Memahami Karantina untuk Menghambat Penyebaran Penyakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/04/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Masih ingat pada tahun 2014 hingga 2015 lalu, wabah Ebola merebak di berbagai belahan dunia? Dalam laporannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa penyakit menular ini menelan 11.315 korban jiwa di enam negara. Pada saat itu, negara-negara dengan kasus Ebola memberlakukan karantina. Akan tetapi, tahukah Anda sebenarnya apa itu karantina dan apa tujuan karantina? Ingat, isolasi dan karantina adalah dua hal yang berbeda. Nah, untuk mengetahui serba-serbi karantina dan perbedaannya dengan isolasi, simak terus penjelasan berikut ini.

Isolasi dan karantina adalah dua tindakan yang berbeda

Bila seseorang memilki kontak dengan penyakit sangat menular yang berbahaya, maka orang tersebut akan diisolasi dan dikarantina untuk mencegah penyebaran penyakit ini kepada orang lain.

Isolasi berarti memisahkan orang dengan penyakit menular dari orang yang sehat dan tidak terkontaminasi. Sementara itu, karantina adalah tindakan memisahkan dan membatasi orang-orang yang telah memiliki kontak dengan penyakit menular (belum tentu kena penyakitnya) untuk mengetahui apakah mereka akan terkena penyakit tersebut atau tidak.

Perhatikan gambaran berikut ini supaya perbedaannya lebih jelas. Seorang anak yang telah didiagnosis positif memiliki penyakit difteri akan diisolasi alias dijauhkan dari anak dan orang lain yang sehat. Ini supaya orang lain tidak tertular difteri dari anak tersebut.

Sedangkan apabila seorang anak punya kakak kandung serumah yang telah didiagnosis positif memiliki penyakit difteri, sementara anak itu sendiri belum terdiagnosis, anak ini akan dikarantina. Selama karantina, kondisi anak ini akan terus dipantau untuk melihat adanya perkembangan gejala atau tidak.

Anak ini perlu dipisahkan dari orang yang sehat meski belum terdiagnosis karena ia sangat berisiko tertular difteri dari kakaknya, sehingga kemungkinan besar ia sendiri pun sudah terinfeksi bakteri. Bila anak ini tidak dikarantina hanya karena gejalanya belum tampak, dikhawatirkan difteri bisa menyebar ke orang lain di sekitar anak ini.

Apa itu karantina?

Seseorang yang memiliki kontak dengan penyakit menular punya kemungkinan untuk terinfeksi, meskipun bisa juga tidak. Namun, untuk mencegah penyebaran penyakit ini, orang tersebut mungkin perlu tinggal di rumah atau di lokasi lain (misalnya balai karantina, rumah sakit, atau klinik). Biasanya pada saat dikarantina, Anda tidak diperbolehkan untuk masuk sekolah, pergi kerja dan kuliah, atau bepergian ke tempat-tempat umum. 

Bahkan dalam kasus serius, misalnya pada kasus wabah Ebola di berbagai negara di Afrika Barat tahun 2014, pasokan makanan dan kebutuhan sehari-hari orang yang sedang dikarantina akan dikirimkan langsung ke rumah mereka oleh petugas sehingga mereka tidak perlu keluar membeli makan atau keperluan lainnya.

Selama karantina berlangsung, kondisi kesehatan Anda akan terus dipantau oleh petugas kesehatan. Anda akan diminta untuk menjalani serangkaian pemeriksaan medis seperti tes darah atau tes lainnya yang bisa menunjang diagnosis. Anda, keluarga, dan orang terdekat juga akan diberikan edukasi soal gejala-gejala penyakit yang perlu diwaspadai dan dilaporkan.

Kenapa perlu dikarantina?

Seseorang dapat terinfeksi penyakit berbahaya karena terpapar bakteri atau virus ketika berinteraksi dengan manusia atau hewan yang terinfeksi. Penyakit yang bisa menyebar ini disebut penyakit menular.

Penyakit menular telah merenggut ribuan nyawa di masa lalu, seperti wabah hitam (black death) di London, Inggris yang disebabkan oleh bakteri yersinia pestis. Bahkan baru beberapa tahun lalu wabah Ebola menyerang beberapa negara dan membunuh lebih dari sepuluh ribu orang.

Saat kita mencoba mencegah infeksi dan penyebarannya, penting untuk memahami penyakit ini dan menentukan apa yang dapat dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran penyakit menular yang berbahaya. Nah, karantina diberlakukan ketika pihak berwenang (misalnya Dinas Kesehatan setempat) melihat dan mengevaluasi adanya risiko penularan penyakit berbahaya.

Apa yang terjadi saat kita dikarantina?

Orang yang dikarantina akan diminta untuk tinggal di suatu tempat tertentu atau di dalam rumahnya sendiri untuk mencegah penyebaran penyakit dan sekaligus untuk memantau apakah penyakit tersebut akan berkembang dalam orang tersebut. Selama karantina, Anda boleh melakukan aktivitas yang biasa dilakukan di dalam ruangan.

Anda juga akan diberikan instruksi mengenai apa yang harus dilakukan untuk memantau penyakit atau untuk mencegah penularan penyakit ke orang lain misalnya anggota keluarga. Ia akan diminta untuk tinggal di dalam ruangan tersebut hingga risiko penularan dianggap sudah menurun atau risiko penyakitnya untuk berkembang sudah menurun.

Bila setelah pemantauan Anda didiagnosis dengan penyakit tersebut, maka Anda akan dipindahkan ke ruang isolasi. Dalam ruang isolasi ini Anda akan terus dirawat dan dipantau perkembangan penyakitnya. Biasanya orang yang diisolasi ditempatkan dalam ruang khusus untuk satu orang saja. Petugas kesehatan yang merawat akan menggunakan baju khusus untuk mencegah terjadinya penularan atau kontak.

Karantina tidak berarti menghentikan penyebaran penyakit seutuhnya. Penelitian mengungkapkan bahwa dalam beberapa kasus karantina efektif untuk menghambat penyebaran penyakit hanya jika dibarengi dengan program imunisasi dengan vaksin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Cuci tangan bukan sekadar gosok, bilas, dan keringkan. Ada cara cuci tangan yang baik untuk benar-benar efektif bunuh kuman.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 4 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 3 mins read
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 mins read
bakteri pada uang kertas

Mengenal Bakteri pada Uang Kertas dan Koin dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 mins read