Bisakah Juvenile Rheumatoid Arthritis Benar-benar Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/03/2020
Bagikan sekarang

Juvenile rheumatoid arthritis sembuh total adalah sesuatu yang jarang ditemukan. Anda hanya bisa mengontrol penyakit yang juga dikenal sebagai rematik pada anak tersebut supaya efeknya tidak terlalu parah.

Meskipun begitu, Stanford Children’s Health menyebutkan bahwa tak seperti rheumatoid arthritis pada orang dewasa, yang berlangsung lama (kronis) dan berlanjut hingga seumur hidup, juvenile rheumatoid arthritis (JRA) biasanya hilang pada anak-anak.

Jika gejala juvenile rheumatoid arthritis (JRA) hilang selama bertahun-tahun, apakah itu berarti penyakitnya sudah benar-benar hilang? Ataukah bisa kembali lagi? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu juvenile rheumatoid arthritis (JRA)?

Juvenile rheumatoid arthritis (JRA) merupakan bentuk arthritis atau rematik yang menyerang anak-anak. Arthritis memang tidak menyerang anak-anak sebanyak orang dewasa, tapi kasusnya masih tergolong banyak terjadi pada remaja. Penyakit ini juga disebut dengan juvenile idiopathic arthriris (JIA).

Anak dengan JRA mungkin akan sakit dan kaku yang bisa berubah-ubah dari hari ke hari atau dari pagi ke malam. Gejala tersebut bisa datang dan pergi. Ketika menjadi aktif dan gejalanya makin parah, kondisi ini disebut “flare” atau “flare-up” atau kambuh.

JRA biasanya menyebabkan beberapa masalah kecil, tapi dalam beberapa kasus, penyakit ini menimbulkan kerusakan otot atau keterbatasan pertumbuhan. Meskipun juvenile rheumatoid arthritis (JRA) biasanya menyerang otot dan jaringan di sekitarnya, penyakit ini juga dapat menyerang organ lain, seperti mata, hati, jantung, dan paru-paru.

JRA merupakan penyakit kronis yang berarti dapat bertahan hingga berbulan-bulanan atau bertahun-tahun. Gejalanya mungkin akan hilang dengan perawatan. Kondisi tersebut disebut dengan “remisi”. Remisi biasanya bertahan berbulan-bulan, bertahun-tahun, hingga seumur hidup.

Penyebab

Sama seperti rheumatoid arthritis (RA) pada orang dewasa, juvenile rheumatoid arthritis (JRA) merupakan penyakit autoimun. Ini berarti sistem imun tubuh menyerang sel dan jaringan sehat pada tubuhnya sendiri.

JRA disebabkan oleh banyak hal, termasuk genetik dan lingkungan. Hal ini berarti penyakit tersebut tak hanya dapat diturunkan melalui garis keluarga, tetapi juga dipicu dengan paparan berbagai hal.

Rheumatoid Arthritis Support Network menyebut ilmuwan belum memberikan solusi konklusif untuk mencegah penyakit JRA karena penyebab inisiasi dari kerusakan kekebalan tubuh masih belum diketahui secara mendalam.

Perawatan

Tujuan utama dalam perawatan ini adalah mencegah kerusakan otot secara permanen. Rencana perawatan seringkali tergantung pada jenis JRA atau rematik yang dirasakan anak-anak.

Pada jenis Oligoarticular, di mana peradangan berada di lebih sedikit dari lima otot, NSAIDs dan kortikosteroid biasanya cukup untuk menangani gejala dan “flare-up” (kambuh).

Pada jenis Polyarticular dan jenis lain pada JRA, di mana ada lebih dari lima otot yang terserang, DMARDs dan obat biologis digunakan untuk menurunkan peradangan. Ketika anak hanya merasakan gejala pada satu otot, steroid bisa disuntikkan pada otot tersebut untuk mengontrol peradangan sebelum pengobatan lain dilakukan.

Steroid hanya boleh digunakan dengan hemat karena efek sampingnya tidak mengenakan, seperti pertumbuhan yang buruk dan risiko infeksi.

Bisakah juvenile rheumatoid arthritis (JRA) sembuh total?

Kebanyakan anak merasakan gejala juvenile rheumatoid arthritis selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun dan mengalami beberapa periode remisi, di mana gejalanya benar-benar menghilang, dan akhirnya merasakannya kembali.

Di antara periode remisi tersebut, gejala terkadang akan menjadi jauh lebih buruk untuk periode waktu yang singkat. Kondisi ini disebut “flare-up”. Banyak anak mengalami masa “flare-up” berkali-kali pada siklus remisi, sementara beberapa lainnya justru tak merasakan apa-apa selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Sama seperti RA, setiap kasus juvenile rheumatoid arthritis (JRA) juga berbeda satu dengan yang lainnya. Untungnya, ada berbagai cara untuk menangani gejala agar juvenile rheumatoid arthritis sembuh, meski tidak total.

Direktur Reumatologi Boston Children’s Hospital, dr. Robert P. Sundel kepada Arthritis Foundation menyebut dirinya perlu mengoreksi presepsi soal kemungkinan juvenile rheumatoid arthritis sembuh total. Ia menyebut kondisi JRA pada kebanyakan orang memerlukan perawatan sampai dewasa, meskipun gejalanya mungkin bertambah dan berkurang, seiring dengan berjalannya waktu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber