Tahukah Anda bahwa ternyata kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan setiap hari bisa mengubah bentuk dan fungsi otak, menjadi lebih baik maupun lebih buruk? Apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut?

1. Buruk: kebiasaan tidur yang berantakan

Jika Anda tidak tidur dengan cukup di malam hari dan kualitas tidur Anda buruk, maka otak Anda lama kelamaan akan menyusut. Hal ini disampaikan di dalam sebuah penelitian yang memeriksa berbagai bentuk otak seseorang tergantung dengan kebiasaan tidurnya. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat membuat otak seseorang menyusut dan hal ini mempengaruhi area dari beberapa bagian penting di otak seperti, bagian temporal, parietal dan lobus frontal yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan, kemampuan bahasa, kemampuan menghitung, dan berperan dalam proses pengambilan keputusan.

2. Baik: bermain video games bergenre action

Anak laki-laki sering sekali menghabiskan waktu dengan bermain video games. Jangan dimarahi jika mereka menghabiskan waktu untuk bermain video games, karena ternyata sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Toronto, Kanada, menemukan bahwa 10 jam bermain video games dengan genre action dapat mengubah aktivitas listrik otak. Perubahan ini mengakibatkan kemampuan visual meningkat dan melatih konsentrasi.

3. Baik: melakukan meditasi

Sebuah penelitian yang berasal dari University of Alabama, menemukan bahwa terdapat perbedaan bentuk otak pada kelompok orang yang sering melakukan meditasi dengan kelompok yang tidak melakukannya. Dalam penelitian ini disebutkan bahwa melakukan meditasi selama 30 menit setiap hari selama 8 minggu berturut-turut dapat meningkatkan aktivitas otak. Tidak hanya itu, beberapa bagian otak juga melebar, seperti bagian korteks, serebelum, serta parietal-temporal. Hal ini akan membuat kemampuan belajar dan mengingat meningkat serta seseorang menjadi mampu untuk mengatur emosinya.

4. Baik: berolahraga dengan teratur

Sama seperti otot, otak juga perlu dilatih agar bisa mendapatkan bentuk otak yang ‘bagus’. Melakukan olahraga yang sederhana dan mudah saja, seperti bersepeda dan melompat selama 30 menit dan dilakukan selama 3 kali dalam seminggu bisa meningkatkan volume hipokampus otak sebanyak 12-16%. Peningkatan volume ini menyebabkan peningkatan kemampuan mengingat seseorang.

Sebuah penelitian pernah memberikan ujian bahasa pada orang yang melakukan olahraga lari sprint selama 3 menit. Kemudian dari penelitian ini diketahui bahwa orang yang melakukan olahraga lari sebelumnya mempunyai nilai 20% lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak melakukan olahraga.

5. Buruk: mengalami penyakit kronis

Seseorang yang memiliki penyakit kronis, tidak hanya harus menghadapi masalah fisik saja tetapi juga mengalami penurunan kemampuan otak. Penurunan kemampuan ini terjadi akibat rusaknya salah satu bagian di otak karena rasa sakit yang dirasakan. Ketika Anda merasa kesakitan, maka bagian frotal korteks otak Anda terus aktif.

Akibat selalu aktif dan digunakan ketika sakit – sementara penyakit kronis menimbulkan rasa sakit yang terus-menerus – maka bagian otak tersebut rusak dan tidak bekerja dengan baik. Dampaknya, fungsi otak terganggu, kemampuan otak menurun, dan mengalami masalah susah tidur.

6. Baik: belajar hal-hal baru

Seperti pepatah yang mengatakan, “Jangan pergi tidur dulu jika Anda belum mempelajari hal baru di hari ini”, otak manusia juga bisa menjadi ensiklopedia atau buku pintar jika Anda mengasahnya. Dari hasil sebuah studi disebutkan bahwa mempelajari hal-hal baru merangsang otak untuk membentuk tempat penyimpanan ingatan baru dan membuat volume otak bertambah. Seperti mempelajari bahasa baru, akan meningkatkan luas bagian materi abu-abu otak.

7. Buruk: kebiasaan merokok

Merokok tidak hanya merusak organ paru-paru, tetapi nikotin yang terkandung di dalam rokok juga berdampak buruk bagi otak. Pernyataan ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan pada 43 perokok aktif. Dari penelitian tersebut, peneliti melakukan analisis metabolisme yang terjadi pada otak dan melihat proses kimiawi otak. Kemudian, hasil yang muncul adalah nikotin menurunkan zat asam amino pada bagian anterior cingulate korteks, yaitu bagian otak yang mengatur rasa sakit dan bahagia.

8. Buruk: terlalu sering stres

Stres akan sesuatu hal merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi pada semua individu. Tetapi jika rasa cemas dan tertekan tersebut tidak ditangani dengan baik, maka bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami depresi. Depresi yang dialami seseorang, ternyata dapat memutuskan koneksi antar-sel saraf yang sebenarnya berfungsi untuk mempertahankan kemampuan otak. Selain itu, volume otak secara keseluruhan akan menurun.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca