Gejala Penyakit Demam Rematik Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25/06/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Gejala demam rematik sering kali menyerupai ruam dan demam biasa sehingga tidak ditindaklanjuti dengan segera. Padahal, penyakit ini dapat memicu komplikasi berbahaya dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh.

Demam rematik merupakan komplikasi dari infeksi bakteri streptokokus yang banyak menyerang anak-anak berusia 5-15 tahun. Tanpa penanganan yang tepat, kerusakan organ akibat demam rematik dapat bersifat permanen.

Gejala umum penyakit demam rematik yang harus diwaspadai

anak demam akibat parvovirus adalah

Tanda awal demam rematik biasanya berbeda-beda pada setiap anak. Anak Anda mungkin hanya menunjukkan satu atau dua gejala, sementara anak lain mengalami semua gejalanya. Gejala yang timbul juga bahkan dapat berubah seiring waktu.

Secara umum, gejala demam rematik muncul 2-4 minggu setelah bakteri streptokokus menginfeksi tenggorokan. Kemudian, penderitanya akan mengalami tanda-tanda lain, berupa:

  • Demam
  • Tubuh lesu
  • Rasa sakit dan nyeri saat ditekan pada persendian, terutama pada lutut, siku, tumit, dan pergelangan tangan
  • Rasa nyeri yang berpindah dari satu sendi menuju sendi lainnya
  • Pembengkakan, warna merah, atau rasa hangat pada persendian
  • Muncul ruam berbentuk datar atau menonjol dengan tepi yang tidak rata
  • Nyeri dada
  • Peningkatan detak jantung
  • Terdengar suara berdesing (murmur) dari jantung

Istilah demam rematik berasal dari tanda khas yang dialami oleh penderita, yakni demam dan radang sendi seperti pada penderita rematik. Peradangan yang terjadi dalam tubuh sebenarnya merupakan respons sistem kekebalan yang salah.

Sebenarnya, bakteri streptokokus telah pergi dari tubuh. Namun, tubuh memproduksi sel imun yang berlebihan dan menganggap sel tubuh yang sehat sebagai bakteri.

Akibatnya, sel imun menyerang sel yang sehat dan muncullah peradangan.

Gejala yang muncul saat demam rematik menyerang sistem saraf

Sistem kekebalan tubuh yang salah menyebabkan reaksi peradangan di seluruh tubuh, terutama pada sendi, jantung, kulit, dan sistem saraf pusat.

Jika peradangan mencapai sistem saraf, penderita demam rematik berisiko mengalami kondisi yang disebut Sydenham’s chorea. Gejalanya meliputi:

  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali, khususnya pada wajah, tangan, dan kaki
  • Ketidakmampuan menahan gerakan tangan
  • Menangis atau tertawa tanpa sebab yang jelas
  • Mengalami perubahan mood atau menjadi lebih mudah marah
  • Gangguan keseimbangan

Gejala khusus yang lebih jarang muncul

ruam di perut

Gejala demam rematik biasanya menghilang setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pada sebagian kecil penderita, gejala dapat berlangsung hingga dua tahun walaupun tidak bersifat permanen.

Sebanyak 1 di antara 10 penderita demam rematik akan menunjukkan tanda berupa ruam atau kemerahan pada kulit. Peradangan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan, sakit kepala, muntah, dan berkeringat.

Pada kasus tertentu, penderita demam rematik dapat mengalami tanda-tanda yang lebih jarang muncul. Misalnya nyeri perut, muncul benjolan dengan atau tanpa disertai nyeri pada kulit, serta demam tinggi di atas 38,9º Celcius.

Segeralah kunjungi dokter bila anggota keluarga Anda menunjukkan gejala demam rematik. Dokter akan memastikan diagnosis penyakit dengan menilai hasil pemeriksaan fisik dan gejala yang dialami.

Berdasarkan National Organization for Rare Disorders, seseorang dikatakan mengalami penyakit demam rematik bila menunjukkan 2 atau 1 gejala umum, disertai 2 gejala khusus.

Jika terdiagnosis penyakit demam rematik, pasien akan memerlukan pengobatan antiinflamasi dan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri ke depannya.

Penanganan segera sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 09/04/2020 . 4 mins read

Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Terdapat dua jenis hantavirus. Kenali gejalanya untuk pengobatan yang sesuai.

Ditulis oleh: dr. Ivena
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/03/2020 . 4 mins read

Berapa Kadar Asam Urat yang Normal? Bagaimana Cara Tahunya?

Asam urat tinggi menyebabkan peradangan yang membuat persendian tiba-tiba terasa sakit. Lantas, berapa kadar asam urat yang normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Arthritis (Radang Sendi), Health Centers 23/02/2020 . 5 mins read

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

Wabah COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Kenali beberapa gejala coronavirus COVID-19 yang perlu Anda perhatikan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 12/02/2020 . 10 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

obat radang sendi terbaru

Diklaim Ampuh, Ini Obat Radang Sendi Terbaru Temuan Ilmuwan Inggris

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 4 mins read
mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
encok adalah

Ternyata, Encok Adalah Nama Lain dari Penyakit Ini

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020 . 5 mins read
mengatasi demam pada anak

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . 3 mins read