Benarkah Pil Alli Bisa Menurunkan Berat Badan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Pil Alli (orlistat) adalah obat bebas yang digunakan untuk membantu orang-orang menurunkan berat badan. Pil ini ditujukan untuk orang dewasa yang memiliki berat badan berlebih di usia 18 tahun keatas yang juga mengikuti diet kalori dan rendah lemak. Dengan akses yang mudah dan penurunan berat badan yang menjanjikan, apakah Anda yakin bahwa pil Alli merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan berat badan ideal? Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita lihat berbagai penjelasan di bawah ini!

Bagaimana cara kerja pil Alli?

Pil Alli membantu penurunan berat badan dengan mengurangi jumlah lemak makanan yang diserap dalam usus Anda. Ia menghambat kerja keras lipase, sebuah enzim yang ditemukan dalam saluran pencernaan membantu pemecahan lemak makanan menjadi komponen yang lebih kecil, sehingga ia dapat digunakan atau disimpan untuk energi. Jadi, ketika Anda mengambil pil dengan makanan, sekitar 30% dari lemak yang Anda konsumsi tidak dipecah dan dieliminasi melalui BAB.

Berapa berat badan yang akan berkurang?

Pil Alli dapat membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi jumlah berat badan yang turun biasa saja, mungkin hanya beberapa kilo lebih banyak dibandingkan dengan melakukan diet dan olahraga saja. Pada review uji klinis tahun 2014, peneliti menilai efek dari pil penurun berat badan dalam studi yang panjang, setidaknya satu tahun. Hasilnya adalah orang yang melakukan diet kalori dan berolahraga, sekaligus mengonsumsi Alli, kehilangan sekitar 2,5 kg berat badan lebih banyak dalam satu tahun daripada orang yang hanya melakukan diet dan olahraga.

Apakah pil ini tepat untuk Anda?

Jika Anda memiliki berat badan berlebih, dan diet serta olahraga tidak bekerja untuk Anda, sebaiknya bicaralah dengan dokter mengenai program manajemen berat badan yang melibatkan olahraga dan makan yang teratur. Untuk menentukan apakah Anda kelebihan berat badan, Anda dapat menghitung indeks massa tubuh (IMT) dengan rumus:

Pil Alli Pil Alli

Bagaimana cara menggunakan obat ini?

Satu pil Alli sebanyak 60 mg, dapat dikonsumsi sebanyak tiga kali bersama dengan asupan makanan. Lemak harian harus didistribusikan pada 3 makanan utama dan sebaiknya tidak lebih dari 30% total kalori. Produsen merekomendasikan asupan lemak sekitar 15 gram per sajian. Jika Anda tidak memakan makanan yang mengandung lemak, maka Anda tidak perlu mengambil pil Alli. Jika Anda juga mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dengan Alli, maka Anda akan terkena efek samping gastrointestinal yang lebih parah.

Alli dapat mengurangi penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak, termasuk beta karoten dan vitamin A, D, E, dan K. Ambil multivitamin pada waktu tidur dan setidaknya dua jam setelah dosis terakhir pil Alli Anda.

Siapa yang tidak boleh mengonsumsi Alli?

Alli dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, ia dapat mempengaruhi kadar atau fungsi mereka, dan hal itu dapat mengancam jiwa Anda. Konsultasikan kepada dokter Anda jika Anda mengambil warfarin (pengencer darah), diabetes, obat tiroid, atau obat-obatan penurun berat badan lainnya. Dalam beberapa kasus, dosis Anda mungkin perlu disesuaikan.  

Jangan mengonsumsi Alli, jika:

  • Anda sudah pernah transplantasi organ. Alli dapat mengganggu obat yang digunakan untuk mencegah penolakan transplantasi.
  • Anda mengambil siklosporin.
  • Anda tidak kelebihan berat badan.
  • Memiliki masalah asupan makanan.
  • Anda sedang hamil atau menyusui.

Apa efek samping pil Alli?

Efek samping gastrointestinal berhubungan dengan lemak yang tercerna melewati sistem pencernaan Anda. Mereka umumnya mereda dari waktu ke waktu. Efek samping ini termasuk:

  • Sakit perut atau ketidaknyamanan
  • Kotoran cair berminyak dari anus
  • Gas dengan kotoran cair berminyak
  • Kotoran berminyak
  • Buang air besar lebih sering
  • Buang air besar tidak terkontrol

Efek samping lainnya termasuk:

Mencret dan perubahan gerakan usus lainnya adalah efek samping yang paling umum dari Alli. Gejala biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama pengobatan kemudian pergi. Namun, hal itu dapat berlanjut. Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala di atas, serta ketika gejala semakin parah dan tak kunjung berhenti.

BACA JUGA:

Sumber