Benarkah MSG Lebih Sehat Dibanding Garam Dapur?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernah mendengar pernyataan bahwa monosodium glutamat (MSG) atau ‘mecin’lebih baik dikonsumsi dibandingkan dengan garam dapur? Apakah pernyataan itu benar? Berikut adalah perbandingan MSG dengan garam.

Apa itu monosodium glutamat (MSG)?

Mononatrium Glutamat (MSG) atau yang sering kita sebut sebagai ‘mecin’, berguna sebagai penambah rasa pada makanan dan merupakan zat aditif yang sering digunakan dalam makanan kemasan maupun makanan yang di buat di dapur rumahan. Terjadi peningkatan konsumsi MSG dari tahun ke tahun di berbagai negara. Diketahui bahwa konsumsi MSG pada masyarakat di Inggris dalam seminggu yaitu sebanyak 4 gram (kurang dari 1 sendok teh), sedangkan di Amerika, penggunaan MSG rata-rata sebanyak 0,55 gram MSG dalam satu hari. Sementara, di Taiwan, rata-rata yang mengonsumsi MSG dalam satu hari mencapai 3 gram per hari.

Menurut US Food and Drug Administration, MSG terdiri dari natrium/natrium, asam amino, dan glutamat. Glutamat secara alami terdapat di dalam tubuh dan di berbagai sumber makanan, seperti daging sapi, unggas, susu, dan sayuran. Tubuh manusia memiliki cara yang sama dalam mencerna glutamat yang didapatkan dari makanan ataupun dari MSG. Sebenarnya, glutamat yang ada di dalam MSG sama pentingnya dengan glutamat yang kita peroleh dari makanan. Namun, konsumsi MSG tidak boleh terlalu banyak karena MSG mengandung natrium yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Efek konsumsi MSG bagi tubuh

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa MSG memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satu sindrom yang terkenal dari efek mengonsumsi MSG ini adalah “Chinese Restaurant Syndrome” yang memiliki gejala seperti sakit kepala, mual, dan dada terasa berdebar-debar. Sindrom ini muncul pada orang yang memang sensitif akan MSG.

Penelitian lain dilakukan untuk melihat dampak dari mengonsumsi MSG  dengan kesehatan reproduksi dan kelahiran. Subjek penelitian yang digunakan adalah sebuah tikus yang diberikan sebanyak 7,2 gram MSG/kg berat badan dalam satu hari. Hasil dari penelitian ini, tidak ditemukan dampak buruk yang terjadi pada tikus tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh American of Pediatrics Committee on Drugs pada Ibu yang menyusui yang mengonsumsi MSG dalam jumlah dan batas yang wajar, menunjukkan bahwa tidak ada dampak atau gangguan yang muncul pada Ibu menyusui tersebut.

Apa itu garam dapur?

Garam dapur (natrium klorida) adalah zat sisa yang berasal dari hasil penguapan air laut. Natrium klorida (NaCl) merupakan suatu zat yang memunculkan rangsangan untuk rasa asin pada lidah. Natrium meningkatkan sifat sensori makanan dengan meningkatkan rasa asin, menurunkan rasa pahit, dan meningkatkan rasa manis dan efek rasa lainnya. Sampai saat ini, faktor-faktor yang membuat seorang individu untuk menerima makanan asin masih kurang dipahami, namun diperkirakan bahwa faktor lingkungan seperti tingkat konsumsi natrium dalam makanan dan kebiasaan pola makan memiliki pengaruh yang besar terhadapnya.

Dalam satu sendok teh garam, terkandung 2.300 mg natrium, sementara asupan natrium yang dianjurkan dalam satu hari oleh World Health Organization (WHO) agar terhindar dari berbagai penyakit degeneratif, sebesar kurang dari 2.000 mg natrium.

MSG vs garam dapur

Sampai saat ini masih banyak kontroversi terkait kadar natrium yang terkandung di dalam MSG. Sebagian mengatakan bahwa natrium yang terdapat di MSG hanya terdiri dari sepertiga dari natrium yang ada di garam dapur, yaitu dengan perbandingan sebesar 12% pada MSG dan 39% pada garam dapur. Natrium sangat penting dalam menjaga fisiologi tubuh manusia, namun konsumsi natrium yang berlebihan dapat mengakibatkan peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung. Diperkirakan bahwa 62% dari stroke dan 49% penyakit jantung koroner disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Konsumsi natrium berlebih juga memiliki efek kesehatan negatif lainnya, termasuk kanker lambung, menurunnya kepadatan mineral tulang dan mungkin dapat menyebabkan obesitas.

MSG dan garam dapur sama-sama memiliki kandungan natrium yang dibutuhkan oleh tubuh namun juga dibatasi dalam pemakaiannya. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan mana yang lebih baik antara MSG dengan garam dapur. Asalkan kadar konsumsinya diatur dan diperhatikan, sehingga asupan natrium tidak berlebihan, pemakaian MSG dan garam dapur diperbolehkan, kecuali untuk beberapa orang yang memiliki penyakit tertentu yang asupan natriumnya sangat dibatasi.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

    Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

    Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

    Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    penyebab infeksi saluran kencing

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    kesehatan kandung kemih

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    manfaat ginseng buat pria

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit