Kenapa, Sih, Kita Perlu Tahu Golongan Darah Diri Sendiri?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Ada empat golongan darah yang kita kenal selama ini, yaitu golongan darah A, B, O, dan AB. Banyak orang yang sering mengaitkan golongan darah dan kepribadian. Misalnya, seseorang yang memiliki golongan darah A memiliki karakteristik yang bertekad kuat, kreatif, logis, pendiam, sabar, dan bertanggung jawab. Orang yang golongan darahnya B katanya cenderung sangat pede, egois, dingin, tidak dapat diduga alias impulsif, dan berpotensi menjadi workaholic. Namun, mengetahui apa golongan darah sendiri bukan sekadar untuk main ramal-ramalan kepribadian. Golongan darah Anda dapat menyelamatkan nyawa Anda ketika suatu saat diperlukan.

Apa yang menentukan golongan darah seseorang?

Semua darah pada dasarnya terdiri dari komponen yang sama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Namun masing-masing golongan darah memiliki jenis penanda yang berbeda.

Penanda tersebut disebut dengan antigen, sebuah protein yang terdapat pada permukaaan terluar dari kepingan sel darah merah. Antigen ada agar sistem imun tubuh bisa mengenali sel-sel darah sebagai bagian normal dari tubuh Anda sendiri, agar tidak dianggap sebagai benda asing yang berbahaya. Antigen ini diwariskan dari kedua orangtua kita.

Antigen kemudian akan bergabung dengan antibodi untuk membentuk kombinasi molekul unik. Antibodi itu sendiri terdapat di plasma darah. Kombinasi antara antigen dan antibodi dalam darah Andalah yang menentukan golongan darah Anda. Misalnya:

  • Golongan darah A: memiliki antigen A dan antibodi B
  • Golongan darah B: memiliki antigen B dan antibodi A
  • Golongan darah AB: memiliki antigen A dan B, namun tidak memiliki antibodi A maupun B
  • Golongan darah O: tidak memiliki antigen A atau B, namun memiliki antibodi A dan B

Beberapa orang juga memiliki penanda tambahan pada darah mereka, yang disebut dengan rhesus (faktor Rh). Penanda tambahan ini dikelompokkan lagi sebagai darah “positif” (artinya memiliki faktor Rh) atau “negatif” (artinya tidak memiliki faktor Rh). Misalnya golongan darah A+ atau B-.

Namun, ada atau tidaknya penanda tambahan ini tidak membuat darah seseorang menjadi lebih sehat atau lebih kuat. Ini hanya perbedaan genetik, seperti memiliki mata biru atau rambut merah.

Kenapa kita harus tahu golongan darah sendiri?

Antibodi diproduksi oleh sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pelindung jika sel asing masuk ke dalam tubuh. Nah, tergantung apa golongan darah Anda, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi yang berbeda untuk bereaksi terhadap golongan darah lainnya.

Menerima donor darah yang tidak sesuai dengan golongan darah sendiri bisa memicu respons kekebalan yang berbahaya. Misalnya Anda menerima golongan darah AB+, padahal Anda sebenarnya golongan A- (tapi tidak pernah mengetahuinya sebelum ini). Seharusnya, golongan darah A+ hanya bisa mendapatkan donor dari golongan A- dan O-.

Antibodi tubuh Anda yang bergolongan darah A- dirancang hanya untuk mengenali komponen darah tertentu. Apabila rhesus Anda negatif (Rh-) tapi mendapatkan transfusi darah dengan Rh+, sistem kekebalan tubuh Anda akan memicu produksi antibodi Rh yang kemudian justru merusak dan menghancurkan sel darah merah dalam tubuh Anda.

Akibatnya, Anda akan mengalami demam, menggigil, dan penurunan tekanan darah setelah mendapat donor yang tidak cocok. Bukan hanya itu. Salah mendapat donor darah bahkan bisa menyebabkan sistem vital tubuh, seperti pernapasan atau ginjal, jadi gagal bekerja. Transfusi darah yang tidak cocok dengan golongan darah sendiri juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, atau aglutinasi, yang bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui golongan darah sendiri untuk meminimalisir kesalahan saat transfusi darah atau pertolongan saat kecelakaan.

Beda golongan darah, beda juga risiko kesehatan yang dimiliki

Selain demi mendapat donor yang tepat ketika suatu saat butuh, Anda tetap perlu tahu golongan darah diri sendiri sebagai bahan cerminan risiko penyakit yang mungkin Anda miliki.

Misalnya, golongan darah A berisiko 20% lebih tinggi terhadap kanker perut dibandingkan golongan darah B atau O. Namun risiko terbesar dari kanker perut dipegang oleh golongan darah AB, yaitu sebesar 26 persen. Selain itu, tipe darah A memiliki risiko paling tinggi terhadap penyakit jantung jika dibandingkan dengan golongan O.

Para ahli belum berhasil menemukan penjelasan yang pasti mengenai hubungan antara golongan darah dengan risiko penyakit tertentu. Terlebih, masing-masing penyakit juga memiliki faktor risikonya tersendiri.

Golongan darah tidak bisa diubah. Namun, mengetahui potensi risiko sejak awal akan sangat membantu Anda dan dokter untuk menentukan tindakan pencegahan dan rencana pengobatan yang sesuai untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca