Suplemen yang mungkin Anda anggap selalu baik untuk kesehatan, nyatanya tidak selalu seperti itu. Sama halnya dengan obat, suplemen seperti pil vitamin dan mineral pun pasti punya efek samping tersendiri. Apa saja bahaya suplemen kesehatan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kandungan dalam suplemen kesehatan yang bisa berbahaya

Seperti obat-obatan, suplemen makanan memiliki risiko dan efek samping sendiri. Tetapi, kan, tidak semua penjual menjelaskan bahayanya, atau bahkan melakukan riset apakah suplemen kesehatan itu aman-aman saja dikonsumsi. Mari tanamkan pada diri Anda, bahwa segala sesuatu yang menggunakan embel-embel kesehatan, belum tentu benar sehat.

FDA (Food and Drug Administration) di Amerika mengatakan, suplemen kesehatan punya beberapa efek baik tertentu pada tubuh, jika digunakan dengan benar. Vitamin dan mineral yang terkandung di dalam suplemen bisa memenuhi kebutuhan nutrisi Anda sehari-hari, jika memang asupan makanan Anda belum bisa mencukupinya.

Namun, Consumer Reports yang meriset dan menerima laporan tentang bahaya suplemen kesehatan, mengindikasikan ada bahaya tertentu yang bisa ditimbulkan oleh suplemen. Ada 23.000 ribu orang di Amerika yang dilaporkan berakhir di UGD karena gagalnya fungsi liver dan gagal ginjal akibat minum suplemen kesehatan. Hal ini disebabkan oleh kandungan tertentu yang ada pada suplemen yang dikonsumsi.

Consumer Reports Amerika menyatakan beberapa kandungan yang bisa menimbulkan kejang tiba-tiba:

  • Aconite
  • Bubuk kafein
  • Chaparral
  • Tanaman herbal coltsfoot
  • Tumbuhan Comfrey
  • Tanaman obat germander
  • Ekstrak bubuk teh hijau
  • Akar kava
  • Lobelia (biasa dikenal sebagai tembakau India)
  • Methylsynephrine
  • Minyak Pennyroyal
  • Asam usnat

Tips menghindari bahaya akibat suplemen kesehatan

Segala sesuatu yang digunakan dengan salah, berpotensi menyebabkan kerusakan. Begitupun dengan suplemen kesehatan. Suplemen punya efek baik tersendiri bagi orang yang memiliki keterbatasan dalam asupan makanan (misalnya vegetarian), dan orang-orang yang sedang dalam kondisi kesehatan tertentu dan membutuhkan tambahan nutrisi. Tapi, banyak orang yang mengabaikan aturan pakai suplemen yang aman.

Berikut ini cara memastikan keamanan saat mengonsumsi suplemen kesehatan.

  • Waspada juga minum suplemen jika Anda sedang hamil atau menyusui. Kebanyakan suplemen kesehatan belum diuji untuk kondisi ibu yang sedang hamil, menyusui, atau bahkan anak-anak. Selalu konsultasikan kepada dokter atau bidan Anda.
  • Hanya minum suplemen jika perlu, dan selalu ikuti dosis yang dianjurkan. Perlu diingat bahwa suplemen kesehatan bisa mengandung kelebihan vitamin dan mineral yang tentu tidak baik tubuh. Contoh, terlalu banyak vitamin A dapat menyebabkan sakit kepala dan kerusakan hati, mengurangi kekuatan tulang, dan menyebabkan cacat lahir.  Selain itu, kelebihan zat besi menyebabkan mual dan muntah dan dapat merusak hati dan organ lainnya.
  • Konsultasikan kepada dokter sebelum meminum suplemen antioksidan, seperti pil vitamin C dan E, jika Anda sedang menjalani kemoterapi. Suplemen jenis ini dapat mengurangi efektivitas beberapa jenis kemoterapi kanker.
  • Jangan asal membeli suplemen tanpa resep obat dan persetujuan dokter. Baiknya, Anda melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, sehingga dokter bisa menyarankan suplemen apa yang tepat untuk kondisi Anda
  • Jika sudah terlanjur membeli, cek dan periksa produk yang Anda beli dengan dokter. Tanyakan juga bagaimana efek samping dan seberapa banyak yang harus dikonsumsi.
  • Tidak ada istilah “alami” pada semua produk suplemen. Artinya, belum pasti aman juga untuk tubuh. Bahaya suplemen kesehatan ini tergantung juga dari kandungannya. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, Anda harus pandai untuk mencari tahu efek samping bahan-bahan yang ada di dalam suplemen. Misalnya, kandungan comfrey dan kava sangat tidak baik bagi kesehatan hati manusia.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca