Punya Dua Penyakit Kronis Sekaligus, Mana yang Pengobatannya Harus Didahulukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suatu penyakit dikatakan kronis bila berkembang perlahan dalam waktu yang lama. Beberapa contoh penyakit kronis yang paling banyak dialami orang adalah diabetes, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan stroke. Namun, seseorang dapat menderita lebih dari satu penyakit kronis secara bersamaan. Sebagai contoh, Anda bisa terkena diabetes dan stroke sekaligus. Nah, kalau sudah begini, manakah pengobatan yang harus lebih dulu diprioritaskan? Terlebih karena keduanya sama-sama membutuhkan pengobatan yang cepat dan tepat.

Kenapa bisa punya lebih dari satu penyakit kronis?

Faktanya, ada banyak sekali faktor yang bisa membuat Anda terkena lebih dari satu penyakit kronis. Namun, dua faktor utama sebagai penyumbang terbesar adalah riwayat keluarga dan gaya hidup.

Riwayat keluarga

Penyakit kronis umumnya dipengaruhi oleh genetik turunan dalam keluarga. Bila orangtua dan saudara kandung terkena penyakit kronis, maka Anda berisiko tinggi mengalaminya juga.

Semakin banyak anggota keluarga yang terkena penyakit kronis, maka semakin besar faktor keturunan yang ada pada keluarga Anda. Artinya, penyakit kronis yang terdapat di keluarga Anda kemungkinan besar adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan gen tunggal yang sudah mengalami perubahan.

Gaya hidup

Semakin maraknya pola gaya hidup tidak sehat, risiko terkena penyakit kronis pun juga semakin meningkat. Contoh gaya hidup tidak sehat yang bisa memicu penyakit kronis di antaranya merokok, pola makan buruk, dan malas gerak.

Semua elemen dari gaya hidup tak sehat tersebut tanpa disadari dapat memicu penumpukan plak dalam pembuluh darah dan memengaruhi kadar gula darah dalam tubuh. Akibatnya, Anda akan lebih rentan untuk mengalami penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan bahkan stroke.

Biasanya, kalau sudah terkena satu penyakit kronis, maka Anda cenderung lebih mudah untuk mengalami berbagai penyakit kronis lainnya. Taruh kata, Anda divonis sakit diabetes. Kadar gula darah yang dibiarkan tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah kapiler.

Kerusakan kapiler bisa mengganggu kerja ginjal untuk mengatur tekanan darah, yang akan meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi.

Lalu, bagaimana kalau saya kena penyakit kronis bersamaan?

Tidak dipungkiri, orang yang didiagnosis dengan beberapa penyakit kronis membutuhkan pengobatan yang sangat rumit dan intensif. Namun, tidak ada jawaban saklek mengenai penyakit mana yang harus lebih dulu diobati dan mana yang belakangan.

Pertimbangan dan keputusan pengobatan penyakit kronis membutuhkan rencana yang dibuat matang serta ekstra hati-hati. Misalnya saja dengan mempertimbangkan kondisi tubuh dengan risiko efek samping atau reaksi terhadap banyak obat. Salah-salah, kombinasi obat yang keliru dapat menurunkan kualitas hidup pasien.

Itu sebabnya, dokter dituntut untuk ekstra hati-hati dalam merencanakan pengobatan seperti apa yang tepat. Bila dokter salah ambil keputusan medis, maka nyawa pasienlah yang jadi taruhannya. Alasan ini jugalah yang membuat prioritas pengobatan untuk penyakit kronis membutuhkan pertimbangan dan kerja sama banyak pihak.

Dalam mengobati pasien dengan lebih dari satu penyakit kronis, biasanya dokter akan membentuk sebuah tim khusus yang melibatkan banyak spesialis. Sekiranya, Anda terkena penyakit diabetes dan stroke secara bersamaan maka dokter yang dapat dilibatkan dalam perawatan adalah dokter internis dan dokter saraf. Jika dibutuhkan prosedur bedah, maka ahli bedah dan anestesi juga dapat dilibatkan.

Semua dokter spesialis ini harus saling berkoordinasi satu sama lain. Tujuannya satu; menentukan perawatan medis dan terapi obat yang terbaik untuk pasien. Selain membuat kualitas hidup pasien meningkat, peluang pasien untuk pulih dari penyakitnya pun besar.

Baik pasien, keluarga, dan tim dokter juga harus membangun komunikasi yang baik. Dengan begitu, pengobatan yang akan dijalani pasien bisa berjalan lebih maksimal. Intinya, komunikasi adalah kunci utama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Berbagai Penyebab Kanker Testis yang Wajib Anda Ketahui

Walaupun kanker testis termasuk jenis kanker yang tidak umum terjadi, tidak ada salahnya untuk mengenali apa saja penyebab kanker testis.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik 24/09/2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Buta Warna Itu Penyakit Keturunan?

Buta warna adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya tidak melihat warna dengan normal. Apakah buta warna merupakan penyakit keturunan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit

7 Gejala Maag Kronis yang Bisa Kambuh Sewaktu-waktu

Maag bisa digolongkan menjadi dua kondisi, yakni kronis dan akut. Lantas, apa saja ciri-ciri yang menandakan gejala penyakit maag kronis? Yuk, baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gastritis, Health Centers 19/07/2019 . Waktu baca 8 menit

Sering Memiliki Kemiripan, Ini 4 Hal yang Diwariskan Oleh Orangtua ke Anaknya

Genetik dikenal sebagai salah satu faktor yang membuat beberapa hal diturunkan dari orangtua ke anaknya. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/06/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pola hidup sehat untuk penderita asma

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 08/12/2019 . Waktu baca 6 menit
insomnia penyakit keturunan

Penelitian Menemukan Insomnia Bisa Menurun dalam Keluarga, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/11/2019 . Waktu baca 4 menit
kanker tenggorokan stadium 4

Kanker Tenggorokan Stadium 4: Gejala, Harapan Hidup, Cara Mengobati, dan Perawatannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019 . Waktu baca 6 menit
sakit kronis memengaruhi hubungan

Apa Pengaruh Penyakit Kronis Pada Kehidupan Seks Seseorang?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25/09/2019 . Waktu baca 4 menit