4 Hewan di Sekitar Anda yang Ternyata Beracun, Tapi Jarang Disadari (Plus Cara Menghadapinya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/09/2018 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hewan beracun atau berbisa apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Mungkin jawabannya adalah ular dan kalajengking. Namun, masih banyak lagi hewan lainnya yang mungkin sering Anda jumpai (bahkan konsumsi!) di sekitar, tapi ternyata beracun. Apa saja?

Beberapa hewan beracun yang jarang diketahui

1. Bulu babi

Bulu babi atau sea urchin masih satu keluarga dengan bintang laut. Namun bedanya, bulu babi dipersenjatai dengan duri berisi kalsium yang beracun di sekeliling tubuhnya. Beberapa spesies memiliki duri berbisa dengan efek samping yang lebih berbahaya dan berpotensi mematikan.

Sengatan dari duri bulu babi bisa sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan reaksi alergi, kelelahan tiba-tiba, kelemahan tubuh, nyeri otot, kelumpuhan sementara, kerusakan kulit di sekitar area sengatan, kerusakan tulang, hingga syok. Meski jarang, sengatan duri bulu babi dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga bahkan kematian.

Duri bulu babi bisa tertinggal di kulit. Semakin lama Anda membiarkannya, akan semakin sulit untuk dikeluarkan. Karena itu, langsung cepat keluarkan durinya setelah Anda disengat. Namun, jangan pakai pinset untuk mengambilnya karena duri dapat pecah di dalam dan tertinggal di kulit. Jika ini terjadi, rendam kaki Anda dengan cuka atau air hangat.

Kompres hangat dan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu meredakan rasa sakit dan bengkaknya. Jika bekas luka memerah atau gatal, oleskan krim hidrokortison yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep.

2. Ikan buntal

Ikan buntal atau blowfish sering dibudidayakan menjadi ikan konsumsi, terutama di Jepang. Di Indonesia sendiri, ikan buntal juga kerap dipelihara sebagai ikan hias.

Sayangnya, ikan buntal dikenal sebagai vertebrata paling beracun kedua di dunia setelah katak racun emas. Organ hati (liver) ikan buntal mengandung dosis tetrodotoxin yang cukup tinggi. Tetrodotoxin adalah salah satu jenis racun yang paling mematikan. Dosis kecil dari tetrodotoxin juga terdapat pada kulit ikan tersebut.

Gejala umum dari keracunan ikan buntal umumnya dimulai dengan mati rasa dan kesemutan di sekitar mulut, hingga mual dan muntah yang terjadi 10-45 menit setelah terpapar racun ikan buntal. Jika tidak segera mendapat pengobatan medis, tubuh bisa perlahan lumpuh, hilang kesadaran, sulit bernapas, hingga bahkan bisa menyebabkan kematian.

Pertolongan pertama yang harus diberikan pada korban racun ikan buntal adalah memaksakan muntah dalam waktu 3 jam setelah terakhir kali memakannya. Segera miringkan badannya sehabis muntah agar tidak tersedak dan tercekik muntahannya sendiri. Beri napas buatan (CPR) jika korban tampak tidak bisa bernapas. Larikan korban ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mendapatkan obat penawarnya.

3. Ikan lepu batu (stonefish)

Perairan Indonesia nampaknya menjadi hunian ideal bagi sejumlah hewan beracun. Setelah bulu babi, ikan buntal, dan ubur-ubur kotak, Anda juga perlu mewaspadai ikan lepu batu.

Ikan lepu batu (Synanceia verrucosa) adalah salah satu ikan yang racunnya paling mematikan di dunia. Menariknya meski ikan ini termasuk jarang ditemukan di alam liar, orang-orang Indonesia justru membudidayakannya dengan harga jual yang sangat tinggi untuk dipelihara atau bahkan dimakan.

Ikan batu memiliki jarum beracun mematikan di wajahnya yang tersembunyi dan akan keluar seperti “pisau lipat” ketika merasa terancam. Racun ika batu bisa menyebabkan kerusakan saraf yang melumpuhkan dan fatal, apalagi bila dosisnya besar. Efeknya akan paling berbahaya jika masuk ke dalam tubuh lewat sentuhan. Racun akan langsung pecah dan rusak dalam sistem pencernaan manusia, sehingga efek yang muncul mungkin tidak seberat lewat sentuhan.

Setelah terkena paparan racun ikan batu, segera rendam atau kompres bagian kulit yang luka dengan air panas (tidak mendidih). Suhu panas akan mengurai protein dari racun tersebut sehingga mencegahnya menyebar lebih jauh ke dalam tubuh. Selanjutnya segera ke rumah sakit untuk mendapatkan obat penawar racun. Terlambat mendapatkan pengobatan lebih dari 2 jam setelah paparan berisiko tinggi berakhir pada kematian.

4. Komodo

Siapa yang tidak kenal dengan reptil terbesar di dunia yang juga menjadi ikon pariwisata Indonesia yang satu ini?

Komodo (Varanus komodoensis) adalah hewan beracun. Racun dari gigitan komodo dapat menyebabkan kelumpuhan otot, menurunkan tekanan darah sangat cepat dan drastis, gangguan pembekuan darah, hingga infeksi luka parah. Reaksi ini sebagian besar diakibatkan oleh bakteri yang hidup dalam liur komodo dan kemudian masuk ke dalam aliran darah.

Reptil yang punya julukan “Naga” ini sebenarnya merupakan binatang penyendiri dan tidak memangsa manusia. Namun, sama seperti binatang lainnya, komodo dapat menyerang manusia apabila merasa terancam. Tidak semua kasus serangan komodo pada manusia berakhir mematikan. Barulah pada 2007, seekor komodo diberitakan menggigit dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 8 tahun di Pulau Komodo. Kasus ini menandai serangan komodo fatal pertama pada manusia dalam 33 tahun terakhir, lapor The Smithsonian Magazine.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Ramuan Racun Kalajengking Manjur untuk Atasi Rematik?

Menurut penelitian, racun kalajengking bisa menjadi obat untuk penyakit rematik. Namun, aman dan efektifkah mengobati rematik dengan racun tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/04/2018 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Harus Dilakukan Jika Saya Tergigit Ular Saat Hamil? Apa Bahayanya Bagi Janin?

Jika Anda digigit ular saat hamil, apa yang harus dilakukan? Apa ada efeknya untuk janin dalam kandungan? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28/03/2018 . Waktu baca 6 menit

Menurunkan Berat Badan Bisa Membuang Racun Dalam Tubuh, Tapi Ada Syaratnya

Membuang racun dalam tubuh alias detoksifikasi tidak cuma dilakukan dengan puasa. Menurunkan berat badan juga bisa jadi salah satu caranya, lho.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/01/2018 . Waktu baca 4 menit

Apa Bahayanya Minum Racun Rumput? (Plus, Langkah Pertolongan Pertamanya)

Minum racun rumput menjadi cara yang dilakukan banyak orang untuk mencoba bunuh diri. Ketahui gejala dan bahayanya agar Anda dapat menyelamatkan nyawa.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/10/2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya menyimpan struk

Jangan Disimpan Kelamaan, Ini Bahaya Struk Belanja!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2019 . Waktu baca 6 menit
pembekuan darah

Bisa Ular untuk Mencegah Pembekuan Darah: Memangnya Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13/10/2018 . Waktu baca 3 menit
sengat lebah

Begini Cara Melepaskan Sengat Lebah yang Tertinggal di Kulit

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2018 . Waktu baca 3 menit
garam tidak boleh dimasak

Benarkah Garam Tidak Boleh Dimasak Karena Akan Jadi Racun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2018 . Waktu baca 4 menit