan kematian (20 g/hari).

Potensi saffron bagi kesehatan sel tubuh banyak terbukti secara ilmiah, namun sangatlah bergantung pada dosis yang dikonsumsi serta sejauh mana kemampuannya diserap oleh tubuh manusia. Oleh karena itu, butuh penelitian lebih lanjut untuk benar-benar membuktikan efek positif konsumsi saffron.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 18, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 3, 2020

Sumber