Tren Kerja di Rumah, Betul Efektif Atau Malah Bikin Keteteran?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/08/2018
Bagikan sekarang

Di zaman modern seperti sekarang ini, pekerjaan tidak hanya bisa diselesaikan di kantor, tapi juga di rumah sendiri. Selain terlihat lebih asyik, kerja di rumah juga jauh lebih santai karena bisa dipastikan waktu kerja jadi lebih fleksibel. Anda tidak harus bangun lebih pagi supaya bisa mengejar kereta atau bus pertama, atau tidak perlu merasa seperti dikejar-kejar waktu karena jalanan yang macet. Namun, apa benar kerja di rumah itu lebih produktif daripada kerja di kantor? Yuk, simak pertimbangannya berikut ini.

Kerja di rumah biasanya lebih fleksibel

stres mencari kerja

Siapa yang bisa menolak kalau ditawarkan jam kerja fleksibel tanpa harus terikat dengan aturan baku? Sayangnya, poin yang satu ini hanya bisa Anda dapatkan kalau kerja dari rumah dan bukan di kantor. Dituturkan lebih lanjut oleh Cara Masimow, seorang terapis sekaligus pekerja sosial, bahwa orang yang bekerja di rumah cenderung memiliki suasana kerja yang lebih baik.

Tentu beda dengan pekerja kantoran yang belum sampai di kantor saja sudah dihadapkan dengan berbagai “rintangan”. Entah itu jalanan yang macet, ketinggalan kereta atau bus, terjebak hujan atau panas terik, hingga kendaraan yang dipakai tiba-tiba mogok di tengah jalan.

Belum lagi sesampainya di kantor harus menerima setumpuk deadline, meeting penting, hingga kerja dengan tim yang mungkin kurang cocok dengan Anda. Atas dasar inilah, Ryan Hooper, seorang psikolog klinis di Chicago, menyatakan bahwa bekerja di rumah bisa jadi solusi untuk mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas.

Apakah kerja di rumah pasti lebih baik untuk kesehatan mental?

kerja di rumah

Kenyataannya tidak sesimpel itu. Ya, tidak semua orang bisa menikmati kerja di rumah. Bahkan, sebagian orang merasa kurang mendapatkan interaksi sosial bila hanya berdiam diri saja di rumah.

Selain itu, banyak orang yang bekerja di rumah justru merasa stres dan tertekan karena tidak sanggup membagi waktu dengan baik antara mengerjakan pekerjaan aslinya dengan tugas-tugas rumah. Misalnya mencuci piring dan baju, masak, menyapu dan mengepel lantai, membayar tagihan, belanja bulanan, dan lain-lain.

Alhasil jam kerja jadi tidak teratur, pekerjaan rumah terbengkalai, telat makan, kurang tidur, hingga mungkin menyita waktu bersantai Anda dengan orang-orang terdekat. Bila kondisi ini terus berlanjut dalam waktu yang lama, maka bukan tidak mungkin justru akan memperparah tingkat kecemasan dan stres Anda. Akhirnya tak heran bila Anda jadi keteteran dengan pekerjaan rumah dan kantor.

Menurut Jane Scudder, seorang pelatih pengembangan karier, jadwal dan kesehatan bisa semakin kacau bila Anda terus menghabiskan waktu untuk bekerja keras sampai lupa diri, hanya demi ingin membuktikan kemampuan bekerja Anda di rumah.

Jadi mana yang lebih baik, kerja di rumah atau kantor?

bahaya malas gerak

Sebenarnya, pilihan antara kerja di kantor ataupun di rumah itu kembali lagi pada diri Anda. Sebab pada dasarnya, semua orang punya cara kerja yang berbeda-beda.

Jadi sebelum memutuskan ingin bekerja di rumah atau di kantor, sebaiknya kenali dulu lingkungan pekerjaan yang paling sesuai dengan passion yang Anda miliki. Tanyakan kembali pada diri sendiri, apakah Anda tipe orang yang senang bekerja dengan bebas tanpa harus terikat oleh waktu? Atau lebih suka banyak berinteraksi dengan orang lain dan bekerja dengan struktur dan jadwal yang jelas?

Pada intinya, kerja di rumah tak selalu seenak bayangan Anda. Tetap saja ada tantangan dan kesulitannya sendiri. Bisa jadi kerja Anda justru lebih produktif kerja di kantor daripada di rumah sendiri.

Tips agar tidak keteteran saat kerja di rumah

Nah, kerja di rumah pun bisa sama efektifnya, kok, seperti kerja di kantor. Asalkan Anda tahu batasan-batasan utamanya. Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan, untuk lebih memudahkan saat kerja dari rumah:

1.Buat perencanaan matang

menulis tangan vs mengetik

Coba buat rencana kerja guna mengatur aktivitas Anda selama bekerja di rumah, meliputi menyiapkan ruangan khusus untuk kerja; jadwal kerja tetap; jadwal istirahat; maupun pembagian waktu lainnya. Selayaknya kerja di kantor, kerja dari rumah juga harus punya aturan yang matang agar seluruh pekerjaan dan hasil yang Anda dapatkan lebih optimal.

2. Disiplin

manfaat menulis

Pastikan Anda menerapkan semua jadwal dan aturan yang telah tersusun rapi sebelumnya. Ubah pola pikir yang menganggap kalau kerja di rumah berarti bisa santai sesuka hati Anda, padahal tidak demikian. Baik itu kerja di kantor ataupun di rumah, punya aturan kerja yang sama. Yang berbeda hanyalah tempat bekerjanya saja.

3. Luangkan waktu untuk diri sendiri

manusia bersosialisasi

Sebaiknya jangan terlalu memforsir diri untuk bekerja sepanjang hari. Tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri. Anda bisa melakukan olahraga ringan, meditasi, pergi ke salon, menonton film, atau berkumpul dengan teman.

Lakukan kegiatan seru demi mencegah stres setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Tentunya, pikiran jadi lebih segar sekaligus membuat Anda semakin termotivasi untuk bekerja dengan produktif.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Working from Home Might Take a Toll On Your Mental Health.  https://www.huffingtonpost.com/entry/working-from-home-mental-health_us_5afd88e2e4b0a59b4e014602 Accessed on August 10th 2018.

4 Simple Tips for Working from Home. https://www.nytimes.com/2018/01/15/smarter-living/4-simple-tips-to-working-from-home-smarter.html Accessed on August 10th 2018.

How to Survive Working from Home. https://www.telegraph.co.uk/men/thinking-man/how-to-survive-working-from-home-12-tips-and-tricks/ Accessed on August 10th 2018.

Yang juga perlu Anda baca

Sedang Jalani Kemoterapi, Baiknya Tetap Bekerja Atau Tidak, Ya? Begini Pertimbangannya

Padatnya jadwal pengobatan kemoterapi mungkin akan sedikit mengesampingkan urusan pekerjaan. Bolehkah melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

5 Cara Paling Jitu Buat Anak Rantau Mengusir Homesick

Homesick tapi tidak bisa pulang musim liburan ini karena kehabisan tiket? Coba lima cara ini untuk mengobati rindu kampung halaman yang nun jauh di mata.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena

Tanpa Disangka, Beginilah Peran Kondisi Kantor Pada Kesehatan Karyawan

Kondisi kantor yang megah nan mewah tidak menjamin seluruh karyawannya terbebas dari jeratan penyakit yang bisa datang kapan pun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

“Hobi” Lanjut Kerja Lembur di Rumah Bikin Anda Tak Pernah Tidur Nyenyak, Kata Peneliti

Efek lembur bukan cuma bikin kerja jadi tidak produktif. Ketika lembur sampai berlanjut di rumah, kebiasaan ini malah bisa memicu Anda mengalami insomnia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Stres Akibat Harus Lembur Kerja Saat Liburan? Siasati dengan 5 Cara Ini

Stres Akibat Harus Lembur Kerja Saat Liburan? Siasati dengan 5 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020
6 Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan (Hayo, Anda yang Mana?)

6 Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan (Hayo, Anda yang Mana?)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 27/09/2019
Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ternyata, Ini Alasan Mengapa Anda Jadi Tidak Produktif Saat Patah Hati

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2019
5 Tips Jitu Agar Tetap Sehat dan Produktif Saat Harus Kerja di Rumah

5 Tips Jitu Agar Tetap Sehat dan Produktif Saat Harus Kerja di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 01/02/2019