Terapi Poliovirus Berpotensi Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Tumor Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/09/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sel kanker bisa tumbuh di mana saja pada tubuh Anda, termasuk otak. Kondisi ini dikenal juga dengan kanker otak atau penyakit tumor otak. Salah satu jenis penyakit tumor otak, yaitu glioblastoma, menurut penelitian dapat dicegah keparahan gejalanya dengan terapi poliovirus. Apa itu terapi poliovirus dan bagaimana cara kerjanya pada kasus tumor otak? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Pengobatan untuk penyakit tumor otak tipe gioblastoma

Glioblastoma adalah kanker agresif yang menyerang sumsum tulang belakang dekat otak, yaitu sel-sel saraf pendukung yang disebut dengan astrocytes. Penyakit ini cenderung terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, tapi juga bisa menyerang anak-anak.

Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya mengalami gejala sakit kepala hebat, mual dan muntah, gangguan penglihatan dan kemampuan bicara, serta kejang. Walaupun sering kali sulit diobati, beberapa perawatan dapat mengurangi gejala serta memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, glioblastoma dapat ditangani dengan operasi pengangkatan sel kanker. Namun, sel kanker tidak dapat diangkat seluruhnya karena terjadi pada jaringan sistem saraf pusat. Oleh karena itu, pasien biasanya diharuskan mengikuti terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.

Menurut penelitian, terapi poliovirus berpotensi sebagai perawatan glioblastoma

efek samping kemoterapi

Meskipun sudah menjalani proses pembedahan, sel kanker yang tersisa bisa tumbuh kapan saja dan menyebabkan glioblastoma berulang. Tentunya, kondisi ini dapat mengurangi kualitas hidup orang yang pernah memiliki glioblastoma.

Pada penelitian sebelumnya, diperkirakan rata-rata kelangsungan hidup hidup para pasien glioblastoma adalah 12 hingga 18 bulan setelah menjalani perawatan maksimal. Sangat sedikit pasien yang bisa bertahan dalam jangka panjang dengan kondisi ini.

Namun, hasil penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Matthias Gromier, seorang profesor di Departemen Bedah Saraf dan Prof. Smita Nair, seorang ahli imunologi dari Duke Uniersity School of Medicine di Durham, menunjukkan bahwa pasien yang didagnosis penyakit tumor otak berulang mengalami peningkatan kualitas hidup jangka panjang setelah dirawat dengan terapi poliovirus.

Penelitian yang diterbitkan pada New England Journal of Medicine pada 26 Juni 2018 tersebut menggunakan poliovirus oncolytic rekombinan (PS-RIPO) sebagai pengobatan terapi glioblastoma. Tiga tahun setelah perawatan terapi poliovirus, 21% pasien dapat bertahan hidup. Sementara, pasien yang tidak menjalani terapi ini hanya 4% yang masih bertahan hidup.

Dari penelitian tersebut, para peneliti mempelajari bagaimana cara kerja poliovirus pada sel kanker. Sel kanker yang kelebihan protein CD155 dapat bereaksi dengan poliovirus sebagai reseptor.

Awalnya, poliovirus yang disuntikkan pada tubuh akan menempel pada sel kanker. Kemudian, secara perlahan poliovirus menyerang sel kanker dan memicu pelepasan antigen. Antigen adalah zat beracun yang tidak dikenali tubuh.

Dilepaskannya antigen dapat merangsang sel T— bagian dari sistem kekebalan tubuh — untuk meningkatkan pertahanan dan menyerang antigen tersebut. Akibatnya, sel-sel kanker yang terus mendapatkan serangan dari sistem kekebalan tubuh dapat berhenti tumbuh.

“Poliovirus secara berpotensi membunuh sel kanker dengan merangsang produksi antigen dan meningkatkan respons sel T”, jelas Prof. Nair.

Jadi bisakah tumor otak disembuhkan dengan pengobatan ini?

pencegahan kanker

Selain cara kerjanya, peneliti juga mengamati bagaimana reaksi efek samping terapi poliovirus jika diberikan dalam dosis rendah dan juga tinggi. Efek sampingnya berbeda-beda pada tiap pasien. Mulai dari kejang dan gangguan berbicara, daya ingat, dan lain-lain.

Di samping itu, peneliti juga menyimpulkan bahwa tidak semua pasien menunjukkan respon untuk penggunaan poliovirus. Artinya, tidak semua pasien cocok dengan perawatan terapi poliovirus.

Maka itu, hingga saat ini para peneliti masih harus mempelajari dan menguji lebih dalam lagi penggunaan poliovirus yang aman dan efektif untuk mengobati tumor otak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Pilihan Pengobatan Efektif untuk Kanker Ginjal

Pertumbuhan sel kanker dari ginjal tergolong cepat, pengobatan harus segera dilakukan jika sudah terdiagnosis. Simak berbagai pilihan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 27/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Harapan Hidup Pasien Kanker Paru?

Kanker paru biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium akhir. Masih bisakah disembuhkan? Berapa lama harapan hidup pasien kanker paru?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kanker Paru, Health Centers 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Itu Kanker Hati?

DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 12 menit

Apa Itu Kanker Paru?

DefinisiApa itu kanker paru? Kanker paru – dalam hal ini kanker paru primer – adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkos/karsinoma bronkos adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kanker-muncul-kembali

4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kanker usus besar

Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit