4 Penyebab Sindrom Metabolik, Kumpulan Masalah Kronis yang Mengancam Nyawa

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sindrom metabolik mungkin jarang terdengar di telinga Anda, namun perlu Anda waspadai. Meski bukan penyakit, sindrom metabolik menandakan bahwa Anda sangat berisiko dengan beberapa penyakit, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Sebenarnya, apa penyebab sindrom metabolik? Siapa saja yang berisiko dengan kondisi ini?

Apa saja penyebab sindrom metabolik?

Jika Anda memiliki salah satu kondisi dari sindrom metabolik, seperti tekanan darah tinggi misalnya. Maka hal itu, bisa memicu masalah kesehatan lainnya, sehingga membuat Anda berpeluang tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan diabetes. Meski begitu, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah kok.

Oleh karena itu, kenali berbagai hal yang bisa menyebabkan sindrom metabolik ini muncul.

1. Obesitas

Kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Itulah sebabnya kondisi ini berkaitan erat dengan sindrom metabolik.

Obesitas sangat umum pada orang yang gemar makan, tapi malas bergerak. Kalori makanan yang masuk tidak sesuai dengan kalori yang dibakar tubuh, sehingga menumpuk dan diubah menjadi cadangan lemak.

Tumpukan lemak ini yang nantinya akan membuat kolesterol naik dan tekanan darah melonjak tajam.

2. Hormon tubuh tidak seimbang

Hormon yang tidak normal bisa jadi penyebab sindrom metabolik, salah satunya sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kondisi ini terjadi akibat hormon estrogen lebih rendah dibanding hormon androgen sehingga menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, kulit berjerawat, tumbuh rambut di area wajah dan dada, serta obesitas.

3. Resistensi insulin

Insulin adalah hormon yang membantu tubuh mengolah glukosa dari makanan menjadi sumber energi. Nah, jika Anda mengalami resistensi insulin, ini artinya hormon tersebut tidak mampu lagi mencerna glukosa di dalam darah.

Akibatnya, glukosa yang seharusnya diubah menjadi gula otot (glikogen) sebagai bahan bakar, justru menumpuk di aliran darah dan akhirnya menyebabkan kadar gula darah meningkat. Biasanya, resistensi insulin sangat rentan terjadi pada orang yang memiliki kelebihan lemak, terutama di sekitar perut.

Jika dibiarkan terus-terusan, kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penyakit diabetes.

4. Merokok

Jika Anda punya kebiasaan merokok, Anda berisiko mengalami sindrom metabolik, yang bisa berubah menjadi penyakit kronis. Kandungan bahan kimia rokok yang masuk ke tubuh memengaruhi kerja insulin. Terganggunya kerja insulin terus-menerus dapat memengaruhi kadar gula darah Anda.

Selain itu, nikotin dan karbon monoksida dapat mengalir ke dalam darah dan masuk ke jantung. Akibatnya, jaringan pembuluh darah di jantung akan rusak, tekanan darah naik tidak terkendali, dan tidak dapat memompa darah dengan baik. Kedua hal tersebut meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan kadar gula darah tinggi.

Berbagai racun dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida akan ikut mengalir dalam darah dan kembali ke jantung.

Siapa saja yang berisiko dengan sindrom metabolik?

tes skrining mendeteksi kanker usus besar

Dilansir dari WebMD, menurut American Heart Association dan National Heart, Lung, and Blood Institute, Anda sangat mungkin memiliki sindrom metabolik jika:

  • Memiliki lingkar pinggang sekitar 101, 6 cm atau lebih pada pria dan 88,9 cm atau lebih pada wanita
  • Sedang minum obat penurun kolesterol atau memiliki kadar trigliserida tinggi antara 150 mg/dL atau lebih tinggi
  • Memiliki kadar kolesterol baik (HDL) yang rendah, yaitu kurang dari 40 mg/dL pada pria dan kurang dari 50 mg/dL pada wanita
  • Sedang minum obat hipertensi atau memiliki tekanan darah 130/85 mmHg atau lebih besar
  • Memiliki kadar gula puasa yang tinggi, yaitu sekitar 100 mg/dL atau lebih.

Jika Anda memiliki 3 dari 5 hal di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter karena Anda mungkin mengalami sindrom metabolik.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 29, 2018 | Terakhir Diedit: November 19, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca