Saat mata Anda bermasalah, lendir akan diproduksi lebih banyak. Akibatnya, mata akan mudah belekan. Anda tentu refleks akan membersihkan belek tersebut, lagi dan lagi. Sayangnya, tindakan tersebut menyebabkan iritasi mata. Kondisi ini disebut dengan mucus fishing syndrome (MFS). Yuk, pahami lebih lanjut mengenai sindrom ini.

Apa itu mucus fishing syndrome?

Mucus fishing syndrome adalah kebiasaan membersihkan lendir mata terus-menerus saat iritasi mata. Kondisi ini bukan meringankan kondisi, malah semakin meningkatkan produksi lendir sehingga mata jadi mudah sekali belekan dan tentunya iritasi lebih parah.

Mata membutuhkan air mata untuk melembapkan area mata sekaligus mencegah zat asing masuk ke mata. Nah, air mata tersebut mengandung air, lendir, garam, dan minyak. Saat mata mengalami masalah seperti iritasi atau infeksi, lendir diproduksi jadi lebih banyak sehingga cenderung membuat mata belekan.

Anda yang tidak tahan dengan kondisi mata belekan, pasti cenderung mengusap dan menarik belek supaya tidak mengotori mata. Sayangnya, jika dilakukan terus menerus akan menyebabkan mucus fishing syndrome.

Iritasi mata adalah penyebab utama mucus fishing syndrome

Seseorang bisa memiliki sindrom ini jika lendir yang diproduksi mata terlalu banyak. Umumnya disebabkan oleh gangguan mata dan kondisi tertentu, seperti:

  • Konjungivitis (mata merah). Penyakit mata menular akibat infeksi bakteri, virus, atau alergi.
  • Dacryocystitis. Infeksi akibat saluran air mata tersumbat, sehingga air mata cenderung berlendir.
  • Mata kering. Ketidakmampuan kelenjar lakrimalis untuk memproduksi cukup air mata.
  • Blepharitis. ketidakmampuan kelenjar lakrimalis memproduksi air mata yang cukup minyak sehingga kelopak mata jadi berkerak dan membengkak.
  • Gangguan perilaku repetitif yang berfokus pada tubuh. Gangguan ini menyebabkan seseorang mlakukan tindakan yang sama, seperti menggosok mata, menarik rambut, atau menggigit kuku.

Apa saja gejala dari mucus fishing syndrome?

mata terasa perih

Sering menarik lendir atau belek di mata terus-menerus, dapat meningkatkan produksi lendir semakin banyak sehingga rentan infeksi dan iritasi mata. Berbagai gejala yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Mata merah dan berair
  • Muncul sensasi panas terbakar pada mata
  • Mata terasa sakit dan kadang membengkak

Cara mengatasi dan mencegah iritasi mata akibat mucus fishing syndrome

Cara ampuh untuk mengatasi mucus fishing syndrome adalah berhenti menyentuh mata untuk menghilangkan lendir. Kemudian, pengobatan akan difokuskan pada penyebabnya, seperti mata merah, sindrom mata kering, dan lainnya.

Jika penyebabnya adalah masalah mata, dokter akan memberikan antibiotik, obat tetes mata steroid, dan obat tetes mata untuk melumasi mata. Perawatan tambahan bisa dilakukan di rumah seperti menempelkan handuk yang sudah direndam air dingin atau air hangat untuk mengurangi pembengkakan.

Sementara jika penyebabnya terkait gangguan perilaku, maka pasien harus menjalani terapi perilaku. Terapi ini membantu pasien untuk mengurangi atau menghentikan kebiasaan berulang yang dapat mengiritasi mata. Beberapa obat juga bisa mengurangi gejala gangguan perilaku, seperti obat penstabil mood, antagonis opioid, dan pemblokir dopamin.

Untuk mencegah sindrom ini, pasien harus menjaga kebersihan tangan dan menghindari menyentuh mata secara langsung dengan tangan. Gunakan tisu atau sapu tangan untuk membersihkan lendir di mata. Jaga selalu kesehatan mata dengan makan makanan bergizi, berhenti merokok, memakai kacamata saat cuaca terik, dan batasi penggunaan gadget.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca