Manfaat Membaca Buku Cetak vs Digital, Lebih Sehat Mana?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Sepertinya kita akan lebih mudah menemukan orang yang sibuk dengan gadget mereka ketimbang membaca buku. Tak dapat dipungkiri, di era teknologi yang semakin canggih ini, orang-orang jadi lebih memilih hal-hal yang digital daripada hal-hal yang masih berbentuk cetak.

Hal ini didukung dengan survei yang dilakukan oleh Nielsen Consumer & Media View pada kuartal II 2016 di 11 kota di Indonesia yang mengungkapkan bahwa, dari 17.000 responden yang berusia 10-19 tahun, hanya 9% yang masih membaca buku cetak. 97 persen lebih memilih menonton televisi, 81 persen memilih internet dan 10 persen menonton televisi berbayar.

Padahal, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa membaca buku memiliki segudang manfaat. Pada artikel sebelumnya pun telah dipaparkan beberapa manfaat membaca buku terhadap kondisi psikologis seseorang.

Membaca buku cetak lebih meningkatkan kualitas tidur seseorang daripada buku digital

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School pada Proceedings of the National Academy of The Sciences mengungkapkan bahwa cahaya yang dihasilkan dari buku digital memiliki peranan dalam kesulitan tidur para responden. Padahal tidur yang kurang berkualitas berdampak pada peningkatkan faktor risiko penyakit kardiovaskular serta penyakit metabolisme seperti; obesitas, diabetes, dan kanker.

Penelitan dilakukan dengan mengumpulkan 12 orang responden untuk diteliti dalam suatu laboratorium selama 2 minggu, untuk mempelajari pola tidur mereka dengan menggunakan pendekatan Bedtime Reading. Di 5 hari pertama, para responden tersebut diminta untuk membaca buku cetak sebelum waktu tidur mereka, yang kemudian dilanjutkan dengan membaca buku digital pada 5 hari setelahnya.

Pola ini ternyata berhasil menurunkan tekanan darah responden pada setiap tes dan mengurangi hormon tidur melatonin responden setelah mereka membaca buku digital. Hal tersebut juga meningkatkan waktu yang biasanya mereka butuhkan untuk terlelap, sehingga mereka akan merasa lebih kelelahan keesokan paginya.

BACA JUGA: Tekanan Darah Tinggi Dapat Meningkatkan Risiko Stroke

Data dari National Sleep Foundation juga menginformasikan, terdapat 53% orangtua yang melaporkan bahwa kualitas tidur anaknya “lebih baik”. Namun penurunan persentase terjadi saat orangtua mulai memperbolehkan anaknya untuk tetap menghidupkan gadget mereka saat memasuki waktu tidur. Hanya 27% orangtua yang melaporkan kualitas tidur anaknya “baik”. Padahal tidur yang berkualitas merupakan kunci dari tubuh dan pikiran yang sehat.

Mana yang lebih sehat untuk performa otak?

Suatu penelitian mengungkapkan bahwa dalam 5 menit, seseorang akan membagi waktunya antara menyelesaikan tugas yang dikejar tenggat waktu, cek email, chatting dengan beberapa teman, serta memonitor media sosial mereka. Hal ini akan berbeda saat Anda tengah tenggelam dalam alur cerita suatu buku. Perhatian Anda tentu hanya akan terfokus pada cerita dalam buku tersebut.

Hal ini didukung oleh suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2014, yang mengungkapkan bahwa pembaca buku cetak lebih mampu menceritakan kembali secara lengkap, hingga detail terkecil buku yang telah selesai mereka baca, dibandingkan dengan pembaca buku digital.

Jadi, kapan terakhir kali Anda membaca buku cetak?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 mins read

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 mins read

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Saat nonton film horor atau berada di tempat yang sangat tinggi, kulit bisa merinding ketakutan. Nah, ini dia penjelasan kenapa tubuh bereaksi seperti itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13/06/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read