Kata Penelitian, Jok dan Interior Mobil Ternyata Bisa Jadi Sarang Kuman

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sudah seberapa sering Anda menjaga kebersihan mobil pribadi Anda? Jawabannya bisa berbeda-beda. Semakin jarang Anda menggunakan mobil untuk bepergian, maka bisa jadi Anda juga jarang mencucinya. Karena toh mobilnya masih bersih dan tampak terawat. Eits, jangan senang dulu. Para ahli mengungkapkan bahwa meskipun tampak bersih, mobil Anda bisa menjadi salah satu sumber bakteri, terutama bagian jok dan interior mobil. Kok bisa, ya?

Meski tampak bersih, mobil ternyata bisa jadi sumber bakteri

Seberapa sering Anda pergi menggunakan mobil saat berangkat ke kantor atau mengantar anak ke sekolah? Setiap orang tentu punya jawaban yang berbeda-beda. Ada yang pergi ke kantor dengan naik mobil setiap hari, tapi ada juga yang naik mobil ke kantor hanya saat hujan saja.

Anda mungkin menganggap mobil yang selama ini Anda kendarai tergolong bersih. Mungkin karena mobil Anda terbebas dari sampah berserakan, tidak pernah merokok di dalam mobil, dan sebagainya.

Namun jangan salah. Tanpa disadari, benda-benda yang ada di dalam mobil ternyata sudah terpapar kuman dan penyakit. Bahkan bisa dibilang, mobil Anda menjadi salah satu sumber bakteri. Kok bisa?

bau mobil baru

Hal ini telah dibuktikan melalui sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Environmental and Public Health tahun 2016 silam. Para ahli mengusap 11 permukaan yang berbeda di dalam mobil, mulai dari roda, dashboard, setir, hingga ke jok mobil. Setelah itu, hasil usap permukaan tadi diuji coba di laboratorium untuk menemukan kemungkinan adanya kuman dan bakteri di dalam mobil.

Dari sejumlah sampel yang diteliti, para ahli menemukan bahwa terdapat bakteri Staphylococcus aureus (S.aureus) dari beberapa permukaan mobil. Hal ini termasuk juga pada jok dan interior mobil yang tampak bersih. Ini artinya, walaupun kelihatannya bersih tanpa debu sekalipun, mobil Anda mungkin saja menjadi sumber bakteri yang terpapar dari lingkungan.

S.aureus adalah jenis bakteri yang sebetulnya tidak berbahaya, sebab bakteri ini banyak ditemukan di permukaan kulit, lubang hidung, dan bagian tenggorokan. Namun ketika bakteri ini menempel di jok atau interior mobil, kemudian Anda menyentuhnya, maka jumlah bakteri S.aureus di kulit akan bertambah. Hal ini dapat menyebabkan kulit terasa gatal, kemerahan, dan bengkak.

Jika terhirup, bakteri ini dapat menginfeksi paru-paru dan memicu pneumonia. Begitu juga ketika Anda makan makanan yang terkontaminasi, maka bakteri ini dapat menyebabkan diare, sakit perut, mual, dan muntah.

Sumber bakteri dalam mobil juga bisa dari tas belanja

tas daur ulang

Kuman dan bakteri di jok mobil Anda juga bisa berasal dari tas daur ulang. Apakah Anda termasuk orang yang sering menaruh tas belanja di jok atau bagasi mobil? Jika iya, segera ubah kebiasaan ini, yuk!

Anda mungkin keburu repot membawa barang belanjaan sehingga asal menaruhnya di mobil, entah itu bahan makanan kering atau bahan makanan basah seperti daging. Hati-hati, tetesan darah atau air yang mengandung bakteri dapat meresap ke tas belanja dan mengontaminasi jok mobil Anda.

Begitu juga jika Anda terbiasa menyimpan tas belanja di dalam mobil. Alih-alih supaya praktis saat hendak belanja, kebiasaan ini justru bisa menjadikan mobil Anda sebagai sumber bakteri, lho!

Seorang pakar penyakit menular, Susah Rehm, MD, mengungkapkan kepada Cleveland Clinic bahwa suhu panas dalam mobil dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri hingga dua kali lipat. Apalagi kalau tas belanja tersebut jarang dicuci, maka tidak terbayang sudah berapa banyak kuman dan bakteri yang hinggap di dalam mobil Anda.

Jangan lupa bersihkan bagian dalam mobil secara rutin

Nah, sekarang Anda tahu bahwa mobil pun tak luput menjadi sumber bakteri. Supaya tubuh Anda dan keluarga tetap terjaga dari kuman dan bakteri, maka jangan lupa untuk bersihkan mobil Anda secara rutin.

Ingat, jangan hanya bersihkan bagian luarnya saja supaya terlihat bersih dan mengkilap, tapi perhatikan juga kebersihan bagian dalam mobil. Mulai dari dashboard, setir, jok, hingga karpet mobil.

Bila Anda termasuk orang yang terbiasa mengendarai mobil setiap hari, maka Anda harus mencuci mobil setidaknya seminggu sekali. Setelah itu, lap setiap bagian interior mobil dengan cairan alkohol untuk membunuh bakteri yang menempel.

Bukan hanya mobilnya saja, Anda dan keluarga pun juga harus menjaga kebersihan diri dengan baik. Sebab, sumber bakteri di dalam mobil tentu saja bisa berasal dari penumpang itu sendiri.

Mulailah dengan cara-cara yang sederhana. Misalnya jika Anda baru saja dari toilet, sebaiknya cuci tangan dulu hingga bersih sebelum masuk ke mobil. Kalau ingin lebih praktis, gunakan hand sanitizer dulu sebelum menyentuh pegangan pintu, jendela, atau bagian mobil lainnya. Hal ini akan membantu mencegah penyebaran kuman dari luar ke dalam mobil, sehingga mobil Anda akan tetap terjaga dari paparan penyakit.

Para ahli juga tidak menyarankan Anda untuk menyimpan tas belanja di mobil. Sebaiknya, letakkan tas belanja di tempat yang kering dalam rumah supaya bakteri tidak tumbuh.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca