Tanpa Disangka, Beginilah Peran Kondisi Kantor Pada Kesehatan Karyawan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kata “kantor” identik dengan gedung mewah nan megah yang telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang pekerjaan para karyawannya. Tak heran, banyak yang beranggapan kalau kantor merupakan tempat yang nyaman untuk bekerja seharian penuh. Pada kenyataannya, kondisi kantor tidak selalu seindah yang Anda bayangkan. Sama seperti tempat-tempat umum lainnya, ada beragam risiko kesehatan yang mengintai para karyawan selama berada di kantor.

Bentuk ruangan kantor berperan dalam menentukan tingkat stres karyawan

Seperti apa bentuk ruang kerja Anda? Apakah tertutup dinding, terhalang oleh sekat, atau terbuka bebas tanpa ada batasan dengan rekan kerja sebelah meja? Jika ruang kerja Anda tertutup dinding atau setidaknya dibatasi oleh sekat, beruntunglah Anda. Namun bila sebaliknya, Anda harus lebih berhati-hati karena tidak sedikit karyawan yang mengeluhkan sulit berkonsentrasi dan merasa terganggu akibat kurang memiliki privasi sendiri.

Wajar saja, ruangan kerja terbuka tanpa sekat memudahkan Anda untuk berinteraksi dengan rekan kerja sebelah meja. Bahkan meskipun Anda sudah berusaha sebisa mungkin untuk meminimalisasi dering HP, sedikit saja suara panggilan masuk ke HP karyawan lain bisa dengan mudah membuyarkan konsentrasi Anda.

Tak ayal, Anda jadi mudah stres dan susah fokus akibat banyaknya gangguan yang datang silih berganti saat sedang bekerja. Akhirnya, kondisi kantor seperti ini bisa menghambat produktivitas dan kepuasan kerja Anda.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Applied Psychology mencoba membuktikan hal ini. Menurutnya, karyawan yang terpapar kebisingan dari ruangan kantor terbuka selama sekitar tiga jam memiliki kadar hormon adrenalin yang tinggi. Nah, hormon ini sering dikaitkan sebagai pemicu stres.

Gedung kantor membuat Anda mudah sakit

gedung faktor pemicu migrain

Bentuk fisik kantor yang terlihat megah dan bersih tak menjamin kualitas udara di dalam ruangannya bebas dari kontaminasi. Prof. Ann Richardson, seorang dosen di University of Canterbury New Zealand, menuturkan bahwa ruangan kantor terbuka justru bisa mempermudah penyebaran kuman penyakit antara karyawan satu dan lainnya.

Kondisi ini disebut dengan nama sindrom gedung sakit alias sick building syndrome (SBS). Sebenarnya SBS bisa terjadi di bangunan umum mana pun, tidak hanya terbatas di perkantoran saja. Penyebab utamanya sudah pasti karena paparan dari agen kimiawi, fisik, atau biologis yang ada dalam bangunan.

Dilansir dari laman Huffington Post, penelitian dari Scandinavian Journal of Work, Environment, and Health membuktikan bahwa karyawan yang bekerja di ruangan kantor tanpa sekat punya 62 hari izin sakit yang lebih banyak daripada karyawan yang bekerja dalam ruangan tertutup.

Memang tidak menutup kemungkinan kalau keberadaan kuman bisa ditemukan dimana saja. Mulai dari gagang pintu, mesin fotokopi atau printer, tombol lift, keyboard komputer, hingga pengering tangan di toilet. Itulah mengapa ruangan kantor tempat para karyawan bekerja sebaiknya dirancang sedemikan rupa, guna memungkinkan adanya paparan sinar matahari serta pertukaran udara bersih yang cukup.

Rekan kerja bisa menunjang atau malah memperburuk kesehatan mental Anda

ODHA tetap bekerja

Tanpa disadari, rekan kerja yang bersama Anda lima hari seminggu berperan penting dalam membentuk kesehatan mental dan produktivitas Anda. Mengapa? Sebagian besar karyawan menghabiskan lebih banyak waktunya bersama rekan kerja sekantor daripada dengan teman dan keluarga.

Rekan kerja yang menjengkelkan dan sulit diajak bekerjasama, lama-lama dapat meningkatkan gejala insomnia, kelelahan parah, hingga berujung pada kesehatan mental yang kian memburuk. Anda pun akan sulit berkonsentrasi  karena tidak merasa damai selama bekerja di kantor.

Kebiasaan di kantor berkaitan erat dengan kesehatan tubuh

tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Sudah menjadi rahasia umum kalau pekerja kantoran akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk sepanjang hari. Terlalu nyaman duduk dalam waktu lama, membuat banyak karyawan yang enggan melakukan pergerakan fisik di sela-sela pekerjaannya.

Lambat laun, hal ini berisiko untuk menurunkan kesehatan tubuh Anda. Ya, ada bahaya terlalu banyak duduk yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

Mulai dari nyeri pinggang, penipisan struktur otak, lingkar pinggang yang kian membesar, hingga peningkatan kadar trigliserida dalam tubuh, dipaparkan oleh Dr. William Tigbe selaku ketua peneliti mengenai bahaya duduk lama, dari Warwick Medical School di Inggris.

Alhasil, ini akan meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes dan penyakit jantung. Terlalu lama menatap layar komputer juga berakibat buruk pada kesehatan mata.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi kantor seperti ini?

kerja di rumah

Sebagai seorang karyawan, Anda tentu tidak bisa memilih kondisi kantor beserta ruangan dan rekan kerja mana saja yang pantas untuk mendampingi dunia kerja Anda lima hari dalam seminggu. Kalau sudah begini, yang bisa Anda lakukan adalah meminimalisasi segala kemungkinan yang disinyalir dapat menurunkan produktivitas kerja Anda.

Ambil contoh, saat ada rekan kerja yang tiba-tiba terserang flu maka segera mungkin beri perlindungan untuk diri sendiri dengan memakai masker dan memperkuat daya tahan tubuh. Di sisi lain, usahakan untuk tetap menjaga konsentrasi Anda meskipun banyak gangguan yang datang selama bekerja. Atau jika memungkinkan, Anda bisa pindah ke ruangan bekerja yang jauh lebih tenang.

Tak lupa, usahakan sebisa mungkin untuk memperbanyak gerakan di sela-sela deadline yang padat. Misalnya dengan mencari udara segar di luar ruangan serta berjalan-jalan sebentar sembari mencari makan siang sebelum kembali berkutat dengan pekerjaan.

Hindari terlalu memforsir diri bekerja, sebaiknya selipkan istirahat sebentar usai bekerja selama 5-10 menit dan tidur yang cukup di malam harinya. Pastikan juga Anda mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dengan makan sehat dan tepat waktu. Alangkah lebih baiknya lagi bila diiringi dengan rutin berolahraga guna membantu menjaga energi tubuh tetap optimal.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca