Metformin untuk Penyakit Parkinson: Bermanfaat Atau Malah Bahaya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Telah diketahui bahwa metformin merupakan salah satu obat yang banyak digunakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2 alias penyakit kencing manis. Namun, yang tak banyak diketahui adalah peran metformin terhadap penyakit Parkinson. Ternyata, ada sejumlah penelitian yang telah meneliti manfaat metformin sebagai obat penyakit Parkinson. Bagaimana obat diabetes bisa digunakan sebagai obat penyakit Parkinson? Simak penjelasannya di sini.

Apa itu penyakit Parkinson?

Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif, yaitu penyakit yang mengenai bagian tertentu dari struktur saraf yang dinamakan substantia nigra, di mana sel-sel saraf pada bagian tersebut mengalami kematian. Substantia nigra merupakan bagian otak yang mengatur kontrol pergerakan. Maka pada penyakit ini, gejala yang timbul adalah gangguan motorik dan kognitif, selain itu bisa timbul juga gangguan mood jika penyakitnya sudah cukup parah.

Pada penyakit ini, peradangan memegang peranan utama dalam kematian sel penyakit Parkinson sehingga pengobatan antiradang berguna untuk mencegah atau menunda keparahan penyakit ini. Meski penyebab penyakit Parkinson masih belum diketahui, peningkatan faktor risiko dapat meningkatkan terjadinya penyakit. Misalnya risiko karena usia, riwayat gangguan tidur, cedera otak, paparan pestisida, hingga diabetes melitus.

Benarkah obat diabetes juga bisa digunakan sebagai obat penyakit Parkinson?

Metformin, sebagai obat yang sering digunakan untuk mengendalikan diabetes, bisa berguna juga untuk mengurangi peradangan. Namun, dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa metformin justru meningkatkan kematian sel saraf. Hal ini sendiri sebenarnya masih diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan, karena mungkin ada beberapa teori yang dapat menyebabkan hasil tersebut, salah satunya adalah penggunaan obat diabetes yang dikombinasi, seperti insulin dan sulfonilurea.

Salah satu penelitian mengatakan bahwa metformin bisa menyebabkan defisiensi vitamin B12, terutama pada penggunaan jangka panjang. Salah satu efek dari defisiensi vitamin B12 adalah neuropati, atau kerusakan saraf. Pada defisiensi vitamin B12 yang serius, bisa juga menyebabkan gangguan fungsi kognitif.

Karena itu, meskipun sudah ada penelitian tahap awal, sampai saat ini metformin belum bisa diberikan sebagai obat penyakit Parkinson.

Bagaimana cara mengendalikan penyakit Parkinson?

Konsumsi obat penyakit Parkinson yang sudah diresepkan oleh dokter Anda secara teratur dan sesuai anjuran sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini. Obat yang umum diberikan bagi pasien adalah levodopa dan pramipexole.

Selain rutin minum obat, berikut adalah tips menjalani hidup sehat bila Anda mempunyai penyakit Parkinson.

  • Sesuaikan tata letak barang di rumah dan aktivitas Anda sehari-hari. Misalnya selama ini kamar tidur Anda ada di lantai dua, usahakan untuk pindah ke kamar di bawah saja.
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, gandum, daging tanpa lemak, dan berbagai produk susu seperti keju dan yogurt yang rendah lemak.
  • Tetap berolahraga rutin, sesuai anjuran dokter.
  • Ikut terapi fisik atau terapi sejenis untuk melatih otot dan sendi. Mintalah rujukan terapi yang tepat dari dokter yang menangani Anda.
  • Hindari kegiatan atau gerakan yang bisa membuat Anda hilang keseimbangan, misalnya jalan sambil membawa banyak barang sekaligus atau berjalan di tempat yang gelap.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca