Perbedaan Pola Tidur Antara Orang Introvert dan Ekstrovert

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Bisa dibilang, orang ekstrovert dan introvert layaknya dua sisi mata uang. Ekstrovert adalah orang-orang yang cenderung lebih ekspresif dalam bersikap, sementara orang-orang introvert lebih cenderung tertutup. Ternyata tidak sampai di sini saja perbedaan antara keduanya. Pola tidur, bahkan apa yang dimimpikan, orang ekstrovert dan introvert juga bisa berbeda! Simak penjelasannya di bawah ini,

Perbedaan pola tidur antara orang ekstrovert dan introvert

Mereka yang memiliki kepribadian ekstrovert biasanya menghabiskan waktu lebih banyak untuk berinteraksi sosial. Itu sebabnya orang-orang ekstrovert cenderung untuk tidur lebih larut atau bahkan mungkin sering begadang, demi melampiaskan kebutuhan batinnya untuk mendapatkan interaksi.

Uniknya, kelompok ekstrovert dilaporkan bisa tidur sepanjang malam lebih nyenyak, sehingga tidak heran jika mereka merasa lebih bersemangat dan berenergi begitu bangun pagi untuk beraktivitas.

Sementara itu, kebalikannya bagi orang-orang introvert. Mereka yang berkepribadian introvert cenderung lebih mudah terlelap ketika mereka sengaja ingin tetap terjaga daripada kelompok ekstrovert. Hal ini mungkin terkait dengan bagaimana seorang introvert mengatasi stres yang diterimana selama seharian tadi.

Interaksi sosial yang dialami selama seharian terus merangsang aktivitas otak si introvert, yang dapat membuatnya cepat kelelahan secara emosional. Sensitivitas otak yang lebih tinggi terhadap rangsangan dari luar juga membuat orang-orang introvert mudah merasa “tertekan” jika berada di lingkungan yang ramai, keras atau penuh sesak. Akibatnya, mereka lebih mudah merasakan kecemasan dan stres dibandingkan ekstrovert. Kecemasan dan stres ini membuat mereka mudah terlelap di malam hari, namun ironisnya juga menyebabkan mereka mudah terbangun di tengah malam.

Secara umum, kualitas tidur ekstrovert yang lebih baik membuat mereka merasa lebih puas terhadap lonjakan energi saat beraktivitas siang hari daripada yang dilaporkan oleh orang-orang introvert. Temuan ini merupakan hasil sebuah survey pada 1000 orang America yang dilakukan oleh Best Mattress Brand dengan dua kelompok orang yang berkepribadian berbeda: kelompok ekstrovert dan introvert.

Apa yang dimimpikan orang ekstrovert dan introvert pun juga berbeda

Survey di atas kemudian juga menemukan bahwa orang-orang introvert lebih cenderung sering mengalami mimpi buruk dibandingkan kelompok orang ekstrovert. Kelompok introvert juga cenderung memimpikan tema cerita yang abstrak, misalnya gigi copot atau terjatuh dari jurang tanpa sebab. Sementara itu, orang-orang ekstrovert lebih sering memimpikan tentang petualangan dan travelling. 

Kepribadian bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kualitas tidur seseorang

Penelitian ini tidak menjelaskan mengapa apa yang menjadi sebab-akibat dari pola di atas, melainkan hanya mengolah kuesioner setiap partisipan dan menyajikannya dalam sebuah data.

Kepribadian bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kualitas tidur seseorang, lingkungan dan kebiasaan seseorang juga ikut memengaruhi. Orang-orang ekstrovert dan introvert dapat memiliki kualitas tidur yang sama baik agar keseharian mereka lebih produktif dan stabil secara emosional, dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Misalnya dengan tidak bermain hape sebelum tidur, tidak makan mendekati waktu tidur, dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca