4 Penyebab Sindrom Metabolik, Kumpulan Masalah Kronis yang Mengancam Nyawa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/11/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sindrom metabolik mungkin jarang terdengar di telinga Anda, namun perlu Anda waspadai. Meski bukan penyakit, sindrom metabolik menandakan bahwa Anda sangat berisiko dengan beberapa penyakit, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Sebenarnya, apa penyebab sindrom metabolik? Siapa saja yang berisiko dengan kondisi ini?

Apa saja penyebab sindrom metabolik?

Jika Anda memiliki salah satu kondisi dari sindrom metabolik, seperti tekanan darah tinggi misalnya. Maka hal itu, bisa memicu masalah kesehatan lainnya, sehingga membuat Anda berpeluang tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan diabetes. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah kok.

Oleh karena itu, kenali berbagai hal yang bisa menyebabkan sindrom metabolik ini muncul.

1. Obesitas

Kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Itulah sebabnya kondisi ini berkaitan erat dengan sindrom metabolik.

Obesitas sangat umum pada orang yang gemar makan, tapi malas bergerak. Kalori makanan yang masuk tidak sesuai dengan kalori yang dibakar tubuh, sehingga menumpuk dan diubah menjadi cadangan lemak.

Tumpukan lemak ini yang nantinya akan membuat kolesterol naik dan tekanan darah melonjak tajam.

2. Hormon tubuh tidak seimbang

Hormon yang tidak normal bisa jadi penyebab sindrom metabolik, salah satunya sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi ini terjadi akibat hormon estrogen lebih rendah dibanding hormon androgen sehingga menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, kulit berjerawat, tumbuh rambut di area wajah dan dada, serta obesitas.

3. Resistensi insulin

Insulin adalah hormon yang membantu tubuh mengolah glukosa dari makanan menjadi sumber energi. Nah, jika Anda mengalami resistensi insulin, ini artinya hormon tersebut tidak mampu lagi mencerna glukosa di dalam darah.

Akibatnya, glukosa yang seharusnya diubah menjadi gula otot (glikogen) sebagai bahan bakar, justru menumpuk di aliran darah dan akhirnya menyebabkan kadar gula darah meningkat. Biasanya, resistensi insulin sangat rentan terjadi pada orang yang memiliki kelebihan lemak, terutama di sekitar perut.

Jika dibiarkan terus-terusan, kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penyakit diabetes.

4. Merokok

Jika Anda punya kebiasaan merokok, Anda berisiko mengalami sindrom metabolik, yang bisa berubah menjadi penyakit kronis. Kandungan bahan kimia rokok yang masuk ke tubuh memengaruhi kerja insulin. Terganggunya kerja insulin terus-menerus dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.

Selain itu, nikotin dan karbon monoksida dapat mengalir ke dalam darah dan masuk ke jantung. Akibatnya, jaringan pembuluh darah di jantung akan rusak, tekanan darah naik tidak terkendali, dan tidak dapat memompa darah dengan baik. Kedua hal tersebut meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar gula darah tinggi.

Berbagai racun dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida akan ikut mengalir dalam darah dan kembali ke jantung.

Siapa saja yang berisiko dengan sindrom metabolik?

tes skrining mendeteksi kanker usus besar

Dilansir dari WebMD, menurut American Heart Association dan National Heart, Lung, and Blood Institute, Anda sangat mungkin memiliki sindrom metabolik jika:

  • Memiliki lingkar pinggang sekitar 101, 6 cm atau lebih pada pria dan 88,9 cm atau lebih pada wanita
  • Sedang minum obat penurun kolesterol atau memiliki kadar trigliserida tinggi antara 150 mg/dL atau lebih tinggi
  • Memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, yaitu kurang dari 40 mg/dL pada pria dan kurang dari 50 mg/dL pada wanita
  • Sedang minum obat hipertensi atau memiliki tekanan darah 130/85 mmHg atau lebih besar
  • Memiliki kadar gula puasa yang tinggi, yaitu sekitar 100 mg/dL atau lebih.

Jika Anda memiliki 3 dari 5 hal di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter karena Anda mungkin mengalami sindrom metabolik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Sering Minum Minuman Bersoda Ternyata Bikin Cepat Tua

Apakah Anda termasuk sering mengonsumsi minuman bersoda? Hati-hati, penelitian telah mengaitkan hal dengan proses penuaan yang lebih cepat. Bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Kecantikan 10/05/2017 . Waktu baca 4 menit

Terlalu Lama Tidur Siang Memicu Penyakit Jantung

Riset menunjukkan, tidur siang terlalu lama bisa meningkatkan risiko penyakit jantung 82% dan diabetes 56%. Tapi berapa lama yang dimaksud terlalu lama?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/12/2016 . Waktu baca 5 menit

Sindrom Metabolik: Kumpulan Kondisi yang Fatal Bagi Kesehatan

Mungkin Anda jarang mendengar istilah sindrom metabolik, tapi bisa jadi Anda mempunyai salah satu kriteria sindrom metabolik. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 19/11/2016 . Waktu baca 4 menit

Sindrom Metabolik

Sindrom Metabolik adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22/09/2016 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Sindrom Costello

Sindrom Costello, Penyakit Langka yang Menyerang Banyak Organ Sekaligus

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 10/09/2018 . Waktu baca 4 menit
proses metabolisme tubuh

Memahami Proses Metabolisme dan Apa Akibatnya Pada Tubuh Jika Terganggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2018 . Waktu baca 5 menit
penurunan fungsi otak

Tak Cuma Menyebabkan Penyakit Kronis, Sindrom Metabolik Juga Berbahaya Bagi Otak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2018 . Waktu baca 3 menit
sindrom metabolik buncit obesitas

5 Tanda Anda Kena Sindrom Metabolik dan Apa yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Jessie Tanamas
Dipublikasikan tanggal: 18/11/2017 . Waktu baca 4 menit