Pola Makan yang Buruk Mempercepat Datangnya Menopause

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Muka terasa panas, gejolak suasana hati alias mood swing, dan menstruasi yang tidak teratur adalah tanda-tanda Anda memasuki masa menopause. Sebagian besar perempuan mengalami gejala menopause antara usia 45 hingga 55 tahun, tapi yang lainnya mungkin lebih awal atau justru terlambat. Penyebab waktu datangnya menopause bisa berbeda-beda untuk setiap wanita dan belum sepenuhnya diketahui pasti. Namun, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pola makan Anda sedari muda bisa menentukan di usia berapa Anda akan menopause.

Bagaimana pola makan sejak muda pengaruhi datangnya gejala menopause?

Para peneliti dari Universitas Leeds di Inggris melakukan survei pada lebih dari 14.150 perempuan di Inggris berusia antara 35 hingga 69 tahun. Peneliti mengumpulkan informasi rinci tentang data riwayat reproduksi, demografi, riwayat berat badan, dan aktivitas fisik masing-masing wanita tersebut. Empat tahun kemudian, peneliti memberikan kuesioner lanjutan untuk mencari tahu seperti apa pola makan para perempuan yang sudah menopause.

Dari kelompok tersebut, sekitar 900 perempuan mengalami menopause secara alamiah. Artinya, mereka sudah tidak menstruasi setidaknya selama 12 bulan berturut-turut dan menopausenya tidak disebabkan oleh kanker, operasi, atau efek samping obat-obatan.

Analisis peneliti lebih lanjut menemukan bahwa gejala menopause datang lebih lambat hingga 3 tahun lebih lambat pada wanita yang menjalani pola makan sehat dari ikan dan kacang-kacang serta sayur dan buah-buahan. Sebaliknya, pola makan yang serba tinggi karbohidrat dan bertepung cenderung mempercepat datangnya gejala menopause hingga 1,5 tahun lebih cepat daripada normalnya.

Efek makanan tertentu terhadap terjadinya menopause

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana makanan tertentu dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan terhadap waktu munculnya menopause. Salah satu teori berargumen bahwa antioksidan yang ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan dapat mengurangi kerusakan folikel ovarium sehingga dapat berkontribusi terhadap penundaan menopause.

Sebaliknya, makanan yang mengandung karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang dapat mengganggu aktivitas hormon seks dan meningkatkan kadar estrogen. Peningkatan kadar estrogen adalah faktor yang dapat meningkatkan jumlah siklus menstruasi sehingga menguras pasokan sel telur lebih cepat.

Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini merupakan langkah penting untuk membantu perempuan dalam memahami bagaimana nutrisi makanan dapat mempengaruhi kesehatan hormon mereka. Penelitian ini juga menambahkan banyak bukti bahwa apa yang kita makan dapat memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

Adakah pengaruhnya usia datangnya menopause dengan kesehatan?

Peneliti yakin bahwa dengan memahami bagaimana pola makan memengaruhi waktu terjadinya menopause sangat penting bagi perempuan, terutama mereka yang berisiko atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang berkaitan dengan menopause.

Baik cepat atau lambat, waktu terjadinya menopause memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menopause lebih awal berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang yang memicu risiko osteoporosis hingga peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Sementara itu, menopause yang muncul terlambat dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker endometrium.

Menunda terjadinya menopause juga memiliki beberapa manfaat kesehatan karena paparan hormon estrogen yang lebih lama memiliki efek perlindungan untuk kesehatan jantung, otak, tulang, sendi, dan kesehatan seksual.

Meskipun demikian, peneliti tidak dapat merekomendasikan para perempuan untuk makan makanan tertentu agar dapat memengaruhi waktu alamiah terjadinya menopause.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Segudang Manfaat yang Ditawarkan dari Memelihara Ikan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/07/2020 . Waktu baca 5 menit
diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

False Hunger: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit