Orang Bergolongan Darah B Lebih Tahan Terhadap Flu Perut

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Flu perut atau gastroenteritis adalah peradangan pada lapisan usus akibat infeksi virus atau bakteri. Flu perut bisa menular dengan mudah melalui berbagai cara. Akan tetapi, penelitian terbaru dalam jurnal Viruses menunjukkan bahwa ada orang-orang dengan golongan darah tertentu yang lebih kuat menghadapi virus penyebab flu perut.

Golongan darah apa yang kebal dari flu perut?

cek golongan darah sendiri

Kebanyakan kasus flu perut disebabkan oleh infeksi norovirus. Norovirus menyerang sel-sel yang menyusun lapisan dalam usus halus. Serangan ini memicu respons radang serta menimbulkan gejala seperti sakit perut, demam, mual, muntah, dan diare.

Norovirus berkembang dengan sangat cepat. Sejauh ini, terdapat lebih dari 29 strain (subtipe) norovirus yang diketahui bisa menginfeksi manusia. Setiap strain norovirus terbagi lagi menjadi berbagai jenis varian.

Untuk dapat menyebabkan flu perut, norovirus perlu berikatan dengan sel-sel dinding usus. Virus ini harus berikatan dengan oligosakarida, yakni molekul gula yang terdapat pada permukaan sel. Jenis oligosakarida pada sel usus ditentukan dari golongan darah.

Berbekal hal tersebut, sejumlah peneliti dari Linköping University, Swedia, melakukan penelitian untuk membuktikan hubungan antara golongan darah dan penyakit flu perut. Hasilnya, orang bergolongan darah B cenderung kebal terhadap serangan norovirus.

Orang-orang bergolongan darah A, AB, dan O lebih rentan terinfeksi norovirus. Namun, temuan ini hanya berlaku pada strain norovirus yang cukup sering menyebabkan flu perut. Strain lainnya yang lebih langka mungkin masih bisa menyerang mereka yang bergolongan darah B.

Mengapa golongan darah B lebih tahan terhadap flu perut?

daya ingat berdasarkan golongan darah

Golongan darah ditentukan dari jenis antigen yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Antigen adalah molekul yang bisa merangsang respons sistem imun. Biasanya, antigen pada permukaan sel darah merah berbentuk protein atau molekul gula.

Molekul gula pada sel darah merah sama dengan molekul gula pada permukaan sel-sel usus halus. Norovirus dan beberapa virus lainnya harus berikatan dengan molekul gula ini untuk dapat menginfeksi sel-sel usus.

Sebagian besar strain norovirus bergantung pada satu jenis molekul gula yang disebut H1-antigen. Antigen ini dimiliki oleh orang-orang bergolongan darah A, AB, dan O, tapi tidak dengan B. Ini yang membuat orang-orang dengan golongan darah B lebih tahan terhadap flu perut.

Tanpa adanya H1-antigen, norovirus tidak dapat berikatan dengan sel-sel usus. Virus ini tidak bisa menyebabkan infeksi ataupun memicu reaksi peradangan. Sistem kekebalan tubuh Anda pun akan mendeteksi keberadaannya dan mulai mengirimkan mekanisme pertahanan.

Tips sehat mencegah flu perut

terlalu sering mencuci tangan

Infeksi norovirus biasanya akan memicu respons imun secara besar-besaran sehingga Anda dapat sembuh dalam beberapa hari. Namun, sebuah penelitian dalam European Journal of Immunology menemukan bahwa respons ini umumnya tidak bertahan lama.

Respons imun terhadap satu strain norovirus juga belum tentu bisa melawan strain virus lainnya. Maka dari itu, lindungi diri Anda melalui upaya pencegahan seperti:

  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
  • Tidak berbagi alat makan dan alat mandi.
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
  • Menjaga jarak dari orang yang terkena flu perut.
  • Melakukan imunisasi.

Golongan darah memang dapat memengaruhi risiko seseorang terkena flu perut. Meski demikian, ini bukanlah satu-satunya faktor yang menjadi penentu. Kebersihan diri dan lingkungan sekitar tetap memiliki peran terbesar dalam penularan flu perut.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 19, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca