Puasa memiliki segudang manfaat untuk menjaga kesehatan. Mulai dari menurunkan berat badan, memperbaiki pola makan jadi lebih sehat, sampai menurunkan risiko penyakit. Menariknya, sebuah penelitian melaporkan bahwa selain beragam manfaat tersebut, puasa meringankan penyakit kronis dan mengendalikan keparahan gejala yang muncul. Oleh karena itu, puasa sering dijadikan terapi bagi orang yang memiliki penyakit kronis.

Apa saja penyakit yang diringankan gejalanya dengan puasa? Simak ulasannya berikut ini.

Bagaimana puasa meringankan penyakit kronis?

Survei Ekonomi Sosial Nasional (SUSENAS) pada tahun 2004 menunjukkan bahwa angka kasus penyakit kronis di Indonesia terus meningkat. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah gaya hidup tak sehat, yang meliputi merokok, kurang olahraga, dan makan makanan berlemak atau serba digoreng. Gaya hidup tidak sehat adalah faktor risiko besar dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga kanker. Gaya hidup tak sehat juga berperan memicu kegemukan alias obesitas.

Semakin cepat penyakit kronis didiagnosis dan dikelola gejalanya, angka harapan hidup pengidap dan kualitas hidupnya akan semakin membaik. Selain dengan pengobatan dokter, berpuasa di bulan Ramadan adalah kesempatan yang baik bagi umat Islam untuk memperbaiki kembali gaya hidup yang tidak sehat. Dengan begitu, puasa meringankan penyakit kronis dan gejala yang ditimbulkannya. Lalu, apa saja penyait kronis yang bisa dikelola dengan berpuasa?

1.Penyakit jantung

penyakit katup jantung

Orang dengan penyakit jantung memiliki risiko kematian dini yang cukup tinggi karena jantungnya sudah tak lagi berfungsi baik. Dilansir dari Cleveland Clinic, spesialis kesehatan jantung Haitham Ahmed, MD, mengungkapkan bahwa puasa membantu mengubah pola makan dan kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Perubahan tersebut dapat menyebabkan perubahan metabolisme tubuh, dan bisa memberikan efek terhadap kesehatan jantung. Asupan makanan yang berkurang selama berpuasa sementara Anda tetap beraktivitas seperti biasa akan memaksa tubuh membakar cadangan lemak, bukan lagi dari gula darah, untuk dijadikan sumber energi darurat. Pembakaran cadangan lemak ini dapat membantu pembuluh darah dan jantung bekerja lebih efektif untuk memompa dan mengalirkan darah.

Pada akhirnya, pemilihan porsi dan menu makanan yang lebih baik selama puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, dan mengurangi/menjaga berat badan tetap ideal. Bila jantung bekerja lebih baik, juga tekanan darah dan kadar kolesterol terjaga tetap normal selama puasa, maka frekuensi kemunculan serta keparahan gejala penyakit jantung bisa berkurang.

Itulah sebabnya banyak ahli kesehatan yang berpendapat bahwa orang dengan penyakit jantung aman untuk berpuasa. Asalkan Anda harus tetap menjalani pengobatan sesuai saran dokter, sembari menjaga asupan nutrisi makanan dari sumber yang sehat, cukup istirahat, dan mencegah dehidrasi dengan mencukupi kebutuhan air saat sahur juga berbuka.

2. Hipertensi

hipertensi terselubung obat darah tinggi Candesartan

Pada orang dengan tekanan darah tinggi, jantung mereka harus bekerja lebih keras memompa darah dibanding dengan orang normal. Hal ini bisa menyebabkan jantung kelelahan yang kemudian dapat menyebabkan pembesaran dan penebalan otot jantung, hingga gagal jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah otak, alias stroke hemoragik.

Di sinilah peran puasa meringankan penyakit kronis yang bersumber dari hipertensi. Bagaimana bisa? Selama puasa, asupan garam sebagai dalang yang memicu peningkatan tekanan darah jadi berkurang.

Puasa juga membuat elektrolit tubuh berkurang sehingga tekanan darah bisa menurun. Puasa di bulan Ramadan membantu menurunkan tekanan darah sistolik dari 132.9±16 mmHg menjadi 129.9±17 mmHg, meski pada tekanan darah diastolik tidak terdapat penurunan berarti.

Selain itu, penurunan berat badan yang terjadi selama puasa juga ikut menurunkan tekanan darah. Setiap Anda kehilangan 1 kg berat badan, Anda dapat menurunkan tekanan darah hingga sekitar 1 mmHG.

3. Diabetes tipe 2

cek gula darah diabetes

Puasa bisa membantu menurunkan gula darah tinggi pada orang-orang diabetes dengan pengaturan asupan makan dan waktu yang tepat. Penelitian yang dilakukan oleh Shariatpanah menunjukkan bahwa perubahan pola makan yang menjadi dua kali sehari selama bulan Ramadan dapat memperbaiki resistensi insulin pada penderita diabetes.

Ingat, kuncinya adalah lebih bijak dalam memilih menu makanan saat sahur dan berbuka. Pasalnya, orang-orang dengan diabetes harus sangat mewaspadai komplikasi seperti hiperglikemia atau hipoglikemia saat puasa.

Orang-orang pengidap diabetes dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang menghasilkan energi secara lambat seperti gandum, kacang-kacangan, dan nasi merah, juga menghindari makanan dengan lemak jenuh tinggi. Pastikan juga asupan cairan saat berpuasa tercukupi dengan baik setelah sahur, saat buka puasa, dan setelah tarawih.

Puasa adalah cara bagi Anda untuk memperbaiki dan mempertahankan gaya hidup tetap sehat. namun Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter soal pengaturan jadwal minum obat diabetes serta dosisnya selama bulan puasa, juga konsultasi terkait dengan rutinitas olahraga selama bulan puasa bila Anda memiliki penyakit kronis.

4. Obesitas

Obesitas adalah akar dari penyakit kronis, seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit berbahaya lainnya. Salah satu cara untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan diet, termasuk berpuasa.

Sebuah penelitian berbasis hewan yang dipimpin oleh Hoon Ki Sung dari Hospital for Sick Children di Kanada menunjukkan bahwa puasa dapat membantu orang-orang obesitas memperbaiki kondisinya, seperti dilansir dari Science Daily.

Puasa memicu sistem kekebalan tubuh melepas sel darah putih dalam sel-sel lemak untuk melawan peradangan. Jenis sel darah putih yang disebut sebagai makrofag antiperadangan secara aktif merangsang pembakaran lemak yang disimpan pada tubuh. Ini bisa membantu menurunkan berat badan yang berlebihan.

Yang perlu diingat, Anda juga tetap perlu memperhatikan porsi makan saat sahur dan berbuka serta pemilihan menu makanan dari sumber yang sehat. Hindari makanan berlemak dan berminyak, dan perbanyak makan buah serta sayuran dan kacang-kacangan yang tinggi serat. Jangan lupa juga untuk rutin berolahraga untuk memangkas lemak berlebih.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca