Nasihat orang tua agar tidak boleh makan terlalu cepat ternyata sangat berguna untuk kesehatan Anda, lho. Selain memastikan bahwa makanan sudah halus agar dapat ditelan dan dicerna oleh organ pencernaan dengan baik, hal ini ternyata memberikan kesempatan bagi organ pencernaan agar bekerja dengan lebih rileks karena makanan yang lebih halus. Tidak hanya itu, mengunyah makanan dengan baik ternyata juga bisa mengurangi risiko diabetes. Sebenarnya, apa hubungannya hal ini dengan risiko diabetes? Simak ulasannya.

Mengunyah makanan terlalu cepat bisa menyebabkan resistensi insulin

Sebuah penelitian yang dilakukan di Lithuania menunjukkan bahwa dari ratusan data yang diambil dari sampel, mereka yang mengunyah makanan dengan cepat ternyata bisa mendapatkan risiko mengalami diabetes hingga dua kali lebih besar daripada mereka yang mengunyah makanan hingga lebih halus.

Penelitian yang dilakukan Masaki Eto, MD–seorang profesor farmakologi dan kedokteran di Universitas Ohu, Koriyama, Jepang–menemukan bahwa mengunyah ternyata memicu pelepasan hormon glucagon-like peptide (GLP)-1 dan peptida YY (PYY). Keduanya berperan penting dalam pengaturan gula darah dan berkaitan erat dengan kadar trigliserida dan berat badan. Bila makan dengan cepat, tentu jumlah kunyahan akan menjadi sedikit. Maka, hormon GLP-1 dan PYY yang dilepaskan pun sedikit. 

Ini terbukti dari penelitian yang dilakukan dokter Eto di mana terdapat dua grup dengan jumlah kunyahan yang berbeda, yaitu 30 kunyahan dan 5 kunyahan. Ternyata kelompok dengan 30 kunyahan memiliki hormon GLP-1 dan PYY yang lebih tinggi setelah makan. Dokter Eto menduga ini berperan penting dalam menjaga berat badan agar tidak sampai obesitas.

Mengapa penting untuk mengunyah makanan dengan baik?

Dr. Czupryniak, peneliti lainnya dari Polandia, berpendapat bahwa dengan makan perlahan dan mengunyah lebih banyak, Anda akan lebih cepat kenyang bahkan sebelum makanan di piring Anda habis. Makan dengan perlahan dan menikmati setiap rasa yang ada di mulut (mindful eating) diyakini dapat memberikan Anda rasa kenyang yang lebih sehingga Anda tidak makan terlalu banyak. Terlalu banyak makan berarti konsumsi kalori yang tinggi dan ini dapat meningkatkan risiko Anda terhadap obesitas dan diabetes.

Banyak orang yang cenderung memakan makanan dengan cepat karena memiliki waktu makan yang sedikit. Sebagai contoh, banyak pekerja kantoran yang terpaksa makan di atas meja kerja karena tidak bisa beristirahat demi mengejar tenggat waktu pekerjaan. Hal ini tentu membuat pekerja kantoran banyak yang tidak mengunyah makanan hingga halus sehingga bisa memicu diabetes.

Sepadat apapun jadwal Anda, Anda harus memakan makanan dengan lebih rileks dan melakukan pola makan yang sehat. Contoh lain, selalu usahakan untuk melakukan sarapan pagi yang ternyata bisa mengurangi risiko terkena diabetes hingga 34 persen.

Dengan makan yang teratur, Anda tentu akan berada dalam kondisi yang kenyang sehingga jajanan yang kurang sehat dan bisa memicu diabetes tidak akan banyak dikonsumsi. Hanya saja, makanan yang dikonsumsi tentu harus makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak mengandung kadar gula berlebihan sehingga risiko diabetes pun semakin menurun.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca