Gejala Penyakit Demam Rematik Pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Gejala demam rematik sering kali menyerupai ruam dan demam biasa sehingga tidak ditindaklanjuti dengan segera. Padahal, penyakit ini dapat memicu komplikasi berbahaya dan mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh.

Demam rematik merupakan komplikasi dari infeksi bakteri streptokokus yang banyak menyerang anak-anak berusia 5-15 tahun. Tanpa penanganan yang tepat, kerusakan organ akibat demam rematik dapat bersifat permanen.

Gejala umum penyakit demam rematik yang harus diwaspadai

anak demam akibat parvovirus adalah

Tanda awal demam rematik biasanya berbeda-beda pada setiap anak. Anak Anda mungkin hanya menunjukkan satu atau dua gejala, sementara anak lain mengalami semua gejalanya. Gejala yang timbul juga bahkan dapat berubah seiring waktu.

Secara umum, gejala demam rematik muncul 2-4 minggu setelah bakteri streptokokus menginfeksi tenggorokan. Kemudian, penderitanya akan mengalami tanda-tanda lain, berupa:

  • Demam
  • Tubuh lesu
  • Rasa sakit dan nyeri saat ditekan pada persendian, terutama pada lutut, siku, tumit, dan pergelangan tangan
  • Rasa nyeri yang berpindah dari satu sendi menuju sendi lainnya
  • Pembengkakan, warna merah, atau rasa hangat pada persendian
  • Muncul ruam berbentuk datar atau menonjol dengan tepi yang tidak rata
  • Nyeri dada
  • Peningkatan detak jantung
  • Terdengar suara berdesing (murmur) dari jantung

Istilah demam rematik berasal dari tanda khas yang dialami oleh penderita, yakni demam dan radang sendi seperti pada penderita rematik. Peradangan yang terjadi dalam tubuh sebenarnya merupakan respons sistem kekebalan yang salah.

Sebenarnya, bakteri streptokokus telah pergi dari tubuh. Namun, tubuh memproduksi sel imun yang berlebihan dan menganggap sel tubuh yang sehat sebagai bakteri.

Akibatnya, sel imun menyerang sel yang sehat dan muncullah peradangan.

Gejala yang muncul saat demam rematik menyerang sistem saraf

Sistem kekebalan tubuh yang salah menyebabkan reaksi peradangan di seluruh tubuh, terutama pada sendi, jantung, kulit, dan sistem saraf pusat.

Jika peradangan mencapai sistem saraf, penderita demam rematik berisiko mengalami kondisi yang disebut Sydenham’s chorea. Gejalanya meliputi:

  • Gerakan tubuh yang tidak terkendali, khususnya pada wajah, tangan, dan kaki
  • Ketidakmampuan menahan gerakan tangan
  • Menangis atau tertawa tanpa sebab yang jelas
  • Mengalami perubahan mood atau menjadi lebih mudah marah
  • Gangguan keseimbangan

Gejala khusus yang lebih jarang muncul

ruam di perut

Gejala demam rematik biasanya menghilang setelah beberapa minggu hingga beberapa bulan. Pada sebagian kecil penderita, gejala dapat berlangsung hingga dua tahun walaupun tidak bersifat permanen.

Sebanyak 1 di antara 10 penderita demam rematik akan menunjukkan tanda berupa ruam atau kemerahan pada kulit. Peradangan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan, sakit kepala, muntah, dan berkeringat.

Pada kasus tertentu, penderita demam rematik dapat mengalami tanda-tanda yang lebih jarang muncul. Misalnya nyeri perut, muncul benjolan dengan atau tanpa disertai nyeri pada kulit, serta demam tinggi di atas 38,9º Celcius.

Segeralah kunjungi dokter bila anggota keluarga Anda menunjukkan gejala demam rematik. Dokter akan memastikan diagnosis penyakit dengan menilai hasil pemeriksaan fisik dan gejala yang dialami.

Berdasarkan National Organization for Rare Disorders, seseorang dikatakan mengalami penyakit demam rematik bila menunjukkan 2 atau 1 gejala umum, disertai 2 gejala khusus.

Jika terdiagnosis penyakit demam rematik, pasien akan memerlukan pengobatan antiinflamasi dan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri ke depannya.

Penanganan segera sangatlah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya. 

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca