Terapi Poliovirus Berpotensi Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tumor Otak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sel kanker bisa tumbuh di mana saja pada tubuh Anda, termasuk otak. Kondisi ini dikenal juga dengan kanker otak atau penyakit tumor otak. Salah satu jenis penyakit tumor otak, yaitu glioblastoma, menurut penelitian dapat dicegah keparahan gejalanya dengan terapi poliovirus. Apa itu terapi poliovirus dan bagaimana cara kerjanya pada kasus tumor otak? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Pengobatan untuk penyakit tumor otak tipe gioblastoma

Glioblastoma adalah kanker agresif yang menyerang sumsum tulang belakang dekat otak, yaitu sel-sel saraf pendukung yang disebut dengan astrocytes. Penyakit ini cenderung terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, tapi juga bisa menyerang anak-anak.

Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya mengalami gejala sakit kepala hebat, mual dan muntah, gangguan penglihatan dan kemampuan bicara, serta kejang. Walaupun sering kali sulit diobati, beberapa perawatan dapat mengurangi gejala serta memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, glioblastoma dapat ditangani dengan operasi pengangkatan sel kanker. Namun, sel kanker tidak dapat diangkat seluruhnya karena terjadi pada jaringan sistem saraf pusat. Oleh karena itu, pasien biasanya diharuskan mengikuti terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

Menurut penelitian, terapi poliovirus berpotensi sebagai perawatan glioblastoma

efek samping kemoterapi

Meskipun sudah menjalani proses pembedahan, sel kanker yang tersisa bisa tumbuh kapan saja dan menyebabkan glioblastoma berulang. Tentunya, kondisi ini dapat mengurangi kualitas hidup orang yang pernah memiliki glioblastoma.

Pada penelitian sebelumnya, diperkirakan rata-rata kelangsungan hidup hidup para pasien glioblastoma adalah 12 hingga 18 bulan setelah menjalani perawatan maksimal. Sangat sedikit pasien yang bisa bertahan dalam jangka panjang dengan kondisi ini.

Namun, hasil penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Matthias Gromier, seorang profesor di Departemen Bedah Saraf dan Prof. Smita Nair, seorang ahli imunologi dari Duke Uniersity School of Medicine di Durham, menunjukkan bahwa pasien yang didagnosis penyakit tumor otak berulang mengalami peningkatan kualitas hidup jangka panjang setelah dirawat dengan terapi poliovirus.

Penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine pada 26 Juni 2018 tersebut menggunakan poliovirus oncolytic rekombinan (PS-RIPO) sebagai pengobatan terapi glioblastoma. Tiga tahun setelah perawatan terapi poliovirus, 21% pasien dapat bertahan hidup. Sementara, pasien yang tidak menjalani terapi ini hanya 4% yang masih bertahan hidup.

Dari penelitian tersebut, para peneliti mempelajari bagaimana cara kerja poliovirus pada sel kanker. Sel kanker yang kelebihan protein CD155 dapat bereaksi dengan poliovirus sebagai reseptor.

Awalnya, poliovirus yang disuntikkan pada tubuh akan menempel pada sel kanker. Kemudian, secara perlahan poliovirus menyerang sel kanker dan memicu pelepasan antigen. Antigen adalah zat beracun yang tidak dikenali tubuh.

Dilepaskannya antigen dapat merangsang sel T— bagian dari sistem kekebalan tubuh — untuk meningkatkan pertahanan dan menyerang antigen tersebut. Akibatnya, sel-sel kanker yang terus mendapatkan serangan dari sistem kekebalan tubuh dapat berhenti tumbuh.

“Poliovirus secara berpotensi membunuh sel kanker dengan merangsang produksi antigen dan meningkatkan respons sel T”, jelas Prof. Nair.

Jadi bisakah tumor otak disembuhkan dengan pengobatan ini?

pencegahan kanker

Selain cara kerjanya, peneliti juga mengamati bagaimana reaksi efek samping terapi poliovirus jika diberikan dalam dosis rendah dan juga tinggi. Efek sampingnya berbeda-beda pada tiap pasien. Mulai dari kejang dan gangguan berbicara, daya ingat, dan lain-lain.

Di samping itu, peneliti juga menyimpulkan bahwa tidak semua pasien menunjukkan respon untuk penggunaan poliovirus. Artinya, tidak semua pasien cocok dengan perawatan terapi poliovirus.

Maka itu, hingga saat ini para peneliti masih harus mempelajari dan menguji lebih dalam lagi penggunaan poliovirus yang aman dan efektif untuk mengobati tumor otak.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 13, 2018 | Terakhir Diedit: September 5, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca