Mungkin Anda beberapa kali mengalami paha mati rasa, tapi sering Anda abaikan karena menganggap hal ini wajar. Ya, mati rasa bisa saja terjadi akibat Anda terlalu lama bertumpu atau tidak menggerakan bagian tubuh tersebut dalam waktu yang agak lama. Jadi aliran darah tidak lancar dan akhirnya baal. Namun, jika paha mati rasa sebaiknya jangan diremehkan.

Hal ini bisa saja tanda dari penyakit kesehatan tertentu yang serius dan butuh penanganan cepat. Lalu, apa saja masalah kesehatan yang dapat menyebabkan paha mati rasa?

Berbagai penyebab paha mati rasa

Paha yang mati rasa bisa saja membuat Anda mengalami lemah otot dan memengaruhi fungsi kaki Anda secara keseluruhan. Selain itu, Anda juga biasanya akan mengalami berbagai gejala lainnya seperti rasa terbakar, peka terhadap sentuhan, dan kesemutan. Berikut ini berbagai penyebab paha mati rasa yang perlu Anda ketahui:

1. Meralgia paraesthetica

meralgia paraesthetica
Sumber: Mayo Clinic

Meralgia paresthetica adalah penyebab paling umum saat paha Anda mengalami mati rasa. Selain mati rasa, kondisi ini ditandai dengan kesemutan dan rasa sakit serta terbakar di paha bagian luar. Hal ini terjadi karena saraf mengalami penekanan hingga akhirnya memberikan sensasi tersebut ke permukaan kulit paha Anda.

Biasanya kondisi ini disebabkan karena kegemukan, kehamilan, penyakit seperti diabetes, atau pakaian yang ketat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa dihilangkan dengan cara memakai pakaian yang lebih longgar. Namun, pada kondisi yang lebih serius dokter akan merekomendasikan obat dan pembedahan jika kondisi ini bertahan dalam waktu yang cukup lama.

2. Neuropati femoralis

femoral neuropathy
Sumber: Neuropathy.in

Saraf femoralis adalah bagian saraf yang memberikan sensasi ke bagian depan paha atau sebagian kaki bagian bawah. Jadi dapat disimpulkan bahwa neuropati femoralis atau disfungsi saraf femoralis adalah kondisi saat saraf paha rusak hingga tidak bisa menggerakkan bagian tersebut. Kondisi ini biasanya terjadi akibat cedera atau tekanan berkepanjangan pada saraf.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini membuat paha mati rasa, bahkan gejala ini memanjang hingga bagian kaki bawah. Sebagian besar kondisi ini akan hilang tanpa perawatan khusus tetapi sebagian lainnya membutuhkan obat-obatan dan terapi fisik.

4. Otot tegang

cara memutihkan selangkangan

Otot yang menegang akibat cedera atau olahraga dapat membuat Anda mengalami nyeri atau mati rasa di bagian paha. Kondisi ini bukan termasuk kondisi serius sehingga bisa diatasi dengan peregangan dan istirahat yang cukup.

Jika kondisi paha masih terasa tidak nyaman maka jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas seperti biasa hingga terasa membaik. Namun, jika kondisinya tak kunjung membaik maka Anda bisa memeriksakannya ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

5. Sciatica

nyeri sciatica

Sciatica adalah kondisi saat jalur saraf sciatic mengalami peradangan. Saraf sciatic merupakan saraf yang bercabang dari punggung bawah, pinggul, pantat, hingga kaki. Biasanya kondisi ini paling sering terjadi saat Anda mengalami herniated disk atau saraf kejepit.

Biasanya kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri yang muncul dari tulang belakang bawah hingga kaki. Akibatnya, Anda akan merasa kesulitan untuk bangun dan berjalan karena rasa sakit yang teramat sangat. Rasa sakit yang dirasakan tiap orang juga berbeda mulai dari nyeri ringan hingga sensasi terbakar yang tajam.

Terkadang, rasa sakit ini juga terasa seperti sentakan atau sengatan listrik. Kondisinya akan semakin buruk saat Anda duduk terlalu lama, batuk, dan juga bersin.

6. Neuropati diabetik

neuropati diabetik adalah komplikasi diabetes yang menyerang saraf

Diabetes bisa memicu kerusakan pada saraf. Kondisi ini disebut dengan neuropati diabetik. Kadar gula darah yang tinggi saat diabetes bisa merusak saraf tubuh dan membuatnya mati rasa. Kondisi ini biasanya dirasakan di bagian kaki terlebih dahulu hingga akhirnya menyebar ke tangan dan area lain di tubuh.

Sebenarnya kondisi bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Pasalnya, neuropati diabetik merupakan komplikasi dari penyakit diabetes yang tidak dikendalikan. Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter agar Anda tidak mengalami berbagai komplikasi saat diabetes.

Baca Juga:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca