Penelitian Ini Buktikan Orang Religius Biasanya Hidup Lebih Lama

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/08/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menjalani gaya hidup yang sehat bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang religius memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama alias panjang umur. Artinya orang-orang beragama ini memiliki tubuh yang lebih sehat daripada yang tidak beragama (ateis). Memangnya penelitiannya seperti apa, sih? Simak di bawah ini.

Ada hubungan antara agama dengan kualitas hidup seseorang

berdoa religius agama berharap
Sumber: Rehab Center

Selama ini sudah banyak penelitian yang mempelajari hubungan antara agama, status pernikahan, dan gender dengan kualitas hidup seseorang. Dilansir dari Live Science, gender dan status pernikahan diketahui memengaruhi harapan hidup seseorang. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita hidup sekitar 4,8 tahun lebih lama daripada pria. Nah, pengaruh agama pada kesehatan fisik seseorang juga menunjukkan hasil yang hampir serupa.

Studi yang diterbitkan online pada jurnal Social Psychological and Personality Science meneliti berita kematian (obituari) lebih dari 1.000 orang di Amerika Serikat. Data penelitian mengindikasikan bahwa orang yang hidup beragama rata-rata memiliki kesempatan hidup 3,8 tahun lebih lama daripada yang tidak beragama.

Apa sebabnya orang yang religius bisa hidup lebih lama?

Banyak peneliti mencari faktor apa yang menyebabkan seseorang yang beragama memiliki kesempatan untuk hidup lebih lama. Hingga akhirnya peneliti sepakat bahwa agama mengarahkan seseorang untuk memiliki gaya hidup yang lebih baik.

Banyak agama yang mengatur atau melarang penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Tentu Anda sudah tahu bahwa menggunakan obat-obatan terlarang dan kebanyakan minum alkohol bisa membahayakan kesehatan? Terlalu banyak minum alkohol bisa meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai penyakit, seperti penyakit hati, komplikasi diabetes, disfungsi seksual, penyakit jantung, dan kanker.

minuman beralkohol

Bukan hanya itu, sebagian besar agama juga mengatur kehidupan seks seseorang. Seks yang tidak bertanggung jawab bisa menimbulkan dan menyebarkan berbagai macam penyakit seperti HIV/ AIDS, gonore, klamidia, dan juga herpes. Tanpa perawatan, semua penyakit yang disebabkan akibat seks bebas, kecanduan alkohol, dan penyalahgunaan narkoba bisa bertambah parah, menyebabkan komplikasi, hingga berakhir dengan kematian yang lebih cepat.

Hidup beragama juga diyakini para periset dapat mengurangi stres. Walaupun gejalanya tidak terlihat kasat mata dan susah terdeteksi, stres berat bisa merusak kualitas hidup seseorang. Anda jadi susah tidur, tidak bisa mengatur emosi, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Orang yang beragama biasanya sering mengikuti acara keagamaan seperti berdoa bersama umat lainnya serta menerapkan rasa syukur pada hidupnya. Bersyukur adalah salah satu emosi positif yang memengaruhi kesehatan tubuh. Meningkatnya kesehatan orang-orang tersebut ditandai dengan berkurangnya tingkat stres, depresi, dan kecemasan, serta angka tekanan darah yang lebih seimbang.

Perhatikan juga faktor lain yang menunjang kesehatan

kebiasaan sehat saat puasa

Walaupun penelitian menunjukkan hasil demikian, ada faktor lain yang menunjang kesehatan tubuh seseorang. Apa lagi faktor yang menunjang hidup agar senantiasa sehat? Ya, tentu dengan pola makan seimbang, istirahat yang cukup, dan rutin olahraga.

Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, membatasi konsumsi makanan cepat saji, berminyak, berlemak, mengandung gula tinggi dan berpengawet juga perlu Anda terapkan. Seimbangkan dengan aktivitas fisik dan istirahat yang cukup.

Selain itu, selalu menjaga kebersihan diri dan tempat tinggal, berhenti merokok, serta membangun relasi yang baik dengan setiap orang merupakan kunci untuk selalu sehat dan panjang umur, terlepas dari agama Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cegah Serangan Stroke Lanjutan, Ini Pilihan Pengobatan Efektif untuk Stroke Ringan

Serangan stroke ringan memang bisa sembuh dengan sendirinya, namun tetap memerlukan penanganan secara medis melalui pemberian obat stroke ringan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Stroke, Health Centers 22/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Berapa Angka Harapan Hidup Masyarakat Indonesia? (Plus Cara Memperpanjangnya)

Angka harapan hidup masyarakat di suatu negara tidaklah mutlak. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka harapan hidup warga Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/10/2019 . Waktu baca 5 menit

Mengulik Bahaya Gaya Hidup “Mager” Warga Kota dan Efeknya Pada Risiko Diabetes

Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas gerak. Anda harus segera mengubah kebiasaan ini kalau tidak mau terkena diabetes.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Konten Bersponsor
gaya hidup sedentari
Diabetes, Health Centers 24/08/2019 . Waktu baca 5 menit

4 Prinsip Hidup yang Harus Dijalani Jika Anda Ingin Punya Umur Panjang

Menjaga kesehatan tubuh itu mudah. Terkadang, hanya dengan melakukan hal kecil, Anda bisa membantu meningkatkan kesehatan Anda sendiri. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Hidup Sehat 22/04/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pola asuh religius anak untuk kesehatan mental

Studi: Pola Asuh Religius Bikin Anak Sehat Mental?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
hidup sehat penderita autoimun

Cara Mengatur Gaya Hidup Sehat untuk Penderita Autoimun

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Merawat diri saat liburan

4 Cara Agar Berubah Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Selepas Liburan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019 . Waktu baca 4 menit