Sebenarnya Apa Fungsi Insulin Bagi Tubuh Kita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/02/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Diabetesi tentu tidak asing dengan “insulin”. Sekali pun tidak memiliki penyakit tersebut, Anda mungkin pernah mendengar kata tersebut dari dokter, acara TV, buku, maupun laman website yang Anda baca. Sebenarnya, insulin adalah hormon yang berkaitan erat dengan penyakit diabetes melitus. Agar lebih jelas, yuk baca ulasan berikut mengenai fungsi dan cara kerja hormon insulin.

Fungsi insulin bagi tubuh dan cara kerjanya

Insulin adalah hormon yang memiliki fungsi untuk mengubah gula menjadi energi. Hormon ini dibuat di dalam sel beta dari molekul besar yang disebut proinsulin. Molekul ini kemudian dipecah menjadi dua bagian, yakni insulin dan C-peptide.

Setiap sel pada tubuh memerlukan gula untuk bekerja. Namun, sel-sel tidak dapat langsung mengubah gula menjadi energi. Maka dari itu, saat Anda makan dan kadar gula dalam darah Anda meningkat, pankreas memberi sinyal untuk melepaskan hormon insulin ke aliran darah.

Hormon ini membantu sel menyerap glukosa dari aliran darah dengan menempelkan diri ke sel-sel dan memberi sinyal sel untuk menyerap gula.

Selain itu, hormon ini juga membantu menyimpan gula di hati (liver) apabila kadar gula darah terlalu sedikit. Ini karena fungsi hormon insulin adalah memastikan kadar gula tetap berada dalam rentang yang normal.

Apabila pankreas tidak menghasilkan hormon tersebut dengan jumlah yang sesuai atau sel-sel Anda kebal terhadap hormon, kadar gula darah akan melonjak (hiperglikemia) atau malah merosot pada tingkat yang rendah (hipoglikemia).

Masalah yang terjadi bila fungsi insulin terganggu

Masalah yang terjadi pada hormon yang mengatur gula darah ini akan menyebabkan diabetes melitus. Baik itu diabetes melitus tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Keduanya menimbulkan gejala yang hampir serupa, seperti haus dan buang air kecil terus menerus serta luka yang sulit sembuh. Untuk mengetahui jenis diabetes yang pasti, Anda tentu harus berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrin.

Berikut ini penjelasan mengenai masalah pada fungsi insulin yang menyebabkan diabetes.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun karena sistem imun keliru menyerang bagian tubuh yang sehat. Pada jenis diabetes ini, sistem imun salah menargetkan sel-sel beta penghasil hormon pengatur gula darah pada pankreas. Akibatnya, pankreas tidak dapat menghasilkan hormon pengatur gula darah yang cukup.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, penyebab diabetes tipe 1 tidak diketahui secara pasti. Namun, ahli kesehatan percaya bahwa sistem imun yang keliru dan menyerang sel penghasil hormon pengatur gula darah bisa disebabkan oleh masalah pada gen, infeksi, dan paparan virus di lingkungan.

Kurangnya hormon pengatur gula darah, membuat pasien diabetes tipe 1 sangat bergantung dengan terapi insulin dari dokter agar gula darahnya tetap stabil.

Diabetes tipe 2

diabetes mudah lelah

Pada diabetes tipe 2, sistem autoimun tidak menyerang sel-sel beta dan hormon pengatur gula darah tetap diproduksi. Hanya saja tubuh tidak bisa merespons hormon yang ada. Akibatnya, gula darah yang tinggi tidak tersalurkan dengan baik ke sel-sel tubuh dan tetap tinggi.

Tidak meresponsnya sel-sel tubuh terhadap hormon yang mengatur kadar gula darah ini disebut dengan resistensi insulin.

Tak hanya gula darah, tubuh yang resisten terhadap hormon pengatur gula darah akan mengakibatkan penumpukan. Pada kasus ini dokter akan memberikan obat diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah.

Seiring berjalannya waktu, tekanan pada sel-sel beta akan semakin besar. Sel-sel beta yang kewalahan akan semakin menurun produktivitasnya dalam menghasilkan hormon pengatur gula darah. Pada kondisi ini, pasien diabetes diabetes tidak hanya mengonsumsi obat tapi juga memerlukan terapi insulin.

Fungsi hormon insulin suntik untuk pasien diabetes

suntikan insulin

Kerusakan fungsi hormon insulin dan bagaimana tubuh meresponsnya, mengharuskan pasien diabetes menerima suntikan hormon tambahan.

Suntikan hormon pengatur gula darah buatan ini membantu pasien agar tubuh bisa menggunakan glukosa dengan baik sebagai energi. Selain itu, juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang bisa menimbulkan kecacatan karena amputasi kaki, bahkan kematian.

Insulin yang digunakan sebagai perawatan diabetes terdiri dari berbagai tipe. Pembagian tipe hormon dibuat berdasarkan seberapa cepat efeknya bekerja di tubuh dan durasi efeknya. Ada hormon yang bekerja cepat, durasinya pendek, panjang, dan menengah.

Untuk menentukan berapa banyak hormon pengatur gula darah yang dibutuhkan pasien, tenaga medis akan mengukur kadar C-peptida. Semakin banyak C-peptida yang dimiliki seseorang, maka banyak pula hormon pengatur gula darah yang dihasilkan.

Insulin sintesis yang diberikan pada pasien diabetes tidak berbentuk pil. Alasannya, pil yang melewati sistem pencernaan akan dipecah sehingga tidak akan memberikan efek maksimal.

Oleh karena itu, hormon pengatur gula darah ini dikemas dalam bentuk cair dan diberikan lewat suntikkan di sekitar perut. Penyuntikkan hormon ke dalam lemak di bawah kulit memungkinkan hormon masuk lebih cepat ke aliran darah.

Berikut ini ada alasan kenapa pasien diabetes perlu mengikuti terapi hormon insulin, yaitu:

Sensitivitas terhadap insulin yang rendah

Hormon pengatur gula darah sangat berkaitan dengan berat badan. Kelebihan berat badan akan semakin melemahkan sensitivitas tubuh terhadap hormon tersebut.

Tidak sensitif terhadap hormon pengatur gula darah menandakan hormon tidak akan mengubah glukosa darah menjadi energi. Orang-orang dengan sensitivitas hormon yang rendah perlu mengikuti terapi untuk menghindari lonjakan gula darah.

Kegagalan sel beta

Resistensi insulin membuat tubuh Anda membutuhkan lebih banyak hormon terkait untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Produksi hormon pengatur gula darah yang berlebihan berarti mengharuskan pankreas bekerja lebih keras. Akibatnya, seiring berjalannya waktu pankreas akan berhenti menghasilkan insulin.

Pada kondisi ini, tubuh yang tidak menghasilkan hormon pengatur kadar gula darah perlu mengikuti terapi untuk mencegah kadar gula darah melonjak tinggi.

Meski bergantung dengan terapi, gaya hidup yang sehat juga turut memberikan pengaruh kesehatan. Pasalnya, gaya hidup sehat memungkinkan pasien untuk memilih makanan yang aman untuk kadar gula darahnya dan memperkirakan porsi yang sesuai.

Selain itu, melakukan olahraga secara rutin juga bisa merangsang sensitivitas insulin sekaligus menurunkan kadar gula darah. Jadi, kombinasi pengobatan dokter dan gaya hidup sehat dapat membantu pasien diabetes untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Saat harus tampil di depan umum atau mau kencan pertama, tiba-tiba perut jadi sangat mual karena gugup. Mengapa bisa begitu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/06/2020 . 6 menit baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . 5 menit baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . 6 menit baca

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Sedang mengalami masa sulit yang seakan mengisap energi dan pikiran Anda ke dalam lubang hitam? Psikoterapi bisa membantu Anda mencari solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 20/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
menjaga kebersihan diri

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca