Kenapa Kita Tidak Ingat Apa yang Terjadi Saat Kita Masih Bayi?

Oleh

Bisakah Anda menceritakan satu kenangan yang terjadi dalam hidup Anda sewaktu ngompol di TK? Apakah Anda mengingat satu kenangan yang lebih awal dari itu? Misalnya, apakah Anda ingat makanan pertama yang Anda? Mungkin rasa bubur bayi yang Anda makan saat usia Anda baru 6 bulan. Atau apakah Anda mengingat bagaimana orang sekeliling Anda menangis haru setelah menunggu kelahiran Anda sembilan bulan di dalam kandungan?

Inilah infantile amnesia atau childhood amnesia

Ya, Anda bukan satu-satunya orang yang tidak dapat mengingat kenangan yang terjadi saat Anda masih bayi. Rata-rata orang dewasa tidak banyak mengingat kenangan dari awal-awal kehidupannya. Kalaupun iya, biasanya kenangan itu berasal dari usia 2 atau 3 tahun, dan kenangan itu pun tidak terlalu detil (Howe, Courage, & Rooksby, 2009; Newcombe, 2007). Fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini disebut dengan infantile amnesia atau childhood amnesia.

Apa penyebab hilangnya ingatan saat bayi ini?

Ada satu teori yang menyatakan bahwa penyebab amnesia ini adalah belum berkembangnya area otak yang disebut dengan prefrontal lobes (Boyer & Diamond, 1992). Prefrontal lobes ini yang menyimpan kenangan mengenai kejadian yang pernah terjadi dalam hidup manusia. Namun, karena belum berkembang secara sempurna, kapasitas dalam mengingat pun tidak bisa dilakukan secara sempurna.

Selain itu, ada juga teori yang bisa bikin shock orang yang bukan berlatar belakang dari psikologi; teori psikoseksual Sigmund Freud. Sebelum adanya penelitian yang objektif, Sigmund Freud (1899) adalah orang pertama yang menyadari adanya childhood amnesia ini. Dalam teorinya, Freud menyatakan bahwa childhood amnesia terjadi karena anak merasa traumatik, sehingga berusaha melupakan, karena menahan nafsu seks mereka. Freud menyatakan bahwa masa kanak-kanak usia 1,5 hingga 3 tahun, anak fokus pada kenikmatan yang berada pada anusnya. Teori psikoseksual dari Freud sendiri menyatakan bahwa selama hidupnya, manusia akan memfokuskan dirinya pada kepuasan seksual.

Kembali ke masa modern, ada penelitian yang dilakukan oleh Paul Frankland, Sheena Josselyn, dan kolega (2012) pada rumah sakit anak di Toronto. Penelitian ini memiliki dugaan bahwa amnesia akan ingatan masa kecil terjadi karena pertumbuhan yang sangat cepat pada area otak yang bernama hippocampus pada masa anak-anak. Pertumbuhan hippocampus yang cepat ini menyebabkan memori yang lama “membusuk” dan akhirnya dilupakan. Hippocampus sendiri adalah area pada otak yang mengatur memori autobiografi kehidupan seseorang.

Memori di usia batita lebih diingat

Pada anak yang lebih kecil (usia 5-6 tahun), mereka cenderung lebih banyak mengingat banyak hal yang terjadi pada usia batita mereka, sekitar 63%-72% kejadian yang pernah terjadi. Namun, pada anak yang cenderung lebih besar (usia 8-9 tahun), mereka justru tidak banyak mengingat kejadian yang terjadi pada masa batita mereka, sekitar 35% dari jumlah kejadian. Walaupun begitu, anak usia 8-9 tahun dapat menggambarkan kejadian tersebut jauh lebih detil dibandingkan anak usia 5-6 tahun.

Dr. Patricia Bauer, seorang psikolog di Emory University, yang meneliti tentang hal itu menyatakan bahwa pada masa anak-anak, kita cenderung melupakan banyak hal detil dibandingkan masa dewasa karena anak-anak tidak dapat memproses potongan kenangan ke bentuk yang lebih rumit.

Jadi, sebenarnya apa yang menyebabkan kita menjadi amnesia? Walaupun demikian, teori mengenai childhood amnesia ini masih menyimpan banyak misteri untuk para peneliti sendiri. Tidak ada penjelasan pasti mengenai alasan utama tersebut; karena perkembangan yang terjadi pada manusia adalah hasil interaksi dari berbagai macam hal kompleks. Yang terpenting, Anda tahu jika hal ini tidak terjadi hanya pada Anda. Jadi lebih lega sedikit, kan?

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca