Selain Diabetes, Riset Temukan Khasiat Metformin untuk Degenerasi Makula

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/06/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Degenerasi makula atau AMD (age-related macular degeneration) merupakan gangguan mata yang rentan terjadi pada manula. Kondisi ini menyebabkan kerusakan makula pada retina yang dapat berakhir dengan kebutaan. Baru-baru ini studi menunjukkan bahwa obat untuk diabetes, yaitu metformin, dapat membantu menyembuhkan degenerasi makula. Penasaran? Yuk, cari tahu lebih jelasnya berikut ini.

Studi mengenai metformin untuk mengobati degenerasi makula

Metformin adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan menurunkan tekanan gula darah dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.

Selain itu, obat ini juga membantu memperbaiki fungsi lapisan pembuluh darah, mengurangi stres oksidatif (akibat terlalu banyak radikal bebas), dan mengendalikan distribusi lemak.

Rupanya, tak hanya untuk diabetes, obat ini juga memiliki kegunaan lain.

Pada tahun 2018 lalu, peneliti dari Taichung Veterans General Hospital di Taiwan melaporkan hasil temuannya mengenai metformin yang ternyata berguna untuk degenerasi makula.

Hasil studi ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh American Academy of Ophthalmology di Chicago.

Sebanyak 45.524 pasien diabetes diminta untuk menggunakan metformin sebagai salah satu pengobatan diabetesnya. Sementara 22.681 pasien diabetes lainnya, tidak.

Setelah diamati perkembangannya selama 13 tahun, peneliti menemukan ada penurunan risiko degenerasi makular (AMD) pada pasien diabetes yang menggunakan metformin.

“Studi kami adalah yang pertama mengungkapkan efek perlindungan metformin pada perkembangan penyakit AMD,” papar Yu-Yun Chen sebagai ketua penelitian.

Bukan hanya studi yang diketuai Yu-Yun Chen saja, studi lain yang dilakukan Emily Brown juga menunjukkan hal yang sama. Ini menunjukkan bahwa metformin dapat menjadi cikal bakal obat untuk mengobati sekaligus mencegah terjadinya degenerasi makula.

Efek metformin untuk penyakit AMD

Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada benang merah yang menghubungkan antara diabetes dengan AMD.

Para peneliti yakin bahwa peradangan dan stres oksidatif adalah kuncinya. Kedua hal tersebut sama-sama dapat menyebabkan diabetes dan AMD.

Salah satu kegunaaan obat metformin adalah mengurangi stres yang menyebabkan peradangan. Nah, efek metformin inilah yang kemungkinan besar dapat menyembuhkan diabetes sekaligus menurunkan risiko degenerasi makula.

Sudahkah metformin digunakan untuk mengobati degenerasi makula?

Meski didukung banyak studi, hingga kini metformin belum digunakan secara resmi untuk mengobati AMD. Potensi metformin sedang diuji lebih dalam, salah satunya oleh lembaga pendidikan Casey Eye Institute (CEI).

Para peneliti CEI mengamati peserta studi tanpa diabetes yang memiliki AMD untuk menggunakan metformin. Mereka juga diminta untuk melakukan kunjungan secara rutin selama 18 bulan.

Walaupun metformin belum digunakan dalam perawatan untuk pasien AMD, perawatan utama tetap bisa dilakukan pasien.

Ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan pada retina dan mencegah kebutaan. Pasien akan diobati sesuai tipe AMD yang dimiliki. Untuk AMD kering, pasien akan diberikan obat berupa:

  • Vitamin C
  • Lutein dan zeaxanthin
  • Zink dan tembaga

Sementara, untuk AMD basah, obat yang digunakan adalah anti-VEGF. Obat ini dapat membantu mengurangi jumlah pembuluh darah abnormal di retina. Sekaligus, memperlambat kebocoran pembuluh darah di mata. Penggunaan obat tidak diminum, melainkan disuntikan ke mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Hidup Sehat, Fakta Unik 27/03/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit