Berapa Lama Anda Tidur Ternyata Dipengaruhi Oleh Gen

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Tahukah Anda jika gen ternyata berperan dalam pola tidur yang sering Anda lakukan setiap malamnya? Sebagian orang mungkin membutuhkan waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya, sedangkan yang lain terbiasa dengan waktu lebih dari 7 jam per malam untuk tidur. Nah, kebiasaan lamanya waktu tidur setiap orang ini ternyata bergantung dari faktor genetik, lho! Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Pola tidur seseorang dipengaruhi oleh gen

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry menunjukkan, jika jumlah waktu tidur yang Anda dapatkan setiap malam mungkin sedikit bergantung dari faktor genetik.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 47 ribu orang keturunan Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta hampir 5 ribu orang keturunan Afrika-Amerika. Mereka mengidentifikasi dua variasi genetik yang terkait dengan durasi tidur yang dibutuhkan seseorang setiap malamnya. Kemudian para peneliti meninjau kembali penelitian sebelumnya untuk mendapatkan informasi tentang variasi genetik tersebut.

Hasilnya penelitian menunjukkan terdapat dua wilayah DNA yang mungkin terkait dengan lamanya seseorang biasanya tidur. Dalam penelitian sebelumnya, wilayah DNA tersebut dihubungkan dengan metabolisme glukosa yang lebih baik, dan memiliki risiko lebih rendah terkena gangguan attention deficit hyperactivity, yaitu gangguan dalam peningkatan aktivitas motorik yang menyebabkan seseorang beraktivitas tidak lazim dan cenderung berlebihan. 

Sedangkan wilayah DNA lainnnya yang dihubungkan dengan waktu tidur seseorang yang lebih sedikit atau sebentar, akan cenderung berisiko mengalami depresi serta skizofrenia.

Lama waktu tidur dan masalah kesehatan

Penelitian sebelumnya mengaitkan tidur terlalu banyak dan terlalu sedikit dengan masalah kesehatan, seperti obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyajit jiwa, bahkan kematian dini.

Sebagai contoh, penelitian pada 2013 yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE, para peneliti menemukan jika seseorang yang tidur kurang dari enam jam per malam berisiko 30 persen lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2, dibandingkan dengan mereka yang memiliki lama waktu tidur orang normal, yaitu sekitar tujuh jam per malam.

Selain itu penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention menemukan, jika orang-orang yang tidur kurang dari enam jam atau lebih dari 10 jam per malam dikaitkan dengan risiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan obesitas yang lebih besar, dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam per malam.

Para peneliti tidak tahu mekanisme mendasar yang menjelaskan hubungan antara durasi tidur dengan dua wilayah genetik yang terindentifikasi sehingga mereka masih memerlukan penelitian yang lebih terperinci tentang wilayah DNA tersebut.

Peneliti berspekulasi, pada wilayah gen pertama, yang dikaitkan dengan durasi tidur lebih lama, dapat memengaruhi pola tidur seseorang dengan mengatur kadar hormon tiroid. Pasalnya wilayah DNA tersebut letaknya dekat gen PAX8, yang mana terlibat dalam pengembangan dan fungsi tiroid.

Orang-orang dengan hipotiroidisme yaitu suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid, rentan mengalami rasa kantuk yang berlebihan. Nah sedangkan orang yang memiliki hipertiroidisme, yaitu kondisi saat tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon, mungkin malah mengalami insomnia.

Faktor lain yang mempengaruhi pola tidur

Selain dari faktor genetik, waktu dan durasi tidur seseorang nyatanya juga sangat dipengahui faktor lingkungan, seperti gaya hidup, jadwal kerja, dan tuntutan sosial lainnya. Nah itu sebabnya, untuk beberapa kebiasaan waktu tidur seseorang yang memang tidak baik, beberapa orang dianjurkan untuk belajar memisahkan pengaruh genetik dalam kebiasaan tidurnya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kiat Jitu Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Perubahan Jadwal Kerja yang Baru

Bagaimana jika pekerjaan baru mengharuskan Anda bekerja di malam hari sementara Anda terbiasa aktif di siang hari? Ikuti cara mengubah pola tidur ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/05/2020 . 4 menit baca

Omphalocele

Omphalocele atau omfalokel adalah kondisi cacat lahir pada bayi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 07/05/2020 . 1 menit baca

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . 7 menit baca

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Beberapa orang yang sudah menikah mungkin merasa rindu masa-masa menguasai ranjang sendirian. Namun, ada manfaat tersembunyi dibalik tidur bersama pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 06/04/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tinggi badan bertambah saat anak tidur

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . 5 menit baca
Waktu istirahat untuk anak

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020 . 4 menit baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 5 menit baca