8 Mitos Seputar Epilepsi yang Ternyata Salah Kaprah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13/03/2020
Bagikan sekarang

Epilepsi atau yang lebih sering disebut ayan adalah sebuah penyakit kronis berupa gangguan pada sistem saraf pusat (neurologis) yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang bahkan terkadang sampai kehilangan kesadaran. Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang penyakit epilepsi.

Tak jarang orang-orang juga mengaitkan penyakit epilepsi dengan hal-hal gaib.

Mitos-mitos seputar epilepsi yang keliru

Banyak yang mengira bahwa penyakit epilepsi merupakan penyakit langka yang sangat jarang terjadi. Berikut adalah sederet mitos lainnya yang selama ini beredar di masyarakat:

Epilepsi adalah penyakit langka

Faktanya, penyakit epilepsi adalah penyakit yang banyak diderita orang-orang. Epilepsi paling tidak menyerang 1 dari 100 orang, jika dihitung populasinya mencapai 1% di dunia atau sekitar 60 juta orang. Pada sebagian penderitanya, penyakit epilepsi tidak hanya menjadi kondisi tunggal namun juga dapat disertai dengan penyakit lain seperti cerebral palsy, retardasi mental, autisme, alzheimer, dan cedera otak traumatis.

Seseorang yang pernah mengalami kejang pasti mengidap epilepsi

mitos epilepsi
Sumber: American Nurse Today

Mitos yang masih banyak dipercaya ini kerap membuat khawatir akan adanya potensi terhadap epilepsi. Memang, seseorang akan memiliki kemungkinan terdiagnosa epilepsi jika mengalami kejang 2 kali atau lebih dalam beberapa hari. Namun, jika kejang yang dialami adalah hasil dari minum-minum berlebihan, kurang tidur, atau pengobatan tertentu, hal tersebut tidak selalu berhubungan dengan epilepsi.

Epilepsi hanya menyerang anak-anak

Kebanyakan penderita epilepsi memang termasuk golongan usia anak-anak, namun banyak juga penderita epilepsi dari golongan usia lanjut. Epilepsi yang terjadi pada orang-orang yang lebih tua sering kali merupakan efek dari masalah kesehatan yang dimiliki seperti stroke dan penyakit jantung. Walau bagaimanapun, epilepsi adalah penyakit yang bisa diderita semua orang dan dapat muncul kapan saja.

Orang dengan epilepsi memiliki disabilitas dan tidak bisa bekerja

Hal tersebut tentu hanya mitos belaka, seperti yang sudah diketahui epilepsi dapat menyerang siapa saja. Meski ada penderita dengan kondisi lebih serius yang menyebabkan mereka tidak bisa bekerja, bukan berarti semua penderita epilepsi mengalami hal yang sama. Epilepsi tidak selalu menjadi halangan untuk sukses. Selain itu, epilepsi juga tidak berpengaruh pada tingkat intelejensi seseorang.

Epilepsi dapat menular

Mitos ini salah. Anda tidak akan tertular epilepsi karena berdekatan dengan penderitanya. Penyakit epilepsi disebabkan oleh terganggunya sistem saraf pusat, bukan karena penyebaran virus atau bakteri.

Perempuan dengan epilepsi tidak bisa hamil

mitos epilepsi
Sumber: Independent

Mitos mengatakan penderita epilepsi tidak bisa hamil. Padahal, epilepsi tidak akan memberikan pengaruh pada kemampuan seseorang untuk memiliki anak. Namun, yang perlu diketahui adalah ketika ibu hamil mengkonsumsi obat antiepilepsi, risiko cacat lahir pada bayi akan meningkat sekitar 2-10%. Bagi yang memiliki epilepsi dan berencana untuk hamil, ada baiknya untuk mengkonsultasikan penggunaan obat-obatan pada dokter.

Epilepsi yang dimiliki orang tua akan menurun ke anaknya

Anak-anak yang orang tuanya mengidap epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena epilepsi, namun perbandingannya di antara keduanya hanya sedikit. Epilepsi tidak hanya disebabkan semata-mata dari gen orang tua saja, munculnya penyakit ini juga melibatkan kombinasi beberapa gen yang cacat. Malah faktanya, lebih dari 90% anak dari ibu yang memiliki epilepsi lahir dengan normal.

Memasukkan sesuatu ke dalam mulut penderita epilepsi saat kejang

Ada anggapan bahwa memasukkan sesuatu seperti sendok ke dalam mulut akan membantu meredakan kejang. Padahal, cara ini malah akan menimbulkan masalah lain seperti tidak bisa bernapas, gigi patah, gusi tertusuk, tergigit, atau bahkan menyakiti rahang.

Untung menangani orang yang tiba-tiba kejang, Anda dapat membantu dengan menggulingkan tubuhnya ke satu sisi, amankan pada tempat yang jauh dari benda-benda tajam dan berbahaya. Anda juga bisa meletakkan bantal pada kepala dan biarkan hingga tegang berhenti. Bila tegang berlanjut selama lebih dari 5 menit dan terjadi masalah lain, segera cari pertolongan pada ahli.

Kesadaran akan penyakit epilepsi sesungguhnya penting untuk ditingkatkan mengingat banyaknya penderita epilepsi di seluruh dunia, salah satunya adalah mengetahui mitos-mitos seputar penyakit yang tidak terbukti kebenarannya.

Sebaiknya Anda tidak menelan mentah-mentah ketika ada informasi seputar epilepsi yang tidak jelas asal-usulnya. Tanyakan pada dokter atau ahlinya jika Anda merasa ragu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba-serbi Operasi Epilepsi, dari Tujuan Hingga Risikonya

Pengobatan epilepsi dengan bedah (bedah epilepsi) adalah salah satu cara untuk mengendalikan kejang epilepsi yang mengganggu. Seperti apa prosedurnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri

Risiko 8 Penyakit Ini Bisa Meningkat Jika Migrain Anda Sering Kambuh

Satu dari lima wanita dan 1 dari 15 pria sering migrain tiba-tiba. Migrain yang sering kumat bisa meningkatkan risiko Anda mengalami stroke. Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Kenapa Penderita Epilepsi Perlu Rajin Minum Minyak Ikan?

Satu lagi manfaat baik minum minyak ikan bagi kesehatan, yaitu mencegah kejang pada orang dengan epilepsi. Bagaimana bisa, ya? Begini penjelasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Hendry Wijaya
Nutrisi, Hidup Sehat 24/10/2017

Diet Ketogenik, Cara Tepat Mencegah Gejala Epilepsi Kumat

Banyak kasus kejang epilepsi yang tak mempan ditangani dengan obat epilepsi dari dokter. Sebagai gantinya, Anda dapat menerapkan pola makan khusus ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Direkomendasikan untuk Anda

epilepsi dalam kandungan

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020
epilepsi tidak boleh berenang

Katanya, Orang Dengan Epilepsi Tidak Boleh Berenang. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2019
ciri-ciri epilepsi

Kenali Segera Ciri-Ciri Epilepsi yang Paling Umum Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2018
faktor penyebab epilepsi

5 Hal yang Membuat Anda Berisiko Mengalami Epilepsi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 20/10/2018