Di Masa Depan, Penyakit Alzheimer Mungkin Saja Dicegah Dengan Imunisasi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/11/2017
Bagikan sekarang

Alzheimer merupakan penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami hilang ingatan sehingga berpengaruh terhadap aktivitas sehari-harinya. Selain ingatan yang hilang, Alzheimer juga memengaruhi kemampuan berbahasa dan berpikir bagi orang yang mengalaminya. Hingga saat ini, belum ditemukan cara untuk mengobati dan mencegah Alzheimer. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menemukan kalau imunisasi (vaksin) bisa mencegah penyakit Alzheimer. Benarkah demikian?

Benarkah imunisasi bisa mencegah Alzheimer?

Penyakit Alzheimer telah lama dikaitkan dengan penumpukan plak protein beta-amyloid dan protein tau di jaringan otak. Namun, fungsi plak ini belum jelas kegunaannya dan diprediksi juga kalau itu hanya kotoran yang terdapat pada bagian otak.

Dr. John Foerster, seorang pakar dari University of Dundee di Scotland, bekerja sama dengan Profoser Martin Bachmann, ahli vaksin dari Jenner Institute untuk meneliti lebih lanjut seputar kemungkinan imunisasi untuk mencegah Alzheimer. Dalam penelitiannya, mereka menggunakan kombinasi yang sudah ada, yaitu vaksin antitetanus dengan kandungan protein dari virus yang ditemukan pertama kali dalam tanaman buah timun, yang disebut sebagai cucumber mosaic virus (CMV).

Setelah dilakukan uji klinis, para periset menemukan hasil yang memuaskan. Vaksin CMV dilaporkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap alergi dan psoriasis. Vaksin ini bekerja dengan cara membuat imun tubuh tikus yang diuji coba mampu melawan kedua penyakit tersebut.

Lalu, peneliti juga menjelaskan bahwa vaksin ini bekerja melawan penyakit kronis yang berkembang, seperti Alzheimer. Vaksin yang mengandung antibodi ini bekerja dengan cara melawan protein tunggal dalam tubuh sendiri. Lebih khususnya lagi, vaksin CMV diharapkan bisa meningkatkan kadar antibodi Immunoglobulin G yang diperkirakan mengenali dan melawan pertumbuhan plak beta-amiloid di otak, plak yang diduga kuat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Perkembangan imunisasi untuk mencegah Alzheimer

Di samping penelitian tersebut, sebuah studi baru juga sedang berusaha menunjukkan bahwa dengan melakukan vaksin atau imunisasi dini bisa mencegah penumpukan plak di otak dalam waktu 5 tahun. Studi yang berasal dari Flinders University di Australia dan University of California di Amerika Serikat ini menyatakan bahwa meski penyakit Alzheimer belum ditemukan penyebab pastinya, para ilmuwan menyadari bahwa protein di otak, beta-amiloid dan protein tau, memainkan peran penting dalam perkembangan kondisi ini.

Ketika protein tau mati, protein tersebut akan menjadi plak dan menghambat koneksi antara sel-sel saraf otak. Otopsi pada jenazah yang menderita Alzheimer juga telah menunjukkan bahwa plak ini selalu hadir dalam otak pasien Alzheimer. 

Karena itu, diharapkan bahwa ada imunisasi khusus yang mampu mencegah penumpukan plak akibat protein yang mati dalam otak.

penyebab susah tidur

Cegah penyakit Alzheimer dengan hidup sehat

Beragam penelitian menunjukkan bahwa hampir 76 persen dari kasus penurunan fungsi kognitif otak, salah satunya yang terjadi pada orang dengan Alzheimer, dipengaruhi oleh gaya hidup yang buruk dan faktor lingkungan sekitar.

Maka selagi masih muda, Anda dianjurkan untuk olahraga secara teratur. Olahraga teratur adalah cara paling efektif untuk menangkal penurunan kognitif akibat demensia dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Terlebih lagi, olahraga rutin juga bisa memperlambat kerusakan saraf otak lebih lanjut pada orang-orang yang sudah terlanjur mengembangkan masalah kognitif. Olahraga melindungi terhadap Alzheimer dengan merangsang kemampuan otak untuk mempertahankan koneksi saraf yang lama dan juga membuat yang baru.

Tidak lupa, jaga asupan makanan dengan perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks (misalnya gandum dan biji-bijian utuh, nasi merah, kentang, jagung, dan ubi), protein, dan juga lemak baik (misalnya salmon, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun).

Ketiga jenis nutrisi ini dapat mengimbangi efek negatif dari karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana seperti dari makanan dan minuman manis bisa menjadi musuh utama bagi tubuh, terutama jika Anda sedang berusaha mencegah demensia dan Alzheimer.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020